
"Aku ingin bertanya." Ujar Ariana. Saat ini mereka sedang berjalan berdua di taman saling bergandengan tangan.
"Hahaha." Krisna tertawa untuk mengurangi rasa canggung nya. Jujur ia masih tak menyangka jika Ariana sudah menjadi istrinya.
"Kenapa kamu tertawa?" Ariana mendelik kesal.
"Lah kamu mau bertanya saja minta ijin. Kayak sama siapa aja." Krisna mengelus puncak kepala Ariana. Hal itu membuat Ariana semakin cemberut.
"Oke-oke."
"Apa yang ingin kamu tanyakan?" Tanya Krisna berusaha mengalah.
"Sejak kapan kamu mencintai aku?" Ariana langsung to the point. Ia ingin tahu perasaan Krisna kepadanya.
"Sejak awal kita bertemu." Ariana jadi mengingat awal pertemuannya dengan Krisna di gedung pasca. Dulu pria itu mengiranya ia akan bunuh diri.
"Kenapa?" Tanya Ariana penasaran.
__ADS_1
"Jujur karena kamu cantik." Ariana langsung menatap Krisna sebal.
"Jadi kalau dulu aku tidak cantik kamu pasti tidak akan Sudi mau mengenalku bahkan jatuh cinta padaku." Ujar Ariana sebal. Semua pria sama hanya memandang nya karena dia cantik.
"Mungkin." Ariana langsung memukul tangan Krisna yang memeluknya. Ia kesal pada pria yang telah menjadi suaminya itu. Tidak bisakah romantis sedikit bukan membuatnya kesal seperti ini. Ia jadi sebal.
"Argh.. sakit.." Erang Krisna.
"Akukan jujur tidak bohong." Ujar Krisna tanpa rasa bersalah.
Ariana langsung melepaskan genggamannya dan berjalan duluan di depan Krisna dengan wajah kesal. Krisna hanya terkekeh, ia begitu senang mengusili Ariana. Ia mengejar gadis itu. Menarik tangan Ariana.
"Kamu kalau marah semakin cantik." Puji Krisna mencoba menggoda Ariana. bisa gawat kalau gadis itu marah dan dia tidak diinjinkan tidur di kamar nanti malam. Padahal kan mereka belum malam pertama.
"Tidak lucu." Ariana diam menatap tajam Krisna yang nampak terhibur dengan gadis itu.
"Kalau saya mencintai kamu hanya karena cantik saya tidak akan berusaha untuk menyakinkan kamu untuk menikahi kamu Ariana. Saya tidak akan perlu berjuang melawan Andre untuk mendapatkan kamu. Saya juga tidak akan repot-repot bertahan ketika saya tahu rahasia kamu."
__ADS_1
"Ketika saya tahu kamu itu siapa?" Krisna tidak ingin menyebutkan kata ******* atau simpanan pada gadis itu. Baginya gadis itu terlalu berharga untuk Krisna.
"Aku tidak melihat kamu itu seperti bintang yang indah. Yang akan benderang kapanpun dimanapun. Aku tidak peduli dengan masalalumu.
Tapi aku melihatmu seperti malam yang akan tetap indah tanpa ada bintang disana."
Ariana terpaku mendengar semua itu. Ia merasa beruntung mendapatkan pria sebaik dan setulus Krisna. Pria berhati surga yang mau mengorbankan hidupnya untuk dirinya. Ariana terbaru tanpa sadar ia menangis. Ia tidak bisa membayangkan jika ia bertemu dengan pria selain Krisna atau ia tidak pernah bertemu dengan Krisna. Pasti ia tidak akan bisa merasakan hidup normal seperti ini.
Krisna membawa gadis itu ke dalam pelukannya. Memeluk hangat gadis itu menyampaikan rasa tulusnya melalui itu. Tangannya mengelus punggung Ariana.
"Terimakasih telah menerima sampah sepertiku." ujar Ariana.
"Kamu bukan sampah untukku. Kamu adalah mutiara terpendam yang tidak bisa orang lihat. Aku merasa beruntung bisa menemukanmu." Kemudian Krisna mencium kening gadis itu.
"Love you," Ucap Ariana terharu.
"Love you too." Balas Krisna sambil mencium bibir Ariana penuh dengan cinta tanpa ada hasrat yang menggebu-gebu. Ia ingin Ariana tahu bahwa wanita ini begitu berharga bukanlah sampah yang kotor.
__ADS_1
End....