Luka Tak Termaafkan

Luka Tak Termaafkan
Bab 34 - Rencana Daewi


__ADS_3

Daewi sedang celingukan mencari seseorang, tak lama dia menemukanya sedang duduk di taman lalu dengan cepat Dahwi memanggilnya.


"OM!" panggil Dahwi ke arah Dandy.


"Eh, Daewi bagaimana?" Dandy yang mendapat notifikasi dari Daewi langsung menuju ke tempat Aaron dirawat.


"Anda ada waktu sekarang, aku melihat mama Seira sedang keluar sebentar tadi." Ucap Daewi dengan semangat.


"Tapi ada Serumi kan," Dandy menebak sudah pasti Aaron tidak akan pernah ditinggal sendirian.


"Tenang, aku sudah punya rencana untuk bibi Serumi. Anda hanya harus cepat oke!" Ucap Daewi lalu beranjak meninggalkan Dandy.


Dandy mengendap seperti maling waktu menuju ke kamar Aaron. Dia bersembunyi ketika Daewi sedang membawa Serumi pergi. Entah apa yang dikatakan Daewi ke Serumi sehingga dia bersedia mengikutinya. Memang ajaib gadis itu pikir Dandy.


Cklek!


Pintu ruang rawat Aaron terbuka menampakan seseorang dengan setelan yang rapi dan gagah, dan ketampanan yang tidak memudar walau bukan remaja lagi sedang melangkah masuk kesana.


Orang itu Dandy.


Dia lalu duduk disisi ranjang Aaron dan menatapnya. Hatinya sangat sakit melihat anaknya sedang tidak berdaya dengan beberapa selang penopang kehidupan.


"Aaron, ini papa mu nak," ujarnya sambil menggenggam tangan Aaron.


"Apakah masih pantas disebut papa, sedangkan aku sangat jahat kepadamu, dan mama mu."


"Mungkin maaf saja tidak akan bisa menebus semua dosaku, tapi percayalah, aku sangat menyayangimu dan mama mu," Dandy mengusap air matanya yang mengalir.


Dandy masih terus berbicara dengan Aaron, tak lama pintu kamar Aaron terbuka, menampakan seseorang yang sedang menatapnya benci.

__ADS_1


Dialah Seira.


Seira tadi sedang tergesa karena ada rapat hari ini, tapi dia lupa meninggalkan Hpnya dikamar Aaron maka dia kembali.


"Kau! Untuk apa kau disini!" kata Seira sambil menatap Dandy dengan dingin.


Dandy terkesiap, “Seira—“


"Pergi!" Seira mengusirnya.


"Tapi Ra,"


Seira masih menatapnya dengan dingin, "Harusnya kau tak pernah kembali Dandy!"


"Maaf...tolong maafkan aku Seira," Dandy ingin memohon untuk kali ini saja biarkan dia disisi Aaron sebentar saja, tapi tatapan itu menyiratkan tidak ada kesempatan lagi untuknya.


"Pergi!" bentak Seira lagi dengan lebih dingin dan tatapan mata yang menusuk.


Seira yang masih menatap Dandy benci langsung beralih ke Aaron. Betapa senangnya dengan pergerakan Aaron. Tak lama Aaron mengerjapkan kedua matanya dan melihat kesekeliling. Seira membelakan matanya terkejut begitu pula Dandy.


"Aaron sayang kamu sudah bangun nak, ini mama sayang." kata Seira sambil menangis bahagia.


Aaron masih menyesuaikan apa yang di lihatnya. "Ma-ma?"


...*****...


Kondisi Aaron sudah lebih baik, dia sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa. Seira terus bersyukur karena tidak sesuai dugaanya. Aaron tidak membencinya dia malah menangis sambil terus memanggilnya.


Dandy? Dia sudah tidak terlihat sejak Aaron membuka matanya. Dandy menepati janjinya tidak kembali lagi. Waktu itu, beruntung Aaron tidak sadar jika ada Dandy disampingnya. Jadi Seira tidak perlu repot menjelaskannya.

__ADS_1


Tapi lama-lama Aaron pasti akan bertanya, apakah ayahnya masih hidup atau tidak. Karena selama ini yang dia tahu kedua orangtuanya sudah meninggal. Dan ketika Seira muncul pasti dia akan berpikir bahwa ayahnya juga masih hidup.


Seira ingin egois sekali saja, rasanya dia sudah sangat benci dengan kehadiran Dandy. Kenapa dia harus muncul dikehidupanya lagi.


"Aa, kamu sudah baikan nak?" tanya Serumi sambil menata beberapa makanan yang dia bawa.


Aaron mengangguk, memang belum sepenuhnya pulih tapi sudah mendingan menurut Aaron. "Mama dimana bi?"


"Oh, dia sedang keluar sebentar." Seira memang menjemput Serumi tadi, tapi katanya dia ada urusan.


Sebenarnya Seira sedang menghukum Daewi, karena ulah Daewi kemarin. Anak itu memang benar-benar, bahkan Jerendra memarahi Daewi habis-habisan. Jerendra sangat kecewa dan menuduh Dandy meracuni otak Daewi.


Lagi-lagi Aaron mengangguk. "Bi, Aa bosen dikamar, boleh anter Aa jalan-jalan?"


"Tapi diluar lagi dingin sayang,” sekarang sedang musim hujan, walau hujan sudah reda tapi angin masih bertiup kencang.


"Ayolah bi, sebentar sajaa ... ya...ya…yaa…" rengek Aaron memelas.


Mau tak mau Serumi menurutinya. Setelah memastikan Aaron hangat dia membawa Aaron keluar dengan kursi roda, mereka sekarang ditaman rumah sakit.


Aaron menghirup udara sebanyak-banyaknya rasanya segar sekali. Serumi tiba-tiba bilang dia ingin ke kamar kecil dulu. Dia meminta Aaron agar jangan kemana-mana. Aaron mengangguk dengan patuh.


"Haii..." sapa seseorang yang mendekat ke arah Aaron.


Aaron menoleh dan mendapati orang itu sedang tersenyum ramah kearahnya.


"Boleh aku duduk?" tanya orang itu.


Aaron mengangguk dengan canggung. Kenapa harus bertanya padanya, inikan taman punya rumah sakit batin Aaron terheran.

__ADS_1


Orang itu berdehem untuk memecah keheningan. "Ekhm, perkenalkan nama saya—"


"Aaron!"


__ADS_2