
Kalau Alden bisa pacaran kenapa Bianka enggak? Bianka sekarang udah dandan rapi niatnya hari ini dia mau kencan sama Andre, temen Theo yang sudah dikenalnya selama satu mingguan ini. Andre dengan terang-terangan berkata kalau dia mau pedekatein Bianka. Dan sekarang Andre malah suka anter jemputin Bianka ke sekolahnya.
Semua itu tentu saja tak lepas dari pengamatan Alden. Karena anak-anak suka gosipin Bianka yang selalu dianter sama cowok ganteng blasteran surga. Waktu itu Alden nggak sengaja denger ini dari ratunya gosip—Ayunda dikantin bareng squadnya.
"Eh udah pada tau belum kalau kak Bianka itu udah move on dari kak Chris?" Ayunda memulai gosipannya, yang ditanggepin serius cuma oleh Milka. Yang lain cuma nanggepin biasa. Adik kelas yang nggak terlalu akrab sama Alden memang memanggilnya itu Chris.
"Wah move on kesiapa?" Milka sangat antusias.
"Aku nggak tau dia siapa, bukan anak sini tapi dia ganteng banget sumpah kayak blasteran Surga njir!" Ayunda melebay-lebaikan.
Kan buat Milka jadi makin penasaran, "Sumpah? Aku mau lihat orangnya dong—"
Ekhm!
Deheman Arbie berhasil menghentikan aksi gibahan dua cabe itu. Arbie nggak cemburu kok cuma Arbie baru sadar bahwa Chris ada dibelakang meja mereka, jadi otomatis Chris denger semuanya.
Dua cabe itu lalu ikut melihat kearah Arbie lihat, dibelakang meja mereka persis ada Chris yang lagi makan dengan cuek serasa tak mendegar apapun yg mereka gosipkan. Dengan canggung Milka dan Ayunda menganggukan kepalanya kearah meja Chris.
Nah gara-gara itu Alden jadi tahu bahwa Bianka itu punya gebetan baru. Emang dia akui kalo Andre itu ganteng tapi menurutnya masih gantengan dia kemana-mana.
"Galau kan lo tiang!"
"Nggak, siapa yang galau." elak Alden sambil minum es buahnya. Tapi matanya tak lepas dari sosok disebrang sana yg sedang tertawa dengan teman-temanya.
"Ya nggak usah dilihatin gitu banget juga. Kalo suka tinggal bilang, ntar diambil orang baru nyesel. Dan jangan minta bantuan ke gue lagi ini yang terakhir ya."
"Brisik banget si Van!" yang lagi bicara sama Alden itu Vanya.
Sebenernya Vanya itu anak dari adik mamanya Alden, mereka sodaraan bisa dikatakan kayak Theo sama Bianka, tapi mereka beda nenek. Dan yang jadian itu cuma pura-pura.
Alden minta bantuan Vanya buat jadi pacarnya untuk bikin Bianka cemburu, tapi malah mereka makin jauh. Bianka malah juga cari yang lain, memang salahnya si. Tapi semua udah terlanjur dan Alden terlalu gengsi buat bilang semuanya ke Bianka.
...*****...
Malam ini Andre mengajak Bianka ke club, Bianka biasanya paling anti sama tempat seperti itu, tapi kali ini dia mau cari suasana baru. Toh club itu punya Theo. Juga anak-anak biasa pada kesana makanya Bianka nggak khawatir.
Dan kebetulan juga Alden ada disana bareng Vanya sama temen-temenya juga. Mereka nggak sengaja ketemu, Bianka cuma natep Alden sekilas, lalu beralih menggandeng Andre dengan mesra.
Alden juga langsung menggandeng Vanya nggak kalah mesra, sampai Vanya kaget tapi setelah lihat Bianka, Vanya jadi mengehela nafasnya paham.
Alden berusaha buat mengabaikan Bianka yang kayaknya ditawarin minum oleh Andre. Alden mengira Bianka bakalan nolak tapi Bianka malah nerima itu dan meneguknya. Alden yang melihat itu menahan amarahnya.
Karena setaunya Bianka itu nggak pernah bisa minum, dia emang centil tapi nggak pernah mau bila diajak ketempat kayak gini apalagi sampe minum. Kesabaran Alden habis ketika lihat Andre mencium Bianka.
__ADS_1
Alden langsung berdiri dari duduknya dan langsung memukul Andre.
Buagh!
Andre yang nggak siap langsung tersungkur kebelakang, Bianka kaget dan langsung membantu Andre berdiri sambil menatap nyalang Alden.
"ALDEN MAU LO APASI?!" teriak Bianka persis didepan muka Alden.
Alden lalu menarik tangan Bianka paksa, dan ninggalin club itu dengan Bianka yang masih meronta, tapi tenaganya kalah besar dibandingkan Alden, jadi dia mengikuti kemana Alden menariknya.
