
Dulu setelah Dandy lulus dari sekolahnya, dia kembali lagi untuk menemui Seira dan akan bertanggung jawab atas semuanya. Tapi Seira sudah tidak ada, dia kegilangan jejak Seira. Dandy mencoba bertanya kepada bibi Seira, mereka malah dipenjara karena kasus penggelapan uang perusahaan.
Mencoba bertanya kepada semua sahabatnya, mereka tidak ada yang tahu, terakhir kepada Serumi yang berakhir di hajar kembali oleh Jerendra. Berbagai cara sudah Dandy lakukan untuk mencari keberadaan Seira tapi nihil.
Dandy putus asa apalagi ketika Jerendra bilang bahwa Seira sudah bahagia disyurga bersama anaknya. Hancur sudah harapan Dandy. Dan ayahnya malah menyuruh Dandy untuk menikahi anak perusahaan temanya untuk menyelamatkan perusahaan ayahnya yang waktu itu dalam kesulitan.
Dandy? Tentu tidak bisa menolaknya. Mereka menikah tanpa ada rasa cinta, tapi perempuan itu sangat mengerti Dandy. Masalahnya ibu mertuanya menginginkan mereka cepat diberi cucu. Dandy memulai membuka hatinya walau separuhnya masih tetap punya Seira.
Mereka hidup bahagia dengan dikaruniai dua anak kembar bernama Keira dan Karina. Tapi, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama, karena sebuah kecelakaan tragis yang menimpa mereka, sehingga Dandy harus kehilangan istrinya dan anak pertamanya.
Anak keduanya Keira selamat, tapi dia memiliki kelainan yaitu ginjalnya yang tidak sehat. Segala sesuatu sudah Dandy lakukan untuk mengobati Keira tapi belum berhasil. Mereka lalu pulang ke Indonesia setelah ayah Dandy meninggal karena sakit.
Ketika Dandy akan kekantor bertepatan dengan Aaron kecelakaan. Dia menolong Aaron tanpa tahu dia adalah darah dagingnya sendiri. Waktu bertemu dengan Seira dan yang lain, dan mengetahui jika Aaron adalah anaknya, tentu Dandy sangat tidak percaya.
Apakah tuhan sedang mempermainkanya?
Dandy terisak, semua penyesalan yang coba Dandy tutupi kini mengahantuinya dan mengikuti kemanapun Dandy pergi seperti bayanganya sendiri. Dan Dandy tidak ingin kehilangan dan menyesal untuk kedua kalinya.
Dandy sedang ada rapat penting tapi ponselnya tidak berhenti bergetar. Terpaksa ia menunda rapatnya dan mengangkat panggilan itu. Ternyata itu dari asisten rumah tangganya.
"Hallo.."
"Hallo tuan, nona pingsan lagi tuan, saya baru saja membawanya ke rumah sakit"
Dandy terburu-buru dan langsung pergi menuju RS.
"Bagaimana keadaanya?" tanya Dandy terenggah-enggah. Dia nampaknya habis berlari.
"Masih didalam tuan." jawab sang asisten dengan raut khawatir.
__ADS_1
Tak lama dokter keluar dan membawa Dandy untuk ikut keruanganya.
"Bagai mana dok?" Dandy bertanya dengan gelisah. Ingin cepat-cepat mengetahui keadaan Keira.
"Maaf tuan, kita harus segera menemukan pendonor ginjal utuknya segera, karena kondisi putri tuan semakin menurun." Jawab sang dokter.
Dandy mengusap wajahnya kasar, cobaan apa lagi ini ya tuhan. Jika engkau sedang menghukumnya mohon jangan sakiti anaknya cukup dia saja yang menanggungnya.
Dandy berjalan dengan lesu ke ruangan putrinya Keira, yang masih terlelap dengan wajah damainya. Dandy duduk disamping Keira sambil memikirkan masalalu. Jika saja dia bisa bertanggung jawab semua tak akan begini.
"Papa...\~"
Dandy tersentak dan langsung sadar dari lamunanya. "Iya sayang, haus?"
Keira menganggukkan kepalanya dan Dandy langsung mengambilkan air untuknya.
"Kei ingin pulang pa, bosan di disini." rengek Keira yang sudah hampir dua bulan dia disana.
"Siap pa!" Ucap Keira sambil berpose hormat.
Keira juga sebernarnya sudah tahu tentang penyakitnya. Tapi dia selalu ceria dan tidak pernah mengeluh kepada Dandy. Anak itu sangat tidak ingin membuat orang lain khawatir.
...*****...
Dandy sedang pergi karena ada urusan dan bibi penjaganya sedang membeli kebutuhannya. Keira sangat bosan dikamar sendiriran dan dia memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar. Dia lalu keluar menuju taman dan melihat seseorang yang sedang menikmati udara segar disana. Keira lalu memutuskan untuk menghampirinya.
"Hai...\~" sapa Keira ceria, "Boleh aku duduk ?"
Orang itu mengangguk dengan canggung. Hening beberapa saat. Karena Keira orangnya itu mudah akrab dia memberanikan diri untuk mengenalkan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Perkenalkan namaku—"
"Aaron!" Panggil seseorang dari jauh.
Mereka menoleh dan mendapati seseorang sedang memanggil nama Aaron. Orang itu adalah Seira sambil menenteng beberapa belanjaan.
"Mama," jawab Aaron sambil tersenyum.
"Kenapa diluar, sedang dingin ini nanti kamu masuk angin sayang." Ucapnya dan merapikan selimut yang dipakai Aaron agar tetap hangat.
Keira yang memperhatikan interaksi mereka menjadi rindu dengan ibunya, karena hanya sebentar dia meraskan kasih sayang seorang ibu, dan ibunya malah pergi terlebih dulu. Tak terasa Keira menitikan air matanya.
Seira yang baru menyadari kehadiran Keira langsung menyapanya. "Hai anak manis—eh kamu kenapa menangis?"
Keira langsung meyeka air matanya. "Hallo tante, enggak tadi cuma kelilipan kok hehe."
Seira bertanya, "Siapa namamu?"
"Keira tante, boleh panggil Kei," jawab Keira dengan senyum ramahnya.
Senyuman itu mirip seseorang, batin Seira merasa dejavu. "Eh, kamu nggak kedinginan cuma pake kaya gitu?"
Keira menggelengkan kepalanya cengengesan. Lalu Seira melepaskan jaket dan syalnya dan dipakaikan untuk Keira.
Keira yang baru pertama kali diperlakukan seperti itu merasa sangat nyaman dan hangat. Dia tidak bisa menahan air matanya lagi.
"Nah! Selesai, ehhh kamu kenapa Kei?" Seira panik karena mendapati Keira sudah sesenggukan.
"Maaf tante Kei nangis didepan tante ugh...." ucap Keira disela tangisannya.
__ADS_1
Seira langsung memeluknya dan mencoba memberi ketenangan dan malah membuat tangis Keira semakin menjadi.
Aaron yang juga bingung hanya menjadi penyimak saja. Setelah tangisnya reda, Keira mengucapkan terimakasih karena Seira mau meminjamkan pelukanya dan dibalas senyuman oleh Seira.