Luka Tak Termaafkan

Luka Tak Termaafkan
Ending - Tak Termaafkan


__ADS_3

“Kau masih sangat egois, selalu memaksakan kehendakmu sendiri. Kau tahu Dan, luka yang kau buat dulu itu tak akan pernah termaafkan!”


Masih terngiang kata-kata Seira kemarin, Dandy memang salah tapi—dia sudah tak tahu lagi sekarang harus bagaimana. Dandy bisa bertahan selama ini karena Keira, setelah Keira pergi entah Dandy bisa menjalani hidup lagi atau tidak.


Menangis dan tertawa secara bersamaan, membuat sang ibu sangat khawatir dengan keadaan anaknya itu. Maka sang ibu memutuskan untuk menemui Seira.


Setelah mendengar bunyi bel, Aaron yang sedang menyusun sepatu di rak beranjak untuk membuka pintu. Seira masih didapur memasak dibantu oleh Daewi.


Cklek!


“Ah Aaron.”


Aaron terpaku, dia adalah neneknya. Dibenaknya dia bertanya-tanya kenapa neneknya kesini.


Aaron mempersilahkan orang tua itu untuk masuk, “Silahkan masuk.”


Aaron menuju ke dapur untuk memberitahukan ibunya bahwa sang nenek berada disini.


Seira menaruh clemek dan mematikan kompor, meminta Daewi untuk menyiapkan segelas air. Daewi menurut sedangkan Aaron mengikuti Seira.


Setelah Daewi membuatkan minuman untuk sang tamu dia pergi karena tak mau mendengar pembicaraan orang dewasa. Dia hanya memberi tahu ke bibinya bahwa nyonya Atmajaya kesini.


Sekarang ruang tamu begitu sunyi, hanya bunyi jam dinding yang berdetak. Maupun Seira dan nyonya Atmajaya tidak mengatakan sepatah katapun. Karena Seira juga masih tidak bisa memaafkan perlakuan yang dia terima dulu.


Aaron menatap nenek dan ibunya secara bergantian, diapun tidak tahu harus melakukan apa.


Nyonya Atmajaya menghela nafas, “Saya kesini atas nama Dandy. Saya tahu yang kami lakukan dimasa lalu adalah kesalahan yang fatal dan mungkin tidak bisa kau maafkan nak Seira. Kau boleh melakukan apa saja tapi tolong sekali ini saja maafkan Dandy.”


Seira sudah tahu kemana arah pembicaraan ini, nyonya Atmajaya pasti akan memintanya untuk memaafkan Dandy.


“Kalau saya memaafkan anak anda, apa anda mau berjanji satu hal? Jangan pernah menemui saya dan anak saya lagi.”


Seira tidak mau Dandy terus ada dikehidupan mereka.


Nyonya Atmajaya terkesiap, “Itu—”

__ADS_1


Itu hal yang tidak mungkin, karena sekarang anaknya sedang terpuruk, dia sangat membutuhkan penyemangat hidup.


Awalnya dia kesini untuk meminta agar Aaron menemui Dandy dan menyemangatinya. Tapi melihat tatapan kebencian Seira kemarin dipemakaman Keira, sudah sangat jelas bahwa Seira tidak akan pernah memaafkan mereka.


Nyonya Atamajaya tidak menyerah, “Kau boleh meminta apapun pada ku. Tolong sekali ini saja biarkan Aaron—”


Seira sudah sangat muak sekarang, apakah harga dirinya serendah itu. Perkataan nyonya Atmajaya mengingatkannya waktu dulu dia sedang mengandung Aaron.


Seira berdiri, “Kau mau ikut Dandy?”


Tentu saja Aaron langsung menggelengkan kepalanya ribut. Apa-apaan ini, walau Dandy memang ayah kandungnya tapi dia telah menelantarkannya dan tidak menerima kehadirannya.


“Gak ma!” Aaron sangat serba salah.


“Jadi nyonya Atmajaya, sampai kapanpun saya tidak akan mau memaafkan Dandy dan keluarga anda.”


Seira melangkah pergi meninggalkan nyonya Atmajaya yang menundukkan kepalanya.


Dia lalu beranjak pulang setelah berpamitan kepada Aaron.


Aaron bilang ke Seira bahwa dia akan kepanti untuk menjenguk Nana. Dia sangat rindu dengan Nana dan anak panti lain. Dijalan dia membelikan beberapa jajan untuk anak-anak panti lain.


