
"Duduklah."
"Tidak usah khawatir sebentar lagi jam kuliah. Mereka pasti akan kembali ke kelas. Hanya tinggal menunggu 10 menit lagi."
"Jadi kamu tidak perlu repot meladeni mereka. Kamu hanya perlu diam dan tersenyum menanggapi mereka." Ujar Krisna.
Ariana menyiapkan makanan yang ia bawa. Ia memberikan itu pada Krisna. Membiarkan pria itu makan dengan lahap.
"Kamu sudah makan?" Tanya Krisna dan benar apa yang pria itu katakan taman sepi sekarang. Hanya ada dia dan Krisna.
"Sudah tadi sebelum kesini."
"Seharusnya kamu jangan makan dulu. Aku ingin makan berdua dengan kamu." Ujar Krisna manja. Ariana tersipu, hal itu membuat Krisna tertawa.
"Maaf."
"Tidak usah minta maaf, aku hanya bercanda."
"Bagaimana tinggal bersama ibuku? Apakah dia merepotkanmu." Tanya Krisna. Sudah 2 minggu ini Ariana tinggal bersama keluarganya dan terpisah dari Krisna. Keluarganya tidak mengizinkan mereka berdua tinggal bersama sebelum menikah.
"Tidak, mereka sangat baik. Bahkan menganggapku sebagai anak mereka. Mereka memanjakan kulit setiap saat."
"Alhamdulillah." Disela makannya ia terus mengajak Ariana berbicara. Ia tidak ingin melewatkan waktu sedikitpun dengan gadis pujaannya itu.
"Kamu tumben mengantar saya makanan. Ada maksud apa?" Krisna bertanya, karena tidak seperti biasanya Ariana melakukan ini. Apakah gadis itu merindukannya? Krisna ingin mendengar itu. Karena Ariana tidak pernah mengatakan hal itu padanya.
"Hanya ingin." Krisna kecewa mendengar itu. Padahal ia berharap jawaban yang lebih dari Ariana. Ia berharap ini adalah bentuk perhatian atau wanita itu sedang merindukannya jadi ia mengantarkan makanan hanya untuk bertemu dengannya.
Ariana menyadari raut wajah Krisna yang berubah. "Makanannya tidak enak ya?" Tebak Ariana. Gadis itu khawatir melihat wajah kecewa Krisna. Krisna menggeleng, pria itu sebal dengan Ariana yang tidak mengerti perasaanya.
"Enak kok."
"Syukurlah. Aku kira kamu tidak suka."
"Kalau tidak suka bisa mas buang."
__ADS_1
"Tidak aku suka masakan apapun yang kamu buat."
"Terimakasih."
"Kalau begitu Ariana mau pulang. Mama Krisna tadi mengirim pesan mau mengajak Ariana pergi." Ujar Ariana. Hal itu membuat Krisna kecewa bahkan gadis itu meninggalkannya disaat ia belum habis makan.
"Kamu tidak ingin menemani saya makan?"
"Maaf, tapi mama sudah janji dengan saya. Tidak mungkin Ariana mengecewakan mama." Krisna terpaksa setuju ia membiarkan gadis itu pergi. Walau hatinya tidak rela. Karena tidak bisa menghabiskan waktu bersama Ariana. Namun ia tidak sengaja menangkap sebuah kertas yang tertinggal di dekat kotak makan. Sudut bibirnya, gadis itu meninggalkan sebuah pesan untuknya.
Dear Krisna
Aku rindu kamu. Maaf tidak bisa lama untuk menemanimu...
Pesan singkat yang membuat hati Krisna melambung. Pria itu langsung menghabiskan makanannya dengan lahap. Ia senang mendapati jika gadis itu juga merindukannya.
Krisna bersenandung pelan mencurahkan isi hatinya.....
Bila kusuka kamu
Bila ku selalu rindu
Cantik karena kau buatku rindu
Kau diturunkan ke dunia
Bagai puteri indah
Indah hati indah segalanya
Kan menerbangkan mimpiku
Segera bertemu kamu
Oh aku
__ADS_1
Ku menanti kamu
Cantik, kamu, maukah menemaniku?
Berjalan menyusuri waktu
Canti maukah kau menjadi kekasihku
Yang menerbangkan kisah indah pada waktunya
Pada waktunya
Kau diturunkan ke dunia
Bagai puteri indah
Indah hati indah segalanya
Kan menerbangkan mimpiku
Segera bertemu kamu
Oh aku
Ku menanti kamu
Cantik, kamu, maukah menemaniku?
Berjalan menyusuri waktu
Canti maukah kau menjadi…
(Devano- Kisah Indah)
***
__ADS_1
jangan lupa Follow Instagram author @wgulla_