
saat Tere berada dalam mobil dan pas pula mereka sedang berada di lampu merah.
Tere melihat wanita yang membuka kaca mobilnya dan berpapasan dengan Tere .
Tere melihat jaket yang digunakan wanita itu sepertinya tidak asing dengan jaket itu .
"aku seperti pernah melihat jaket itu" batin Tere.
"sepertinya jaket itu tidak asing, tapi di mana ya" pikir Tere .
setelah itu mobil tere langsung berjalan karena lampu lalu lintas sudah berganti warna menjadi warna hijau.
"nona lihat apa " tanya pak sopir kepada Tere .
" oh tidak ada pak, hanya saja aku seperti tidak asing dengan jaket yang dipakai oleh wanita itu " ucap tere sambil menunjuk wanita yang berada di dalam mobil yang mendahului mobil mereka .
" oh iya itu seperti mirip jaket tuan Lukas , ya kalau jaket mah non pasti banyak saja yang mirip" ucap supir itu pada Tere .
__ADS_1
tere pun baru ingat iya mirip seperti jaket Lukas pikir Tere .
" Biasanya Lukas hanya membeli baju yang limited edition , tetapi mengapa wanita itu juga punya " Batin Tere.
jantung Tere pun langsung berdetag detug tak karuan . yah namanya wanita kan gusy pasti pemikiran nya terveling ke mana mana .
" Sebaiknya nanti sepulang kerja aku akan cek kelemari Lukas " batin Tere yang merasa khawatir .
tak lama Tere sampai di perusahaan di mana ia bekerja .
tiba-tiba mood Tere menjadi tidak enak karna jaket yang di gunakan wanita itu .
Sedangkan Lukas ia sedang bertemu pada seorang pria paru baya di sebuah hotel mewah yang berada di kota itu.
mereka pun berbincang-bincang masalah proyek kerja sama mereka .
"Bagaimana tuan , apa anda masih ragu dengan proyek besar ini ." Ucap Lukas dengan wibawanya sehingga membuat orang percaya dengan ucapan nya .
__ADS_1
pria paru baya yang bernama Sudir itu pun langsung percaya dan mau bekerja sama dengan perusahaan Lukas.
Mereka berbincang sambil menikmati makanan yang berada di hotel itu . Sambil sesekali membahas proyek mereka .
" Sudir pria paru baya itu merasa senang sebab di proyek kali ini dia akan mendapatkan untung berkali kali lipat . Tidak seperti proyek lainnya .
" baiklah terimakasih tuan , atas kerja samanya saya senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda ." Ucap Lukas sambil mengulurkan tangan .
" Yah tentu saja perusahaan kami adalah perusahaan terbaik jadi tidak sembarang orang bisa bekerja dengan perusahaan kami , perusahaan anda termaksud beruntung bisa bekerja dengan perusahaan kami ! " Ucap pria paru baya itu dengan sombongnya dan menerima uluran tangan Lukas .
" Cih dasar pria tua Bangka tidak tau diri ! Aturan nya kaulah yang berterima kasih karna perusahaan ku ingin mengajak kau bekerja sama ! Kalau bukan karna misi ku ! aku Takan sudi bekerja sama dengan perusahaan kotor mu ini ! kita lihat senyuman mu itu tak lama lagi akan berubah sebuah kemarahan yang luar biasa ! aku sudah tidak sabar rasanya ingin melihat ke mampuan bertarung mu ! " Batin Lukas .
Setalah selesai semua Lukas langsung kembali ke perusahaan nya .
sambil menatap jendela luar ia kepikiran dengan Tere .
ia takut karna masalah dia ini bisa membuat Tere ikut dengan permasalahan nya juga .
__ADS_1
walau pun Lukas telah menyembunyikan status dia dan Tere tetapi tetap saja nanti bisa ketahuan sebab Lukas dan Tere yang tinggal serumah . " apa lagi ketika seorang mafia jahat seperti si Sudir itu pasti dia akan menyuruh seseorang mengintai gerak gerik ku " pikir lukas