
Dan pada akhirnya mereka bertiga makan bersama .
ibu Tere banyak berbicara kepada Lukas , seperti nya mereka begitu sangat menikmati makan sambil terus bercerita tidak dengan Tere ia begitu kesal melihat ke akraban ibunya dengan Lukas .
" Sungguh manis sekali mulut mu berbicara " Gumam Tere pelan sambil memakan burger dengan perasaan kesal .
ia begitu jenuh ingin rasanya ia pergi dari situ sedari tadi tetapi sang ibu tidak membolehkan nya pergi begitu saja , sehingga membuat dirinya kesal .
***
keesokkan harinya di mana hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh para anak sekolahan yang itu hari Minggu .
Tere yang sudah terbangun di pagi hari itu langsung melaksanakan sholat shubuh .
Setelah itu ia bersiap - siap ingin joging dekat sekitaran komplek perumahannya .
ia membuka pintu jendela kamarnya .
untuk melihat apa kah sudah tidak gelap apa belum karna Tere takut kalau masih terlalu pagi 🤣(shubuh hari ) . Biasalah namanya juga manusia kan wajar agak terang sedikit baru capcus .
Setelah agak begitu terang barulah Tere mulai turun ke bawah dan membuka pintu rumahnya .
Dihirupnya udara pagi dalam - dalam di hembusannya secara perlahan .
" uch...... segarnya udara pagi ini " Ucap Tere tersenyum bahagia . ia juga tak lupa berolahraga kecil dulu di depan teras rumahnya sebelum ia berlari keliling komplek.
__ADS_1
ia menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan , tak lupa pula tangan dan kakinya ia gerakkan juga .
Setelah di rasa cukup barulah Tere keluar dari gerbang rumahnya .
"Pagi non " sapa pak satpam yang menjaga pintu gerbang rumah tere itu .
" Pagi juga pak " balas Tere sambil tersenyum .
" Seperti nya tiba - tiba cuaca mau mendung neng " Ucap pak satpam itu memberitahu Tere .Tere langsung melihat ke atas dan benar saja tiba - tiba cuaca terlihat mendung .
" Iya pak, tetapi kan mendung belum tentu hujan pak " balas Tere tersenyum dan langsung berlari kecil .
***
" Ish.... baru saja setengah putaran sudah mau hujan saja " Gerutu Tere merasa kesal . Tere masih terus berlari keliling komplek karna gerimis nya belum terlalu lebat .
15 menit sudah ia berlari , karna daerah perkomplek itu sangatlah luas sehingga membuat Tere ngos-ngosan , ia pun beristirahat di sebuah pohon yang terdapat kursi di bawah pohon tersebut.
"Sungguh pagi yang kurang mendukung ". Ucap Tere sambil duduk di kursi serta melihat langit yang tampak mendung beserta gerimis kecil .
Ehm......
Ucap seorang pria yang baru datang .
" Boleh aku duduk di sebelah ? tanya pria itu sambil tersenyum manis ke pada Tere .
__ADS_1
" Boleh " Jawab Tere sambil menggeserkan bokongnya ke samping agar bisa pria tersebut duduk di samping nya karena kursi tersebut emang di khususkan untuk dua orang saja .
" Terimakasih " ucap pria tampan itu ,dan di anggukan oleh Tere .
" Tinggal di sini juga? " Ucap pria tampan itu .
pria tampan itu bernama Vito .
" Iya " jawab Tere singkat .
" Seperti nya mau hujan apa kamu masih terus ingin di sini ? " Jawab Vito ia langsung berdiri dan pergi meninggalkan Tere seorang diri .
Tere menyeritkan keningnya bagaimana tidak menurut dia gerimis segini belum seberapa ia pun masih terus duduk sambil menggerakkan beberapa tangannya serta kepalanya .
Saat kepalanya mengarah kan sebelah kiri ia melihat sesosok seseorang yang tidak asing lagi baginya .
"Satu dua tiga..... "batin Tere menghitung angka dan bergegas lari .
.
.
.
.
__ADS_1