Lukas Si Mafia Muda Yang Tampan

Lukas Si Mafia Muda Yang Tampan
Tidak muda di tipu


__ADS_3

"hm... paling juga dia hanya berbohong" Ucap Tere yang hanya membaca pesan dari Lukas tanpa mau membalasnya .


Ting...


satu pesan lagi dari Lukas telah masuk .


"Sakit sekali tolong bantu aku ! , cepatlah datang kemari " Isi pesan dari Lukas .


lagi - lagi Tere tidak memperdulikan pesan dari Lukas ia langsung mengabaikan pesan tersebut .


" Sial lagi - lagi dia mengabaikan pesan ku , oke baiklah akan aku ku ikuti permainanmu istriku yang nakal " Ucap Lukas merasa gemes dengan sang istri .


Jam sudah menunjukan pukul 22:00 Tere yang baru sampai kerumah itu melihat ke arah kiri kanan di lihatnya Lukas tidak ada .


" Ternyata dia tidak seperti pria-pria romantis yang ada di novel yang menunggu kepulangan istrinya atau bahkan menjemput atau mencari ku bahkan seperti nya dia pergi atau tidur " Gumam Tere yang merasa kesal . Tere langsung berjalan ke atas tangga sambil memegang besi tangga . Rasanya berat sekali kakinya melangkah menuju ke atas .


Kini Tere sudah berada di depan pintu .


ia langsung menarik nafas dan menghembusnya secara perlahan .


lalu Tere langsung memegang gagang pintu .

__ADS_1


Terasa begitu sangat berat membuka pintu di saat sedang tidak mood .


Ceklek......


mata Tere langsung menuju kasur . di lihatnya tidak ada siapa - siapa .


"Kemana dia "Gumam Tere .


Mata Tere langsung berpindah ke arah sofa yang berada di atas kamar .


Tere langsung terkejut saat melihat dengkul Lukas yang sedang terbalut perban putih .


Tere segera menghampiri Lukas ada persamaan bersalah karna tidak merespon apa pesan Lukas tadi .


" Seperti nya parah sekali " Ucap Tere memperhatikan kaki Lukas sebelah kanan yang terbalut perban putih nampak seperti darah yang masih terlengket dekat perban .


Tere melihat ada sesuatu yang lengket dekat perban itu Tere langsung mengambil sesuatu yang menghalangi matanya itu .


" AW..... " keluh Lukas .


Lukas pun terbangun .

__ADS_1


" Kau sudah pulang , sebaiknya kau segera membersihkan badan " Ucap Lukas dan berdiri .


AW... AW..... sakit sekali "


Lukas yang seperti nya ingin terjatuh itu dengan sigap Tere langsung menahannya .


" apa sangat sakit sekali , sebaiknya biar aku bantu " pinta Tere dan langsung memegang lengan Lukas dan memindahkan tangan lukas ke bahunya .


" Tidak usah tidak perlu ! aku bisa sendiri , aku tidak mau merepotkan mu ! " Ucap Lukas dan melepas tangan nya yang di pegang Tere .


" Tidak , biar aku bantu kau ke kasur "


Namun Tere tidak berputus asa ia langsung mengambil kembali tangan Lukas dan membantunya berjalan menuju kasur .


karna adanya paksaan dari Tere mau tidak mau Lukas pun menurut .


kini Lukas sudah terbaring di tempat tidur ia langsung memiringkan badan dan membelakangi Tere tanpa mengucapkan terimakasih terlebih dahulu kepada tere .


Tere yang melihat Lukas yang sedang dalam mode tidak baik itu pun langsung berinisiatif meminta maaf karna tidak percaya dengan pesan yang Lukas kirim .


" Maaf aku tidak bermaksud begitu aku kira kau berbohong , makanya aku mengabaikan telepon dan pesan mu " Ucap Tere merasa bersalah .

__ADS_1


" Sudahlah lupakan saja , aku tidak apa-apa hanya terjatuh dari tangga dan terluka jadi tidak perlu khawatir darahnya juga yang tadi banyak sudah mulai berhenti setelah aku obati sendiri tadi "Ucap Lukas ia sengaja mengatakan begitu pada Tere tanpa mau menoleh Tere yang berada di belakangnya .


sebab sekarang Lukas sedang menahan tawanya . karna ia berhasil membuat Tere menjadi merasa bersalah .


__ADS_2