Lukas Si Mafia Muda Yang Tampan

Lukas Si Mafia Muda Yang Tampan
Kepikiran


__ADS_3

" Tere dari mana nak? Tanya ibunya Tere dan langsung menghampiri tere .


"D.. dari kamar mandi Bu " Jawab Tere .


" Kenapa muka kamu pucat begitu sayang ? apa kamu sakit ? Ucap ibu Tere sambil memegang kening anaknya .


"Tidak , biasa saja suhu badan kamu tetapi kenapa muka kamu pucat begini "


"Tere baik - baik saja kok Bu hanya saja tadi abis boker dan e*enya sedikit keras jadi Tere harus ngeden " Jawab Tere asal .


"Owalah ibu kira apaan , yasudah kalau begitu ibu pergi dulu " Ucap ibu Tere dan di angguki oleh tere .


"Selamat ". batin Tere saat melihat sang ibu yang ingin membuka pintu dan ingin keluar .


Saat ibu Tere sudah memegang gagang pintu ia pun menoleh kebelakang dan melihat wajah anaknya .


" Tere apa perlu ibu menyuruh nak Lukas menemani mu ? " tanya ibu Tere .


jleb....


seperti di lempar bunga dengan pot - potnya sungguh tidak menyangka bahwa ibunya akan berkata seperti itu. Belum ada 5 menit ia bertemu dengan Lukas dan sekarang harus bertemu lagi . Ya Allah mimpi apa ini .

__ADS_1


Kira kira begitulah fikirkan Tere saat ini .


"OmG tidak perlu Bu , ibu pergi saja Tere baik - baik saja sendiri diri sini ". Ucap Tere menolak.


Tidak terbayangkan olehnya kalau ia akan bertemu lagi dengan Lukas . bahkan bekas ciuman itu masih berasa di bibir nya.


" Tidak - tidak ibu akan menyuruh Lukas menemanimu ! " Ucap ibu Tere karna ia melihat wajah cemas Tere membuat sang ibu tidak bisa meninggalkannya seorang diri .


" Oh ibu andai dirimu tau kejadian tadi , maka aku yakin ibu tidak akan menyuruh cowok brengsek itu ke sini , Ya Allah aku harus bagaimana mana ini " batin Tere yang semakin cemas .


"Hallo nak lukas... " Ucap ibu Tere melalui sambungan telepon dan langsung berjalan keluar.


Sedangkan di samping rumah Tere seorang lelaki tampan terlihat mengembangkan senyumannya dengan sangat lebar setelah menerima dan mengangkat telepon dari calon ibu mertua nya .


Dengan langkah cepat ia langsung pergi kesamping rumah nya .


Baru ia akan mengetok pintu rumah Tere .


tiba - tiba terlihat wanita cantik yang membukakan pintunya .


Dengan raut wajah kesalnya ia menatap tajam lukas .

__ADS_1


Dengan senyum meregah dan tanpa bersalahnya Lukas langsung masuk begitu saja .


ingin sekali rasanya Tere menonjok wajah tampan Lukas itu .


ia pun mengekor di belakang Lukas dengan raut wajah yang kesal serta sumpah serapah yang ada di dalam hatinya untuk Lukas .


" Dasar cowok kurang ajar ! tidak tau malu ! tidak tau diri ! ingin rasanya aku mencekek leher mu itu " batin Tere yang terus menggerutu menatap punggung Lukas yang berada di depan dirinya .


" Berhantilah mengoceh tidak baik mengoceh di dalam di hati , keluarkan kalau kamu berani honey " Ucap Lukas tersenyum. Dan langsung menghampiri ibu Tere dan menyalim calon mertuanya itu .


" Nak Lukas tante minta tolong ya jagakan Tere karna seperti nya ia kurang enak badan " Ucap ibu Tere kepada Lukas .


" Oh iya Tante tentu saja" Jawab Lukas dengan sopan kepada ibu Tere .


Sedangkan Tere menatap jengah kepada ibunya dan juga Lukas .


" Aku baik - baik saja ibu " Protes Tere dan langsung menghampiri sang ibu .


tetapi ibu Tere tidak menghiraukan perkataan putrinya , karna ibu Tere tau bahwa anak nya itu emang keras kepala . ia tidak ingin membuat ibunya khawatir seperti dulu . ya Tere dulu pernah bilang dirinya baik - baik saja pada hal ia sakit dan akhirnya ia pun menjadi pingsan sendirian di rumah . dari situlah sang ibu sudah tidak percaya lagi ketika dirinya bilang kalau ia baik - baik saja .


"

__ADS_1


__ADS_2