
Ibu Tere kini telah pergi , tinggal lah Tere dan juga Lukas .
Tere malas menatap wajah Lukas ia langsung menghidupkan televisi dan menonton nya . ia tidak peduli akan keberadaan Lukas di rumahnya . bahkan ia saja tidak membuatkan minuman atau membawakan cemilin untuk Lukas .
Untung saja di meja itu sang ibu sudah menyediakan semuanya .
Dengan entengnya Lukas berpindah duduk di samping Tere . kini posisi mereka dua berdekatan.
Jantung Tere pun langsung dag Dig Dig tak tentu arah .
ia merasa takut Lukas akan mengulang kejadian tadi .
Tere langsung menggeser kan bokongnya ke sebelah . Lukas pun menggeserkan bokongnya.
Sampai akhirnya Tere sudah berada di pinggir sofa jadi ia tida bisa lagi menggeser .
" Berhentilah mendekat dengan ku ! " Ucap Tere kesal dan melotot ke arah Lukas .
Lukas tak menghiraukan ucapan Tere justru ia mengambil Snack dan memakannya .
__ADS_1
" Dasar tidak tau malu ". batin Tere menatap kesal Lukas .
akhirnya mau tidak mau Tere hanya diam saja karna Lukas tidak memperdulikan ocehannya .
ia pun menonton televisi .
Lukas tersenyum sekilas karena melihat Tere yang kesal kepada nya .
kini mereka berdua tengah menonton drama Drakor .
seperti nya Tere salah menonton,ettzz... sebenarnya Tere bukan salah menonton tetapi ia salah mendapatkan teman menonton apa lagi di adegan drama Korea yang ia tonton ini banyak adegan ciuman sehingga membuat Tere panas dingin. Bukan apa - apa melainkan karena pria di samping Tere ini yang membuat Tere menjadi panas dingin .
Sebenarnya Lukas juga merasakan panas dingin saat melihat adegan ciuman itu . Otaknya pun langsung memikirkan hal yang terjadi pada dirinya dan Tere .
"Ya ampun kenapa dramanya begini "Batin Tere . Sekilas ia pun langsung melihat kearah samping .
"Sial kenapa dia menontonnya tanpa berkedip " Batin Tere saat melihat Lukas sekilas tadi .
Tere langsung mengambil remot dan langsung mengganti siarannya secara acak . setelah itu ia langsung menyilangkan kedua tangan nya.
__ADS_1
Lukas langsung menatap ke arah Tere dengan dengan senyum nakalnya .
Tere pun menyadarinya bahwa Lukas tengah melihat ke arah nya .
Sebenarnya Tere merasa takut tetapi ia tidak ingin menampakkan nya ia pun langsung memandang balik Lukas .
" Kenapa kau melihat aku dengan senyum jahatmu itu , ingat ini rumah ku ibu ku sudah memasang banyak cctv aku bisa saja melaporkan pada ibu ku bahwa kau pria yang cabul ! " Ucap Tere sambil terus menyilangkan tangannya ke dada nya ia begitu kesal dengan kejadian yang di teras tadi .
" Oh iya? bukannya kita juga akan menikah? justru kalau tau ibumu pasti ia akan segera menikahkan kita bukan? " Ucap Lukas dengan senyum nakalnya. Rasanya ia ingin sekali mengganggu Tere terus karna ia suka melihat wajah Tere yang kesal terhadap dirinya .
Ada rasa was-was di dalam diri Tere saat Lukas berbicara seperti itu . Ada benarnya apa yang di katakan Lukas , apa lagi sang ibu seperti nya menyukai Lukas .
" Kata siapa justru ibuku pasti akan menghukum mu ! " Ucap Tere tegas dengan suara yang rumayan keras .
" Oh iya mari kita buktikan ! " Ucap Lukas dengan senyum nakalnya .
perlahan Lukas mulai mendekatkan badannya ke arah Tere .
.
__ADS_1
.
.