Lukas Si Mafia Muda Yang Tampan

Lukas Si Mafia Muda Yang Tampan
sabar


__ADS_3

" Sabar boy bersabarlah ini belum saatnya , kalau sudah waktunya baru kita tancap gas " Batin Lukas .


Lukas perlahan masuk ke dalam kamar entah lah tiba - tiba kakinya begitu kaku sehingga membuat ia susah bergerak .


Pandangan nya pun di alihkan ke arah lain dan Lukas langsung meluncur masuk ke kamar mandi .


Pagi pun tiba Tere yang baru bangun itu terkejut melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah tuju .


" Yaampun sudah jam segini saja ah sial gagal aku ingin berbicara pada Lukas bahkan aku pun hampir kesiangan , Lukas pun sudah tidak ada kenapa dia tidak membangunkan ku ! apa jangan-jangan dia tidak pulang ? kemana dia tidur di mana dia " gumam Tere yang merasa kesal .


cekleek.....


pintu kamar mandi pun terbuka terlihatlah Lukas yang baru keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih terlihat basah handuk yang hanya di sangkutkan dari pinggul sampai lutut dan pasti nya terlihatlah perut kotak - kotak Lukas .


Tere menelan ludahnya dengan sangat sulit .


" Ya Ampun ganteng sekali dia " Ucap Tere tanpa sadar .


Lukas Pun yang dari tadi melihat Tere yang memperlihatkan dirinya pun mendengar ucapan Tere yang memuji dirinya .

__ADS_1


ingin rasanya Lukas meloncat-loncat sekarang juga karna saking senangnya tetapi ia urung kan cukup di dalam hatinya saja yang meloncat-loncat tanpa di lihat oleh Tere .


" Apa ? " Ucap Lukas berpura-pura tidak terlalu mendengar perkataan Tere .


Tere pun tersadar dari lamunannya dan langsung menutup mulutnya .


" Tidak ada apa - apa " Ucap Tere dan berlalu pergi masuk ke kamar mandi .


" Untung saja dia tidak mendengarnya " Ucap Tere setiba ia berhasil menutup pintu kamar mandi .


Setelah selesai mandi Tere langsung bersiap - siap di lihatnya Lukas sudah tidak ada .


Tere langsung melihat ke arah jam dinding .


dia pun mengucek matanya saat melihat ke arah jam dinding .


" Ah yang benar saja sudah jam segini " ucap Tere masih terus mengucek matanya .


" Yaampun aku kesiangan " Tere langsung bergegas bersiap - siap .

__ADS_1


Seett.... seeett....


Seperti kilat sekejap ia langsung selesai semua dan bergegas turun kebawah .


*


Ettttzzz..... tunggu pak saya mau masuk" ucap Tere dengan suara yang rumayan keras ia pun baru saja sampai depan gerbang sekolah .untungnya pintu belum tertutup tetapi hampir saja mau di tutup


" Ck... nak Tere bikin bapak kaget saja " Ucap bapak tua itu sambil memegang dadanya .


" Untung saja bapak tidak punya serangan jantung biar pun sudah tua begini "


Ucap bapak tua itu sambil memegang dadanya yang berdetak dengan cepat .


" Heheheh maaf pak Tere buru-buru soal nya tadi Tere telat bangun , makasih yah pak Tere masuk dulu " ucap Tere berpamitan dan berlalu pergi .


Sedangkan di lokasi yang sama tetapi di tempat yang berbeda Lukas yang sedari tadi memperhatikan Tere dari kaca jendela itu akhirnya merasa lega akhirnya Tere datang juga ia pikir Tere akan telat tetapi emang aslinya Tere telat tapi untung saja telatnya dia tidak sampai gerbang sekolah di tutup walau pun hampir saja gerbang itu di tutup .


" Dasar ceroboh , hampir saja dia ketinggalan ujian ,kenapa dia bisa telat bangun biasa dia bangun lebih awal " batin Lukas .

__ADS_1


Lukas pun langsung duduk kembali dengan pikiran yang tenang karna Tere sudah datang ke sekolah.


__ADS_2