Lukas Si Mafia Muda Yang Tampan

Lukas Si Mafia Muda Yang Tampan
pertarungan sengit


__ADS_3

" Itu ". Ucap Lukas menunjuk makanan yang dia inginkan .


Betapa kesalnya Tere lagi - lagi Lukas membuat ia dowbel kesalnya bagaimana mana tidak makanan yang di tunjuk Lukas itu makanan yang pertama yang ingin Tere masuk kan ke dalam piring Lukas .


" Hu.... Ya Allah sabarlah lah hamba Mu ini ". Ucap Tere sambil mengelus dadanya .


Sedangkan Lukas ia merasa bahagia karena bisa membuat Tere kesal .


Mereka pun langsung menikmati makanan dengan sesekali Lukas yang melirik Tere .


" Berhentilah milirik ku , atau kali ini matamu akan berada di piringmu itu ". Ucap Tere yang menoleh dan mendekatkan wajahnya ke telinga Lukas.


Lukas menahan tawanya saat Tere berbicara seperti itu kepadanya . Baru kali ini ada seseorang yang berbicara seperti itu pada nya dan lebih parahnya itu wanita .


Sungguh besar sekali nyali anda Tere🤣.


Sayang Tere tidak begitu percaya dengan adanya dunia bawah yang ia tau sejenis dunia bawah hanya ada di novel saja .


Mungkin dia akan lebih tercengang bahwa tau Lukas seorang mafia .

__ADS_1


" Tere... jangan mengganggu Lukas yang sedangkan menikmati makanan nya nak ". Ucap ibu Tere . Tere pun Dengan wajah masam dan kembali duduk di kursinya dan melanjutkan makan nya.


Tak lama mereka pun selesai makan Tere langsung mengemas piring dan membawa nya ke dapur Lukas terus saja menatap Tere yang tengah mengambil piring yang kotor itu apa lagi kepala Tere masih menyangkut handuk sehingga membuat Lukas gemes dengan wajah Tere yang baru selesai mandi itu Apa lagi saat ini Tere menggunakan baju kaos longgar bewarna putih dan celana pendek jeans bewarna biru muda.


" Nak Lukas ibu pamit ke kamar dulu ya , kamu mengobrol lah dulu dengan Tere ".Ucap ibunya Tere permisi ingin masuk ke kamar .


" Baik Tante ". Ucap Lukas .


Kini di meja makan hanya tinggal Lukas .


Ia segera berdiri dan menyusul Tere yang berada di dapur .


" Istri idaman ". Ucap Lukas .


Tere langsung menoleh ke sumber suara .


" Segera pergilah dari rumah ku ". Ucap Tere kesal masih dengan tangannya yang mencuci piring layak seorang ibu yang memarahi anaknya .


Bukan Lukas namanya kalau langsung pergi begitu saja .

__ADS_1


" Sudahlah kenapa kamu sangat menyukai ku , eh maksud ku membenciku? ". Ucap Lukas .


Lukas langsung duduk di kursi dapur dengan masih menatap Tere .


Tere tidak menghiraukan perkataan Lukas ia terus saja mencuci piring tanpa menghiraukan perkataan Lukas .


" Sayang... calon istri ku apa kamu mendengar perkataan suami mu ini? eh maksud ku calon suami mu ini". Ucap Lukas kepada Tere .


" Kenapa kau cerewet sekali, pergi sana segera kembali ke rumah mu sana dan berhentilah memanggilku calon istri mu !". Ucap Tere ketus kepada Lukas .


" Sayang... bisa tidak kamu berbicara lembut ke pada ku ". Goda Lukas sambil cengengesan .


" Berhentilah memanggil ku sayang atau kau mau piring ini akan melayang dan mengenai kepala mu? ". Ucap tere kesal ia benar -benar ingin melempar piring itu kepada Lukas .


Namun ia masih bisa berpikir jernih bahwa ia tidak mungkin juga melemparnya maka ia akan kenak Omelan sang ibu .


"Jika ingin di lempar ke aku , lempar saja sayang, tetapi apa kamu mau mempunyai suami yang cacat atas akibat perbuatanmu itu? ". Ucap Lukas masih menahan tawanya . ia tahu bahwa mana mungkin Tere berani melempar piring ke dirinya .


jangan lupa votenya 💜

__ADS_1


__ADS_2