Luka Seorang Perempuan

Luka Seorang Perempuan
Bab 14


__ADS_3

“Menikahlah denganku,”  ujar Krisna.


Ariana menarik tangannya dari genggaman Krisna, “Aku tidak bisa” tolaknya.


“Kenapa?"


“Karena aku tidak pantas untukmu, kamu sudah dengar sendiri bukan betapa menjijikannya aku” Ariana merendahkan diri, ia merasa tidak pantas untuk pria itu. Krisna terlihat sangat sempurna di matanya.


“Aku tidak peduli,”


“Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik”


“Bagiku kamu yang terbaik buat aku,”

__ADS_1


“Ariana dengar aku, aku mencintaimu dengan tulus aku tidak pernah peduli semua keburukanmu. Karena aku yakin aku bisa membimbingmu menjadi lebih baik. Lagi pula kamu melakukan semua ini demi ibumu kan, kalau aku jadi kamu aku pasti tidak akan sanggup melakukan itu mungkin aku akan bunuh diri atau membiarkan ibuku mati. Tapi kamu merelakan harga dirimu demi baktimu.”


“Aku tahu kamu menikah sirih dengan Andre, berpisahlah dan menikah denganku”


“Mulai sekarang aku yang akan membiayai semua kebutuhanmu dan ibumu.” Krisna sudah memutuskan untuk kembali ke kehidupannya yang dulu ia tinggalkan. Semalam ia menghubungi kakeknya dan bersedia menggantikan posisinya dengan syarat ia boleh menikahi Ariana. Tentu saja kakeknya itu langsung setuju mengingat ia hanya memiliki satu cucu laki-laki yaitu Krisna, sedang ayah Krisna dari dulu menolak untuk menjadi penerusnya lebih memilih karirnya sebagai guru di sebuah sekolah swasta.


Krisna menatap Ariana lekat-lekat ia tahu perjuangan gadis ini, ia sudah mencari tahu rahasia Ariana. Sejujurnya Nasutionlah yang menceritakannya, pria itu tidak ingin langsung ikut campur, makanya ia menyerahkan pada Krisna. Karena Nasution tathu Krisna mencintai Ariana dan gadis kecil itu telah lama menderita hidup dengan kekasaran Andre. Ia kira Nasution membenci Ariana karena telah menjadi istri sirih Andre, tapi nyatanya mantan kapolda itu malah mengasihani kekasihnya. Ia bilang ayahnya sendiri yang menjual putrinya itu. Krisna tidak bisa membayangkan hal itu. Andai saja ia datang lebih dulu di kehidupan gadisnya pasti Ariana tidak akan mengalami hal seperti ini. Ia menyesali kehadirannya yang begitu terlambat untuk gadis ini.


“Kamu mencintaikukan?” tanya Krisna.


Ariana mengangguk, “Jadilah milikku,” bisik Krisna pelan.


“Maaf,” ujar Krisna. Pria itu memeluk Ariana erat.

__ADS_1


“Andai saja aku datang lebih dulu di kehidupan kamu sebelum Andre, kamu pasti tidak akan merasakan hal ini.”


Ariana tertegun mendengar itu, Krisna malah menyalahkan dirinya karena terlambat datang ke kehidupannya. Matanya berkaca-kaca, ia menangis tersedu-sedu. Ia merasa sangat beruntung memiliki Krisna.


“Maaf, seharusnya aku yang meminta maaf. Karena telah membohongi kamu.” Ucap Ariana di sela tangisannya.


“Kadang aku menyesal kenapa aku harus terlahir cantik, andai saja aku tidak cantik ayahku pasti tidak akan menjualku.”


“Terimakasih Krisna, kamu benar-benar pahlawanku. Aku tidak bisa membayangkan jika kamu tidak pernah hadir di hidupku. Aku pasti akan terus hidup dengan kehidupan seperti itu.”


Krisna melepaskan pelukannya, ia menghapus air mata Ariana. Menatap gadis cantik di hadapannya dengan dalam, wajah itu begitu meneduhkannya. Krisna tidak sanggup melihat kesedihan terlukis di sana.


“Kita mulai semuanya dari awal, urusan Andre biar aku yang mengurusnya.”

__ADS_1


__ADS_2