Luka Tak Termaafkan

Luka Tak Termaafkan
Bab 27 - Isi Hati Serumi


__ADS_3

Serumi sedang melamun diteras, dia kangen sama sahabatnya Seira. Oh ya apa kabar dengan Seira ya? Apa dia bahagia disana? Semoga saja iya, kau pasti akan sangat senang melihat Aaron tumbuh begitu cepat.


Andai kau masih disini bersama kita pasti Aaron akan sangat bahagia. Kau tahu Ra? Aaron tumbuh dewasa dan tampan seperti ayahnya, manis dan cerdas sepertimu. Dia juga tidak pernah bersedih.


Sepertimu, dia pandai menyembunyikan kesedihanya dihadapan semua orang. Tapi dia sangat Jahil Ra, entah keturunan siapa. Kadang ketika malam, aku sering melihat Aaron melamun sambil memandang keatas langit.


Dia pernah berkata padaku, bahwa dia sedang berdoa kepada para bintang untuk menjaga kedua orangtuanya diatas sana. Aaron juga berkata bahwa kalian berdua sedang berbahagia diatas sana.


"Jangan mencemaskan Aaron, Aaron baik disini. Ketika sudah waktunya pasti kita akan berkumpul, kalian tunggu saja Aaron, Aaron sayang kalian."


Tes!


Satu air mata lolos dari pipi cantik Serumi, dia amat sungguh berdosa sudah membohongi Aaron tentang orangtuanya. Lebih baik jika memang Aaron tidak punya orangtua sekalian, daripada kenyataanya begini.


"Mama kenapa mama menangis?" Panggil seseorang anak kecil berumur empat tahun. Dialah Serena atau biasa dipanggil Nana, dia adalah anak kandung Serumi dengan Jerendra.


"Enggak sayang, mama nggak papa kok." Serumi buru-buru menghapus air matanya.


Bocah itu duduk dipangkuan Serumi. "Pasti kangen papa ya?"


"Hmmmmm?" Serumi menggelitiki perut Nana mereka tertawa terbahak bahagia sekali.


"Papa pulang...!" Dialah Jerendra yang baru saja pulang dari luar kota.


"Papa!" Teriak Nana yang sudah berlari memeluk Jerendra.


Cup!


"Anak papa sudah besar ya, sudah jagain mama?" Tanya Jerendra sambil menciumi anaknya. Serumi membawa tas Jerendra masuk kedalam.


"Udah dong pa!"


"Anak pinter, papa ada hadiah buat kamu. Ada didalam sana ambil."

__ADS_1


"Horeee...makasih pa!"


"Jangan lupa sisain buat yang lain ya sayang...!" Nana mengangguk dan berlari memilih oleh-oleh buatnya.


Jerendra masuk kekamar dan langsung meluk Serumi yang lagi membelakanginya. "Kangen…"


"Aku juga." Serumi membalikan tubuhnya untuk menghadap wajah lelah suaminya.


"Aku mau ngisi daya." Serumi yang mengerti kode itu langsung menguci pintu kamarnya.


Tenang Nana kalau sudah dapat oleh-oleh dari appanya akan sibuk dengan dunianya sendiri jadi nggak bakal ganggu kok. Yah kalian tau sendiri apa yang terjadi.


...*****...


Setelah mereka selesai, Serumi mempersiapkan makanan untuk para anak-anak panti. Jerendra sedang membagikan oleh-oleh untuk mereka semua.


Sebenarnya pernikahan mereka dulu tidak direstui oleh keluarga Jerendra. Papa Jerendra sudah mentunangkan Jerendra dengan kolega bisnis. Tapi Jerendra menolak pertunangan itu dan lebih memilih Serumi.


Dia sungguh tahu betul sakitnya tidak memilki orang tua.


Ketika Serumi menjauh sungguh Jerendra sangat hancur. Dia sangat mencintai Serumi melebihi apapun. Jadi, Jerendra mengalah dan menerima pertunangan itu.


Tapi mamanya sangat tahu bahwa anaknya sedang dalam keadaan tidak baik. Mamanya sungguh prihatin. Dia menemui Serumi dan memintanya untuk tidak menyerah dengan Jerendra. Tapi Serumi dengan sopan menolak itu karena dia merasa tidak pantas.


Papa Jerendra juga tahu jika anaknya terpaksa, tapi dia tidak mengatakan apapun. Sebenarnya dia tidak memaksa Jerendra untuk pertunangan itu dia hanya ingin tahu sampai mana perjuangan Jerendra untuk mendapatkan apa keinginannya.


Setelah beberapa tahun tidak ada kabar, Jerendra mengirimi undangan pernikahan untuk Serumi. Tentu Serumi datang walau dengan hati yang sakit.


Ditinggal sahabat, ditinggal kekasih, ditambah beban yang harus dia tanggung untuk mengurus panti. Dia wanita yang sangat tangguh dan hebat.


Semua masalah dia hadapi sendiri dengan sabar. Namun semuanya terbayarkan, dia menadapat akhir yang bahagia karena keteguhan hatinya.


Di hari dia datang ke pernikahan Jerendra, mempelai wanita bukanlah orang lain melainkan dirinya sendiri. Dihari yang sama dia dilamar dan dihari itu juga dia menikah.

__ADS_1


Grep!


”Kenapa melamun?” Jerendra memeluknya dari belakang.


“Ehm, nggak papa. Cuma keinget masa lalu.” Serumi membalikan badanya menghadap Jerendra.


Cup!


Jerendra mencium dahi Serumi, “Ingat yang bahagia saja. Yang sedih-sedih lupakan.”


Sambil tersenyum Serumi menggangguk, “Oke.”


Hp Serumi berbunyi dia mengambilnya untuk melihat siapa yang menghubungi. Melihat keengganan Serumi untuk mengangkat panggilan yang masuk membuat Jerendra bertanya dari siapa.


Serumi memperlihatkan layar hpnya, “Dandy.”


Jerendra mengangkat panggilan itu dengan raut wajah datar. “Apa!”


“……”


Jerendra mendecih, “Kita tidak ada urusan lagi!”


“……”


Jerendra mengejek, “Carilah sampai keujung dunia, kau tidak akan menemukannya karena dia sudah berada di surga!”


Klik!


Serumi memijat punggung Jerendra memberinya ketenangan. “Apa kita harus jujur dengan Aaron?”


Jerendra menggelengkan kepalanya. “Belum saatnya.”


“Baiklah….”

__ADS_1


__ADS_2