Ketika sampai bibinya dan Nana langsung memeluknya karena kangen. Disinilah Aaron merasakan kebahagiaan yang lama. Kenapa dipanti dia merasa lebih bahagia daripada tinggal dengan ibunya dan keluarga yang dia impikan selama ini?


“Kenapa melamun A?” Jerendra menyenggol lengan Aaron yang sedang melamun sendirian diteras.


“Aa cuma kangen sama suasana panti paman.” Aaron mencoba memaksakan senyumannya.


“Nih bibi bawain biskuit kesukaan Aa sama teh campur susu.” Serumi membawakan biskuit buatannya sendiri untuk Aaron. Dari kecil Aaron sangat menyukai biskuit itu.


“Makasih bi.” Aaron melamun lagi.


Jerendra dan Serumi tahu bahwa Aaron sedang mengalami masalah berat dalam hidupnya. Bangun dari koma dikejutkan dengan keberadaan sang ibu yang dia kira telah meninggal ternnyata masih hidup.


Lalu setelah membaik, dia dikejutkan lagi dengan kehadiran sang ayah yang dikira sudah meninggal ternyata masih hidup juga. Dan ternyata dia memiliki seorang adik tiri yang baru saja meninggal.

__ADS_1


Kini Aaron pasti sedang sangat bingung.


“A, hidup akan selalu berputar. Kadang dibawah, kadang diatas. Kadang kita bahagaia dan ada kalanya juga kita bersedih. Jangan jadikan satu patokan, kita harus selalu siap buat mengahadapinya. Tapi ingatlah semuanya pasti akan berlalu.” Jerendra menepuk pundak Aaron.


Serumi menggenggam tangan Aaron, “Jika Aa mau menangis, menangislah keluarkan semua unek-unek yang Aa pendam. Bibi sama paman akan selalu ada disini, dihati Aa buat kekuatan Aa.”


Benar saja setelah Serumi mengatakan itu bulir air mata yang Aaron pendam dari tadi tumpah. Seperti biasa, Aaron menangis tanpa suara. Bahkan didepan ibunya Aaron tidak bisa menangis seperti ini.


Paman dan bibinya yang selama ini selalu ada dibelakangnya, memberi semangat dan kasih sayang yang tulus untuknya.


Serumi menghapus air matanya ikut sedih juga melihat Aaron yang menangis sesenggukan. Apalagi dia sudah menahannya sejak lama. Aaron memang tidak cengeng, dari kecil bisa dihitung berapa kali anak itu menangis.


Alasan Aaron menangis hanya karena dia rindu dengan orangtuanya yang sudah meninggal. Dan sekarang dia juga menangis karena orang tuanya yang masih hidup.


“Apa pa— Dandy memang tidak bisa dimaafkan?” Dengan air mata yang masih berlinang Aaron bertanya kepada Jerendra dan Serumi.


“Jika diposisi Seira, pasti akan sulit untuk memaafkan Dandy.” Jerendra menghela nafas, “Tapi sebrengsek apapun Dandy dia tetap ayahmu. Sudah kewajibanmu untuk memaafkannya.”


Walau tak rela akhirnya Jerendra berkata seperti itu, dia tidak mau Aaron tumbuh menjadi sosok anak yang membenci ayahnya. Dia masih dan akan selalu membenci Dandy tapi dia tak mau mengajari Aaron menjadi seorang pembenci.


Aaron menghapus air matanya, “Benarkah?”


Jerendra dan juga Serumi menganggukan kepalanya. Mungkin bagi Seira itu akan sangat sulit, tapi Aaron juga adalah korban dari mereka berdua.


Aaron beranjak untuk berpamitan, dia sudah sangat lega setelah memgeluarkan unek-uneknya selama ini dengan orang yang tepat. Bibinya menyuruhnya untuk menginap saja hari ini tapi Aaron menolak.


Jika tidak sekarang mungkin Aaron akan lebih berat untuk mengambil keputusan nantinya. Maka dia melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju ke sebuah rumah yang sangat dia hindari.


Dia lalu berhenti disebuah rumah megah, disinilah Aaron memantapkan hatinya. Dia memencet bel. Pintu terbuka menampakan seseorang yang tidak asing lagi dimata Aaron.


Aaron berkata dengan sopan, “Permisi….”


END


...- Endingnya memang begitu maaf ya reader, ini open ending jadi endingnya terserah pembaca. Aaron ke rumah Dandy mau memaafkan atau malah bilang agar Dandy tak mengusik hidupnya dan hidup Seira. Terserah imajinasi kalian mau apa. -...

__ADS_1


Bay bay sampai ketemu di project berikurnya🌸🫶


__ADS_2