
Kini Lukas sudah berada di kamarnya ia langsung baring di kasur . Tak bisa di pungkiri pikiran nya masih terbayang bayang tentang kejadian tadi .
bahkan tangan nya masih terasa sesuatu yang lembek yang ia pegang tadi .
" Begini kah rasanya ? ah sial kenapa pikiran ku ini begitu mesum ". gumam Lukas sendiri di kamarnya .
Sedangkan Tere sekarang sudah berada di halaman belakang rumahnya .
ia sangat merasa kesal terhadap Lukas .
" Dasar cowok mesum ,berani sekali dia memegang gunung kembar ku, dasar bia... "
Duar......
" Allahhuakbar.... " Ucap Tere kaget saat tiba2 kilat datang ia langsung cepat - cepat berlari masuk kedalam rumah .
" Untung saja aku tidak kenak sambar " Ucap Tere sambil memegang dadanya yang seperti mau copot ia langsung ke dapur untuk mengambil air putih.
__ADS_1
sesampainya di dapur Tere langsung membuka kulkas dan mengambil air dingin dan mencurahkan nya ke dalam gelas .
glekk... gleekkk... glekkk....
Tere meminum habis air yang berada di dalam gelas layaknya orang yang sangat ke hausan .
Sedangkan Lukas masih nyaman berbaring di atas kasur dengan pikirannya .
" Sebaiknya pernikahan kami di percepat saja , lebih cepat lebih bagus , tetapi apa orang tua Tere menyetujui ya ? kalau aku menginginkan pernikahan kami di percepat dalam Minggu ini. tentu saja menyetujuinya siapa yang berani menolak pria tampan seperti aku " Ucap Lukas membanggakan dirinya .
beberapa hari kemudian .
Alhamdulillah....
Kini Lukas dan Tere telah resmi menjadi pasangan suami istri meski pun mereka masih sekolah . Tiada yang tau pernikahan mereka hanya orang tua dan orang yang tertentu saja yang mengetahui pernikahan Lukas dan tere di karena kan mereka berdua masih sekolah . jadi pernikahan mereka masih bersifat privasi .
" Sial , dasar cowok bedebah , apa yang dia kotorin fikiran orang tua ku hingga mengiyakan dia untuk segera menikahi ku , ish... ingin sekali aku mencabik - cabik badannya sekarang " Batin Tere yang menatap Lukas dengan sorotan mata tajamnya .
__ADS_1
Sedangkan Lukas sedari acara tak henti-hentinya tersenyum . ia merasa bahagia karna yang di nanti - nantikan akhirnya tiba .
Tidak begitu sulit untuk meyakinkan orang tua Tere .
Tere tidak bisa berbuat apa - apa karna kedua orang tuanya sudah yakin bahwa Lukas mampu menjaga dan melindungi Tere . Entah apa yang ia katakan nya kepada orang tua Tere sehingga dapat dengan mudah mempersunting Tere menjadi istrinya .
Dengan di balut sebuah kebaya bewarna putih yang menambah kecantikan Tere serta hiasan yang tak kalah cantiknya membuat orang yang memandang Tere menjadi terpana apa lagi Lukas tak henti - hentinya ia memandang wajah Tere yang baru saja telah sah menjadi istrinya .
Meski pun awalnya Tere membantah namun apalah daya semua sia - sia orang tua Tere tidak mendengar kan apa yang Tere katakan akhirnya Tere pun pasrah untuk di nikahkan dengan Lukas .
Kini Tere dan Lukas saling berhadapan , Tere yang di suruh mencium punggung tangan Lukas pun merasa jijik . ingin rasanya dia kabur dari acara pernikahan ini , namun apalah daya pernikahan mendadak ini membuat ia tidak bisa melarikan diri ,karna malam baru di beri tahu bahwa esok pagi ia akan menikah .
Alih - alih seperti orang yang sedang menyalimi suami dengan penuh hayat , ternyata Tere meletakan jigongnya ke punggung tangan Lukas .
Dengan senyum jahatnya Tere melihat ke arah Lukas , dan Sekarang giliran Lukas mencium kening sang istri .
.
__ADS_1
.
.