
Lukas masih terus menatap Tere sehingga membuat Tere kesal .
" Berhentilah menatap ku atau mata mu akan ku colok dengan pena ini".Ucap Tere kesal dan mengarahkan pena ke hadapan Lukas .
" Lakukan saja kalau kamu berani ". Ucap Lukas tersenyum . ia senang sekali bisa melihat wajah imut Tere saat marah dan kesal .
" Oh kau menantang ku ternyata ".Ucap Tere sambil menatap Lukas dengan Menik mata nya yang tajam menatap Lukas .
Perlahan Tere mendekat dengan tangan memegang pena layaknya seperti seseorang yang memegang pisau dan ingin segera menerkam mangsanya atau menusuk Lukas secara terang - terangan layak seperti seseorang yang kehilangan kesadaran
dekat...
dekat...
dan semakin dekat ia mengangkat sedikit bokongnya agar ia bisa menjangkau Lukas yang berada di samping kursi Tere . kini jarak antara mereka berdua sudah semakin dekat dan kini mereka berdua pun sudah saling bertatapan .
"Tere... Lukas... Kalian sedang apa ". Ucap pak Doni guru bahasa Inggris mereka .
" Kalian berdua ini... ". Ucap pak Doni .semua murid yang berada di kelas pun langsung melihat ke arah Tere dan Lukas.
" Em.... kita sedang tidak ngapa - ngapain pak hanya saja tadi di rambut Lukas ada serangga pak , ia serangga makanya saya ingin mengambil serangga di rambut Lukas pak ". Ucap Tere berpura - pura mengambil serangga di rambut lukas.
Tere Langsung bergegas pindah duduk ke kursi nya kembali .
Pak Doni hanya menggeleng kan kepalanya saja . Mereka pun meneruskan pelajaran sampai jam pulang sekolah berbunyi .
__ADS_1
*
Kini Tere yang sudah selesai mandi sehabis pulang sekolah langsung menuju ke ruangan makan .
Betapa kagetnya Tere saat melihat Lukas yang sudah berada di meja makan miliknya .
" Ah... kenapa aku harus terus - terusan bertemu dengannya, Sungguh menjengkelkan saja ". Batin Tere yang merasa kesal melihat Lukas .
" Tere sayang... duduk nak ". Ucap ibunya Tere lembut sambil meletakan makanan yang ia masak tadi .
Dengan perasaan kesal Tere langsung duduk dekat sang ibu karna ia begitu malas kalau harus bersebelahan duduk dengan Lukas .
" Sayang duduklah di samping calon suami mu itu agar kamu bisa menyendokan nak Lukas makanan sayang ". Ucap ibunya Tere .
" Tere..... ". Ucap ibunya Tere memandang Tere .
" Yayayaya.... baiklah baiklah.. aku Tere putri ibu yang cantik ini akan berpindah ke kursi angker karna bersebelahan bersama se.... ". belum Tere menghabiskan ucapannya namun sang ibu sudah melotot ke arahnya .
" Hehehe becanda ibu, baiklah aku akan duduk di samping calon suami ku ". Ucap Tere sambil matanya melotot ke arah Lukas .
Dengan sangat berat hati Tere duduk di samping kursi Lukas .
ia langsung menyendokan makanan untuk Lukas .
" Jangan pakai itu ". Ucap Lukas .
__ADS_1
Tere Langsung menoleh ke arah Lukas dengan raut muka masam nya .
ia langsung tidak jadi menyendokan makanan tersebut .
Tere pun langsung menyendokan makanan yang lain untuk Lukas .
" Jangan pakai yang itu juga ". Ucap Lukas .
Tere menghembuskan nafasnya dengan kasar .
Dengan sabar ia menyendokan makanan yang lain lagi ".
" Yang itu juga jangan ". Ucap Lukas . Lukas sengaja ingin mengerjai Tere dan membuat Tere kesal dan Alhasil berhasil ia membuat tingkat kesabaran Tere pecah .
Tere yang sudah habis kesabaran pun langsung menatap Lukas dengan tatapan mematikan .
" Jadi makanan apa yang kau mau ! ". Ucap Tere menekan perkataan nya dengan nafas yang berderu - deru ingin rasanya Tere menjambak rambut Lukas dan menyeret ia keluar . Tetapi sayang itu tidak mungkin ia lakukan di depan ibunya .
.
.
.
JANGAN lupa votenya 💜
__ADS_1