
Tak ada orang baik
Yang tak punya masa lalu
Dan tiada orang jahat
Yang tak punya masa depan
Lihatlah yang kelam dari sudut pandang benderang
Niscaya pelita hatimu tak akan temaram..
Seperti itu lah aku memandang Ariana...
Tidak peduli ia seorang simpanan sekalipun....
-Krisna-
Ini adalah hari yang Krisna tunggu. Hari dimana ia bisa mengucapkan sumpah setianya kepada Allah untuk menjaga wanita yang ia cintai tanpa ada halangan.
Krisna bahagia dapat menikahi gadis itu. Gadis impiannya akan menjadi istrinya. Krisna sudah tidak sabar hal ini akan terjadi.
Jantung Krisna berdebar menantikan detik waktu yang semakin dekat. Saat ini ia berada di depan penghulu, menanti kehadiran Ariana masuk. Ruangan yang tadinya ramai tiba-tiba menjadi hening seketika.
Krisna langsung memalingkan wajahnya. Ia menghadap ke belakang ke arah orang-orang yang sedang mengagumi sesuatu. Krisna benar-benar terpukau dengan wajah cantik Ariana. Gadis itu benar-benar cantik. Tidak peduli betapa buruk masa lalunya bagi Krisna setiap wanita di lahir kan untuk di hormati.
Wanita itu terlihat cantik dengan gaun putih mengkilau yang berenda bunga dan kerudung putih panjang dengan Mahkota dipuncak nya. Gadis itu berjalan ke arah nya untuk duduk di sampingnya. Ariana terlihat malu-malu mendekatinya. Entah kenapa Krisna juga ikut gugup. Kemana keberanian pergi? bukannya ia menantikan hari ini? tapi kenapa nyalinya jadi ciut hanya karena melihat wanitanya berbalut gaun pengantin dengan begitu cantik.
Gadis itu seperti bidadari yang dikirim tuhan untuknya. Hanya untuk dirinya. Krisna tersenyum senang menantikan hal itu.
Krisna gugup, ia jadi takut untuk mengucapkan ijab kabul. Lidahnya terasa kaku tiba-tiba apalagi detak jantungnya yang bergemuruh membuat ketakutannya bertambah. Ia takut membuat malu di hadapan orang banyak.
Namun Krisna mendapat remasan tangan yang kuat dari ayahnya yang berada di sampingnya. Pria paruh baya itu menyemangatinya.
Untung Om Ariana dari ayahnya mau datang dan menjadi wali nikah Ariana. Krisna sungguh beruntung, tidak ada yang menghalanginya untuk mengikat gadis itu. Gadis yang mengajarkannya tentang arti keikhlasan untuk menerima hidup sepahit apapun.
Gadis itu duduk di sebelahnya. Krisna tersenyum lalu mengamati gadis itu dengan pandangan memuja membuat Ariana malu namun bapak penghulu berdehem membuat Krisna malu. Ia malu karena dipergoki mengamati calon istrinya.
"Baiklah kita bisa mulai akad nikahnya." Bapak penghulu mulai membuka acara.
__ADS_1
"Saya nikahkan dan kawinkan kamu
dengan Ariana Putri, perempuan yang menjadi kuasaku, dengan mahar seperangkat alat sholat dan emas 10 gram dibayar tunai." ucap wali nikah.
"Saya terima pernikahan dan perkawinan ini untuk saya dengan mas kawin yang telah disebutkan secara tunai." Balas Krisna.
"Sah."
"Sah."
"Mempelai pria boleh mencium kening mempelai wanita." Krisna tersenyum kemudian menatap Ariana. Dengan pelan ia mendaratkan bibirnya di kening Ariana. Mencium kening gadis itu lembut. Kemudian melepaskannya. Setelah itu Ariana mencium tangan Krisna.
RINGKASAN
LIRIK
DENGARKAN
REKAMAN LAINNYA
ORANG LAIN JUGA MENELUSURI
But when we first met
I got so nervous I couldn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
__ADS_1
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
What we have is timeless
My love is endless
And with this ring I
Say to the world
You're my every reason
You're all that I believe in
With all my heart I mean every word
So as long as I live I love you
Will haven and hold you
You look so beautiful in white
And from now 'til my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
You look so beautiful in white, yeah yeah
Na na na na
So beautiful in white…
__ADS_1
(beautiful in white- Shane Filan)