
Sebelum baca like dulu yuk πππ Happy reading guys π€π€
...π±π±π±...
Pandemi yang masih belum usai ini menyebabkan banyak sekali permasalahan. Salah satunya permasalahan di bidang pendidikan. Akibat dari pandemi ini, sekolah- sekolah melakukan pembelajaran jarak jauh atau daring. Hal itu membuat para orang tua menjerit karena dengan sekolah daring berdampak juga pada para orang tua yang harus bisa lebih mendampingi anak- anak mereka selama pembelajaran berlangsung.
Padahal para orang tua juga memiliki kesibukkan masing- masing. Alhasil mereka pun tidak bisa sepenuhnya mendampingi. Seperti halnya dengan seorang gadis SMA yang baru saja naik ke kelas dua. Sudah satu tahun ini dia belajar daring, begitu juga dengan orang tuanya juga melakukan work from home.
"Sei, jangan main game terus. Tugas sudah kamu kerjakan?" tanya Mami Seina, atau Seina Karina Putri lengkapnya.
"Iya, Mam. Habis ini Sei kerjain," jawab Seina dengan mata masih fokus pada ponselnya.
"Mam, hari ini Papi mau ke kantor sebentar. Ada berkas yang harus di ambil."
Berbeda dengan sang Mami yang sudah WFH, sang Papi masih harus bolak- balik kantor untuk mengurus beberapa berkas yang tidak bisa dikerjakan di rumah.
"Iya, hati- hati di jalan."
"Sei, letakkan dulu ponsel kamu. Cepat habiskan sarapannya."
"Iya, Mam."
Seina meletakkan ponselnya di meja dan segera menuruti perintah sang Mami untuk segera menuntaskan sarapannya. Tidak lama seorang cowok datang ikut bergabung di meja makan.
"Bang, adeknya udah bangun belum?" tanya Mami yang tangannya masih sibuk menyiapkan bekal untuk sang suami.
"Belum, Mam."
Begitulah rutinitas pagi keluarga ini. Keluarga Pak Anton, terdiri dari lima orang anggota keluarga. Pak Anton dan Bu Lia memiliki tiga orang anak, yang pertama adalah Anggara yang biasa dipanggil Gara, baru memasuki semester pertama di sebuah universitas jurusan DKV - Desain Komunikasi Visual -. Lalu yang kedua Seina yang baru memulai tahun ajaran baru setelah libur semester, duduk di kelas dua sebuah SMA negeri. Dan si bungsu bernama Geo, seorang bayi yang baru berumur 10 bulan. Suara tangisan Geo menghentikan aktivitas semua anggota keluarga Pak Anton.
"Bangun tuh si Geo," celetuk Gara.
Namun belum ada yang beranjak dari kursi masing- masing. Tangisan Geo makin kencang, membuat mau tidak mau Pak Anton yang beranjak dari kursinya setelah mendapat pelototan dari Bu Lia.
"Jangan sentuh HP gue!" ucap Seina melihat sang Abang hendak mengambil ponsel milik adiknya yang masih menampilkan sebuah game.
"Cih, pelit amat," gerutu Gara dan kembali melanjutkan sarapannya.
__ADS_1
Seina merupakan pecinta game online, berbeda dengan Gara yang tidak paham dengan game seperti itu. Gara lebih suka memainkan PS- nya daripada bermain game online seperti adiknya.
"Geo ganteng anak siapa?" tanya Pak Anton dengan menggendong Geo kembali bergabung di meja makan.
"Anak Papi lah, anak siapa lagi," jawab Gara memasukkan nasi ke mulutnya.
Selesai sarapan, Seina mulai mengurung diri di dalam kamar untuk memulai sekolah daring- nya. Begitu juga dengan Gara, dia juga sudah mulai masuk ke materi perkuliahan setelah beberapa hari yang lalu pengenalan lingkungan kampus. Hari ini guru Seina hanya memberikan tugas saja dan akan dikumpulkan lusa ke sekolah. Memang terkadang Seina harus datang ke sekolah untuk mengumpulkan tugasnya atau menghadiri acara sekolah yang diadakan walau tetap dengan protokol kesehatan yang ketat.
TING!
Sebuah notifikasi chat muncul, membuat fokus Seina teralihkan. Senyumnya mengembang melihat chat yang datang.
