Lukas Si Mafia Muda Yang Tampan

Lukas Si Mafia Muda Yang Tampan
Lukas marah


__ADS_3

" Ia Lukas , aku berani sumpah aku tidak ada hubungan apa - apa dengannya , tolong percaya lah " Ucap Tere dengan sendu . ia tidak menyangka bahwa Lukas akan menuduhnya seperti itu .


jiwa wanita Tere pun terasa sakit . yah namanya wanita mungkin menurut para lelaki itu hal yang biasa yang keluar dari mulutnya. tapi dia tidak pernah tau dan mencari tau bahwasanya wanita ia lah makhluk yang baperan dan gampang sedih .


" Apa kau tau Tere , aku belakangan ini sangat sibuk , apa kau tau Tere ini semua untuk mu , untuk masa depan kita tetapi apa kau malah menjumpai pria lain di belakang ku ! aku tidak menyangka kau tega berbuat seperti itu" Ucap Lukas marah dengan suara yang agak meninggi


" Kan aku sudah memberitahu mu Lukas bahwa aku kira yang mengirim surat itu kau... " jawab Tere yang suaranya terdengar agak keras seperti mana Lukas meninggikan suaranya juga kepada dirinya begitu juga Tere berbicara kepadanya.


" Ya sudah kalau kau tidak percaya itu terserah mu ! " Tere pergi begitu saja dengan perasaan kesal . Tak terasa air matanya pun ikut menetes .


Lukas hanya diam tak mengejar Tere .


" Hei.... aku belum siap berbicara.... " Teriak Lukas yang masih dapat Tere dengar .


Tetapi Tere sudah tidak peduli ia terus berjalan .

__ADS_1


" Lihat lah dia sekarang dia sudah benar - benar berubah , bahkan dia bilang aku hei ? apa aku tidak salah dengar. Ternyata benar kata orang-orang awal nya saja lelaki itu berjuang setelah mendapat kan dan bahkan sudah merasakan semua nya itu dia buang begitu saja . Kalau emang dia sudah tidak mau lagi dengan ku pulang kan saja aku dengan orang tua ku ! Batin Tere . air mata Tere pun tak henti - hentinya keluar .


Sebelum ia masuk ke lokal terlebih dahulu ia ke toilet tidak mungkin ia dengan keadaan seperti itu langsung masuk ke lokal .


Di rasa sudah agak mendingan baru lah Tere keluar dari toilet.


Tere langsung duduk di kursi Tak lama guru pun datang dan mereka melaksanakan ujian selanjutnya .


*


*


Tere begitu malas rasanya pulang ke rumah .


apa lagi kalau sempat bertemu Lukas di rumah nantinya .

__ADS_1


Tere pun berjalan menuju mobil jemputan nya dengan langkah malas ia menuju ke mobilnya . Kepala nya pun cenderung menunduk hanya sesekali saja ia tegak kan . Rasanya ia begitu tidak semangat .


" Non.... saya di sini ? " ucap supir yang berkepala botak itu kepada Tere .


Tere langsung menoleh ke sumber suara dan benar saja tere baru ngeh ternyata dia salah mobil , pantes saja dari tadi Tere membuka pintu mobil itu namun sulit sekali ternyata dirinya salah mobil .


" Ish..... kenapa mobil ini warnanya sama sih Ih bikin kesel aja , besok mamang ganti mobil ya , aku tidak mau warnanya pasaran begini " Ucap Tere merasa kesal .


" Kenapa mobilnya yang di salahkan , lagian jugakam banyak mobil yang berwarna hitam di sini " Ucap supir botak itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu .


selama Di perjalanan Tere terus saja memandang keluar jendela di lihatnya jalan ibu kota yang sangat ramai itu dan saking ramainya jalan raya itu pun macet .


" Semoga saja lama macetnya sampai sore kalau bisa " batin Tere sambil melihat keluar jendela .


*

__ADS_1


*


__ADS_2