Lukas Si Mafia Muda Yang Tampan

Lukas Si Mafia Muda Yang Tampan
mode ngambek


__ADS_3

Tere hanya diam saat Lukas berkata seperti itu .


" Sudahlah aku mau tidur " Ucap Lukas sambil memejamkan mata .


Kini Tere sedang berada di depan teras kamar nya ia merenungkan perbuatan nya . ia sangat menyesal karna perbuatan nya yang tidak merespon dan tidak mempercayai apa pesan Lukas .


Tere pun terdiam sambil melihat ke arah bintang bintang yang ada di langit .


setelah itu matanya tertuju pada pohon yang berada tak jauh dari rumahnya .


di lihatnya pohon itu sangat lebat .


"cukup menyeramkan " pikir Tere . Tere melihat jam yang berada di handphone nya yang sudah menunjukan pukul pukul setengah dua belas . Matanya pun kembali melihat ke arah pohon tersebut .


Seketika bulu kuduk Tere pun merasa merinding .


di lihat nya lagi secara detail ada satu batang pohon yang agak sedikit besar tiba - tiba bergoyang .


Dengan sigap Tere langsung lari dan masuk ke dalam kamar .

__ADS_1


Bbrruukkk...


Tere langsung saja loncat ke atas kasur sehingga lututnya mengenai bibir lukas .


Bagaimana rasanya ? Ah sial tentu saja sangat sakit .


Lukas yang sedang tidur itu pun tidak menyadari bahwa lutut Tere telah mencium bibir bagian atasnya .


Ah... Lukas langsung terbangun dari tidurnya nya ia langsung memegang bibir atasnya yang terasa sangat sakit.


" Ah kenapa bibir ku sakit sekali seperti terbentur dengan batu " Ucap Lukas sambil memegang bibirnya .


Lukas langsung mengambil cermin di atas meja yang berada di samping tempt tidur nya .


di lihat nya bibir atasnya yang rumayan agak bengkak .


" bengkak , kenapa bisa begini ya " gumam Lukas sambil memperhatikan bibir nya .


Tere yang takut Lukas akan mencari sebab kenapa bibirnya bisa begitu dengan inisiatif nya ia berpura pura mengigau menendang Lukas .

__ADS_1


Lukas yang reflek kaget tendangan Tere itu pun langsung terkejut .


dan ia pun langsung berpikir bahwa Tere yang lasak yang telah membuat bibirnya seperti ini .


"Sungguh sakit sekali seperti nya bibirku di tendang dia " Gumam Lukas sambil melihat Tere yang tidur tidak beraturan .


Lukas tidak pun tidak ingin memperpanjang masalh ini di karenakan ia pun masih mengantuk setalh mengoles kan dengan salap Lukas langsung kembali tidur .


" Untung saja dia tidak membangun kan ku dan pastinya ia akan marah pada ku , makasih ya Allah engkau telah menyelamatkan ku " Batin Tere yang merasa sedikit tenang .


kini dua suami istri pun tertidur lelap .


Hari terus berganti kini tiba saatnya mereka magang yang di mana Tere mulai magang di sebuah perusahaan besar . karna nilai Tere yang bagus jadi bukan hal yang sulit untuk dia magang di perusahaan itu .


lama sudah Tere dan Lukas jarang berbicara mungkin bisa di kata hampir tidak pernah .


namun mereka selalu tidur satu kasur tetapi tidak ada yang mau memulai pembicaraan terlebih dahulu mereka pun tidur saling membelakangi ,Lukas juga sering pulang larut malam karna pekerjaan nya yang menumpuk .


Tere yang sedang duduk di meja kerja dan sorot mata yang terus terfokus pada komputer itu membuat ia tampak begitu profesional dan anggun meski ia termasuk yang termuda di antara rekan rekan kerjanya tetapi itu tidak mempengaruhi kinerja Tere . bahkan dia lebih unggul di banding senior - seniornya .

__ADS_1


__ADS_2