Luka Seorang Perempuan

Luka Seorang Perempuan
Bab 11


__ADS_3

BAB 11


Krisna duduk dihadapan Bayu Nasution. Pria itu walaupun sudah tua tapi tetap saja badannya tetap gagah. Jujur Krisna sedikit gemetar, ia takut pria itu menjadikannya budak seperti Rakan dulu. Krisna menatap Bayu datar, sedang bayu tersenyum hangat.


"Bagaimana kabarmu?" Bayu mulai berbasa-basi. Ia senang akhirnya Krisna mau menemuinya.


"Baik," jawab Krisna singkat, ia ingin segera keluar dari tempat ini. Rasanya sesak sekali berhapan dengan seorang mantan KAPOLDA hanya berdua saja. Krisna mengutuk Rakan yang pergi meninggalkannya sekarang dengan berbagai alasan jika Rakan tidak bisa menemaninya pergi menemui Bayu. Dia harus balas dendam, pria itu seenaknya bertingkah.


"Apa yang bapak inginkan?" Krisna langsung to the point.


Bayu terkekeh melihat reaksi Krisna. Kemungkinan Krisna sudah tahu treck recornya selama ini, apalagi dia adalah sahabat Rakan dan juga salah satu orang penting di kampus.

__ADS_1


"Ternyata kamu semakin pintar." Guman Bayu tangannya mengetuk mejanya pelan sambil melihat raut wajah datar milik Krisna.


"Saya hanya ingin kamu mengawasi Andre." Muka Bayu lesu, ia tidak habis pikir dengan pria itu. Andre berani sekali menyakiti adiknya dengan berselingkuh padahal semua posisi yang ia dapatkan tidak lepas dari pengaruhnya. Bayu menghela napas, sedang Krisna mengamati Bayu dengan intens, ia tidak mengerti ada masalah apa tapi melihat raut sendu Bayu membuat hati Krisna sedikit tersentuh.


"Andre?" tanya Krisna bingung.


"Rektor universitas kamu. Saya curiga dia bermain dibelakang adik saya. Saya tidak ingin adik saya terluka karena pria brengsek itu." ujar Bayu.


Apakah Ariana adalah selingkuhan Andre?


Krisna tanpa sadar mengepalkan tangannya. Dada Krisna terasa sesak memfikirkan itu. Namun fakta tentang pengobatan dan biaya kuliah Ariana yang ditanggung pria itu membuat Krisna semakin curiga. Jika semua itu benar, Krisna tidak bisa menerima kenyataan itu. Kepala Krisna terasa sakit membayangkan itu.

__ADS_1


"Saya kira kamu paham maksud sayakan" ucapan Bayu menyadarkan Krisna dari lamunannya. Ia melirik perubahan ekspresi Krisna, ia tahu pasti Krisna menyadari hal yang tidak wajar antara Andre dan anak angkatnya.


Krisna menggangguk, ia tidak bisa lari lagi. Lagi pula tugasnya hanya mengawasi Andre ketika di kampus. Bukan menjaga putri tunggal Bayu Nasution yang kejam itu, Krisna bernapas lega. Namun ia merasakan rasa takut, hal yang ia pikirkan akan menjadi nyata. Jika Ariananya adalah simpanan Andre.


"Kalau begitu saya pergi dulu." Krisna pamit meninggalkan Bayu, ia ingin segera mencari tahu.


"Assalamualaikum," ujar Krisna.


"Waalaikumsalam." Bayu nasution tersenyum, ia tahu Krisna pasti menerima tawaran ini. Karena hal itu berhubungan dengan wanita yang Krisna cintai.


"Semoga berjalan sesuai rencana." Ujar Bayu dalam hati. Ia cukup menjadi penonton untuk saat ini. Biar Krisna yang menyelesaikan semuanya.

__ADS_1


Krisna menutup pintu itu dengan tangan bergetar. Ia langsung lari keluar rumah Bayu Nasution dan menaiki mobil miliknya. Ia harus mencari kebenarannya, walaupun itu pahit lagi pula ini adalah hutang budi dan rasa penasarannya begitu menyeruak tentang keakraban antara Ariana dan Andre. Krisna mengendarai mobilnya dengan cepat, ia harus ke rumah sakit menemui Ariana. Krisna yakin Arianna berada di sana. Jantung Krisna berdebar, perasaannya campur aduk antara rindu, takut dan khawatir


__ADS_2