Lukas Si Mafia Muda Yang Tampan

Lukas Si Mafia Muda Yang Tampan
motor kempes


__ADS_3

Bu Vivi baru saja akan mengendarai motor nya tetapi ia merasa aneh pada motor nya .


" Yaampun... kenapa motor ku bisa kempes begini ? perasaan pagi tadi masih oke - oke saja " Ucap Bu vivi saat mengecek ban motor nya .


" Mana sudah sepi lagi , Di mana aku harus cari bantuan " Celoteh Bu Vivi sambil melihat kesana kesini namun sekolah sudah sepi bahkan yang biasa menjaga sekolah pun tak terlihat .


" Sial banget nasip ku , mimpi apa aku tadi malam sampai apes begini , mana hari ini cuaca panas sekali, bisa - bisa cepat hitam aku " celoteh Bu Vivi sambil mendorong motor nya .


*


Lukas yang sedang mengendarai motor itu merasa senang , karna ia berhasil mengerjai Bu Vivi , yah Lukas lah yang membuat kempes motor Bu Vivi , Ia tahu bahwa Bu Vivi tidak menyukai Tere sehingga membuat Tere pulang sekolah tidak tepat waktu meski pun belum sampai satu jam Tere berada di sekolah tadi.


Sebelum pulang ke rumah Lukas mampir ke suatu tempat terlebih dahulu .


Karna ada urusan yang harus ia selesai kan terlebih dahulu .


Tak lama ia pun sampai di suatu tempat yang jauh dari ibu kota .


Lukas segera membuka helmnya dan langsung masuk ke dalam tempat itu .


" selamat Siang bos... " Ucap para bodyguard yang berada di sana .


Lukas hanya mengangguk kan kepala .

__ADS_1


ia langsung masuk di sebuah ruangan yang sangat gelap gulita .


Lampu pun di hidupkan dengan anak buah Lukas saat ia masuk ke dalam, di lihatnya seorang pria yang sedang duduk di kursi dengan kedua tangan dan kakinya yang di ikat serta mulutnya .


Dengan senyum jahatnya Lukas menatap pria yang bertubuh besar itu di lihatnya wajah pria itu yang sudah babak belur .


" Ddrreeettzzz....


handphone lukas pun berdering . ia segera mengambil telepon genggam nya yang berada di kantong celana nya


Di lihatnya panggilan telepon tersebut dan ia pun segera mengangkat telepon tersebut.


" Apa sakit perut ? baiklah aku segera pulang " Ucap Lukas dan langsung mematikan sambungan telepon itu .


Tak lama sampai lah ia di rumahnya.


Lukas langsung cepat berlari masuk ke dalam .


" Bagaimana keadaan Tere bi ? " Tanya Lukas khawatir sambil menaiki anak tangga menuju kamarnya .


" Sekarang sudah agak mendingan den , tadi bibi sudah membuatkan jamu pereda nyeri haid den " Jawab wanita paru baya itu .


" Haid ? apa itu haid " Lukas langsung berhenti berjalan dan menatap bibi itu untuk menjelaskan .

__ADS_1


" Itu loh den datang bulan " Jawab bibi .


" Datang bulan ? " apa itu datang bulan ? " Tanya Lukas Dengan polosnya .


Bibi pun menjelaskan nya . barulah Lukas mengerti .


Lukas dan bibi pun telah sampai di kamar .


Lukas melihat Tere yang sedang terlelap dari tidurnya di lihat wajah Tere yang seperti nya Tere baru saja terlelap .


" Apa kah setiap bulannya dia akan merasakan sakit seperti itu bi ? Tanya Lukas merasa kasihan pada Tere .


" biasanya sih gitu den , bibi juga kalau datang bulan perut jadi sakit dan nyeri " Jawab wanita paruh baya itu .


Lukas pun hanya menganggukkan pelan kepalanya .


" Kalau begitu bibi permisi dulu ya den "


Lukas pun mengangguk tanda ia .


ia segera mendekat ke arah Tere di pegangnya kening Tere .


" Syukur lah tidak panas " gumam Lukas saat memegang kening Tere.

__ADS_1


__ADS_2