Di club, Andre lalu tersenyum dan langsung menghubungi Theo untuk bilang bahwa tugasnya sudah selesai.
Jadi begini, waktu Theo habis menenangkan Bianka yang menangisi Alden pas jadian sama Vanya itu, Theo langsung meminta bantuan Andre buat ngasih pelajaran ke Alden dengan cara ngedeketin Bianka agar Alden cemburu.
"Gue minta bantuan lo dong! Mau ya bebebku. Unch-unch!" ujar Theo dengan dibuat-buat, Andre didepanya mau muntah. Mereka ada di rumah Andre.
"Jijik gue nyet!" jawab Andre sahabat baik Theo sambil nabok bibir Theo yang monyong-monyong itu.
"Sakit bego! Bibir seksi gue!" Theo ngusap-usap bibirnya.
Andre mutar bola matanya males. Gininih kalo berteman sama alien. "Jadi lo mau minta tolong apa?"
"Oh iya!" lalu Theo ngejelasin semuanya ke Andre.
Theo protes, "Bangsat! Itu baru gue pake belum ada seminggu ya!"
Andre mengangkat bahunya, "Yaudah kalau nggak mau—"
"Iya deh iya! Punya temen perhitungan banget sih." misuh Theo sambil ngelempar kunci mobil barunya itu kedepan Andre. Untung Theo anak sultan. Nah dan sekarang tugasnya Andre udah selesai kayaknya.
Beralih ke Alden yang masih narik Bianka membawanya ke tempat agak sepi. Bianka meringis, pergelangan tanganya sakit karena ditarik kenceng banget sama Alden. Tapi hatinya lebih sakit lagi, sebenarnya mau Alden itu apa si? Belum cukup mempermainkannya kah?
"Lepasin sakit!” Tapi Alden nggak ngegubris itu. "Lepasin gue sakit—hiks…."
Alden berhenti dan melihat kearah Bianka yang lagi nunduk sambil nangis. Sungguh hati Alden juga ngerasa sakit liat Bianka nangis karena ulahnya.
Alden lalu mendekat dan memeluk Bianka. Bianka malah makin kenceng nangisnya dan mukulin dada Alden.
"Lo jahat Al—hiks…"
"Iya gue jahat."
"Lo brengsek!"
__ADS_1
"Iya gue brengsek."
"Lo bego!"
"Iya gue bego."
"Gue yang bodoh karena cinta sama lo—hiks…"
"Iya gue bodoh—eh apa?"
Alden langsung melepaskan pelukanya dan menangkup pipi Bianka dan natep matanya yang bengkak karena menangis.
"Bi! Harusnya gue yang bilang itu!" protes Alden yang dihadiahi kekehan dari Bianka.
"Lo kelamaan, kan lo bego!" bales Bianka sambil ngusap air matanya. Alden ikut terkekeh juga, dan malah nyium kedua mata Bianka bergantian.
Cup\~
"Tapi Vanya—?" tanya Baekhyun yang baru tersadar. Gimanapun juga Alden kan udah pacaran sama Vanya, dan Bianka nggak mau dicap pelakor. Alden lalu tersenyum dan ceritain semuanya ke Bianka siapa itu Vanya sebenernya.
"Jadi kita udah resmi sekarang?" tanya Bianka malu-malu sambil milin ujung bajunya.
"Belum." jawab Alden yang membuat Bianka mendongak dan bingung, dia hampir menangis lagi tapi Alden langsung menjatuhkan dirinya didepan Bianka sambil menekukan satu kakinya.
"Bianka, ini emang jauh dari kata romantis tapi maukah kau menjadi pacar orang bodoh ini? Untuk pertama dan yang terakhir?" pinta Alden setulus mungkin dan Bianka langsung mengiyakanya.
Mereka berakhir dengan bahagia, dan jangan lupakan seseorang yg melihat itu dengan tersenyum juga.
...[ END ]...
Bonus!
"Ah akhirnya merek—"
Drtt\~drrt\~drtt\~
"Ah siapasi ganggu aja. Iya hallo…"
"WOY ALIEN MATABAK GUE MANA!"
"Iya dek Ana ini lagi otw bentar ya, lagi macet." bohong Theo.
"NGGAK MAU TAU! CEPETAN KESINI POKOKNYA AWAS KALO LAMA! GUE TAMBAHIN HUKUMANNYA!" ancam Kirana disebrang sana sambil memutuskan teleponya sepihak.
__ADS_1
Theo menghela nafasnya prihatin, gininih kalo cari gara-gara sama anak macan. Ceritanya Kirana mau maafin Thao kalau dia mau jadi babu Kirana selama sebulan. Nggak ada cara lain terpaksa Theo mau, daripada dikejar-kejar Kirana mulu kan kesel, kalau dikejar gara-gara cinta mah nggak papa nah ini dikejar-kejar karena mau ditonjok kan nggak elit.