Luka Seorang Perempuan

Luka Seorang Perempuan
Bab 27


__ADS_3

"Apa?"


"Tapi kenapa bisa?"


"Dia tertuduh karena telah menusuk suamiku. Lucu bukan," ujar Savira gadis itu tertawa. Bahkan disaat suaminya hampir mati ia masih bisa tertawa. Hal yang aneh bukan, ariana jadi khawatir dengan Savira takut wanita itu kondisi jiwanya terguncang.


"Maaf bagimu mungkin ini tidak lucu. Tapi aku tahu Rakan itu seperti apa dia pasti selamat. Dan Krisna baik-baik saja. Kau tidak perlu mengkhawatirkannya."


" Mereka berteman. Teman tidak akan pernah membunuh temannya bukan, kecuali jika ia tidak tulus."


Ariana terdiam, ia syok. Rasanya hidupnya tidak tenang. Mendengar kabar itu. Satu-satunya orang yang dia punya di dunia ini masuk penjara. Lalu apa artinya hidup tanpa pria itu. Rasanya tidak ada gunanya lagi.


"Jangan terlalu tegang, Bayu Nasution akan membebaskannya." Ujar Savira ketika melihat wajah Ariana yang semakin pucat.


"Nanti malam Krisna pasti sudah keluar dari penjara. Kamu mau menjenguk Rakan." Ariana mengangguk, bagaimanapun Rakan pernah menolongnya. Ia membantu Savira mendorong kursi rodanya menuju ruangan Rakan dirawat.

__ADS_1


Ariana menghela napas. Ia merasa kehadirannya di kehidupan pria itu hanya bagaikan benalu. Ia tidak berguna, bahkan untuk menyelamatkan Krisna ia tak mampu. Ia hanya bisa diam dan berdoa.


"Lindungi Krisna ya Allah."


"Allahumma Aamiin."


Krisna menghela napas lega ketika ia dibebaskan dari penjara. Ia bisa menebak pasti orang itu akan menolongnya. Bayu Nasution nampak tersenyum menyambutnya untuk masuk ke dalam mobil.


"Bagaimana rasanya?" Krisna terdiam.


"Saya akan membalasnya." Ujar Krisna.


"Hahaha."


"Saya suka kamu yang seperti ini. Berhati-hatilah, kemarin itu anggap saja sebagai cubitan. Orang kalau mau berhasil harus gagal dulu bukan?" Bayu mengucapkan itu dengan nada santai penuh wibawa. Kadang Krisna bingung bagaimana pria itu bisa hidup dengan cara seperti itu. Krisna jadi penasaran apa saja yang dulu pernah Rakan lakukan pada Bayu.

__ADS_1


"Kamu jangan membunuhnya cukup bawa dia." Peringat Bayu Nasution.


"Dan aku yang mengurus sisanya."


*****


Krisna duduk di pojok ruangan. Seperti biasa pria yang menjebaknya sedang mabuk-mabukan disini sambil menyewa *******. Krisna menatap pria itu benci. Berbagai emosi ingin ia luapkan karena pria itu.


Andre senang, akhirnya ia bisa membalas anak muda yang telah menghancurkannya itu. Andre berdecak bisa-bisanya Krisna mengancamnya. Belum tau ia berurusan dengan siapa. Sekarang ia hanya tinggal mencari Ariana. Mengambil wanita itu untuk kembali padanya. Sampai kapanpun ia tidak akan rela melepaskan gadis itu pada siapapun.


"Hahahah!" Andre tertawa senang. Khusus malam ini ia akan minum-minum dan bermain sedikit sedang temannyapun juga begitu ia traktir memesan minum ataupun wanita. Walaupun dari tadi banyak sekali wanita yang menempel padanya.


Sudah lebih dari 3 jam. Andre merasa lelah. Ia ingin pulang, ternyata salah satu dari wanita itu mengantarnya. Andre mengizinkan wanita itu membawanya menuju ke mobil. Siapa tahu mereka bisa melanjutkan itu ke hotel.


Ketika Andre sampai, wanita itu membantunya membuka pintu. Supirnya masih setia berada di dalam mobil. Andre tertawa senang. Ia merangkul Dita. Wanita yang bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2