"Pagi, Sayang. Semangat belajarnya, ya?"
Sebuah chat dari sang kekasih membuat pagi Seina terasa indah. Seina membalas chat dari kekasihnya.
"Pagi juga, Sayang. Kamu juga semangat, ya? Cie yang sekarang udah kelas tiga," jawab Seina masih mesem- mesem.
Namanya Kaisar Pramuditya, seorang cowok yang sama sekali belum pernah Seina temui. Mereka bertemu di dunia maya. Sama- sama pecinta game online, keduanya dipertemukan di sebuah game. Masuk di dalam grup game yang sama dan sering chat untuk membahas tentang game online, berakhir dengan menjalin hubungan. Keduanya menjalin hubungan sudah sejak tiga bulan yang lalu. Keduanya dekat hampir satu tahun. Namun sudah selama itu Seina belum pernah melihat rupa Kaisar. Kekasihnya itu benar- benar misterius, semua akun sosial medianya pun hanya menggunakan foto siluet yang entah siluet siapa.
"Suaranya sih bagus. Tapi, kan, suara nggak menjamin. Lagian kenapa sih dia nggak PD liatin wajahnya ke gue?" gumam Seina.
"Halo?" sapa Seina.
"Halo, sekolahnya udah selesai?"
"Udah, Kak. Kak Kai nggak sekolah?"
"Lagi nunggu jam berikutnya. Kamu lagi apa?"
"Biasa, Kak. Jagain Geo, Mami ada Zoom Meeting."
"Kamu jagain sambil main game, ya?"
Mendengar pertanyaan dari Kaisar yang tepat sasaran membuat Seina meringis. Sementara Geo masih asyik menggigit- gigit mainannya.
"Aduh," pekik Seina spontan karena tiba- tiba saja Seina dilempar mainan oleh Geo.
__ADS_1
"Kenapa, Yang?"
"Geo ngelempar mainannya, kena dahiku. Ckck, sakit tau," jawab Seina mengusap dahinya yang memerah. Geo hanya tertawa dan bertepuk tangan melihat sang Kakak yang kesakitan.
Tawa ngakak terdengar dari seberang sana. Seina yang mendengar tawa itu sudah manyun dan melotot pada Geo. Tentu saja Geo belum paham apa yang dilakukan Kakaknya itu. Bocah itu melanjutkan bermainnya.
"Dasar bocah," gerutu Seina.
"Kamu belum luring, ya?"
"Belum, Kak. Bosen juga sebenernya daring terus."
"Sekolahku rencananya minggu depan mulai luring."
"Enak, dong. Lusa aku mau kumpulin tugas ke sekolah."
"Iya? Pulangnya mau aku jemput?"
Pertanyaan dari Kaisar itu membuat Seina terdiam. Kaisar akan menjemputnya? Apakah berarti lusa dirinya dan Kaisar akan bertatap muka untuk pertama kalinya? Seina segera menyetujui tawaran dari Kaisar itu. Tentu Seina tidak boleh menyianyiakan kesempatan itu. Gadis itu bahkan sudah penasaran setengah mati pada wajah Kaisar.
Berbeda dengan Seina, Kaisar sudah mengetahui bagaimana rupa Seina. Seina memang menggunakan foto aslinya untuk sosial medianya. Juga dirinya sering memposting foto selfi- nya di sosial media. Tidak heran jika Kaisar sudah sering melihat wajah Seina berseliweran. Pernah suatu ketika Seina bertanya pada teman- teman Kaisar yang dekat dengan cowok itu, tentu menanyakan bagaimana rupa Kaisar. Namun tidak ada yang tahu. Cowok itu benar- benar misterius, tapi Seina suka. Lamunan Seina buyar ketika tiba- tiba Geo menangis.
"Kenapa, Ge?" tanya Seina. Seina segera memeriksa Geo yang duduk di pojokan, masih dengan tangisannya.
"Mami! Geo pup!" Teriak Seina setelah memeriksa popok Geo.
...π±π±π±...
Tayang perdana πππ
Yang udah lama nunggu kisahnya dan maibi penasaran, nyok merapat π€ΈββοΈπ€ΈββοΈπ€ΈββοΈ
Dukung juga novel Emak Bapak mereka, ya:
Mantan Rasa Pacar
__ADS_1
Mantan Bad Guy