
Sebelum baca like dulu yuk 😗😗😗 Happy reading guys 🤗🤗
...📱📱📱...
Suasana rumah Aurel pada hari ini sangat ramai. Kedua sahabatnya datang berkunjung untuk melihat dua adik Aurel yang baru lahir. Ya, Aurel memiliki adik kembar berjenis kelamin laki-laki. Kini kedua adiknya sedang dipamerkan di ruang keluarga. Shila terlihat sangat antusias melihat dua bayi itu yang sedang tidur di dalam box bayi.
“Udah ada namanya?” tanya Shila pada Aurel.
“Kemarin Bapak sempet kasih tau, tapi gue lupa,” jawab Aurel mengunyah jajanan yang tadi di bawa Shila dan Seina.
“Dih, nama adik sendiri masa nggak tau,” ucap Seina.
“Ntar gue tanya Bapak lagi, lagian dua bocah ini juga belum paham sama nama mereka.”
“Kan, biar enak manggilnya.”
“Lo lagi PMS, Sei? Muka lo nggak enak di pandang,” ucap Aurel mengernyitkan dahinya, Shila pun juga ikut memperhatikan wajah Seina.
“Setuju gue sama Aurel. Muka lo kusut kek belum di setrika,” timpal Shila.
“Gue lagi marahan sama Kak Kai,” jawab Seina memeluk boneka yang ada didekatnya.
“Kok bisa?” tanya Shila.
Akhirnya Seina pun menceritakan apa yang terjadi pada hari Minggu kemarin. Sebenarnya awal ketika Kaisar membalas chat-nya, Seina berpikir jika cowok itu akan menjelaskan mengapa Gisel berada di rumah Kaisar pagi buta seperti itu.
Namun nyatanya, Kaisar malah berbohong padanya. Bahkan story WA yang di buat Gisel langsung di hapus oleh Kaisar dan cowok itu tidak menjelaskan apapun. Bertanya pun tidak. Seina pun memutuskan untuk tidak menghubungi Kaisar selama beberapa hari ini.
“Nah lho. Nyakitinnya lewat virtual, tapi sakitnya berasa nyata,” komentar Aurel setelah mendengar cerita Seina.
“Lo nggak coba omongin baik-baik dulu, Sei? Siapa tau cuma salah paham,” ucap Shila bijak.
“Gue udah terlanjur kesel setelah dia bohong.”
“Jangan sampai lo nyesel nanti, Sei,” kata Aurel.
Seina terdiam mendengar nasehat dari dua sahabatnya. Dia membenarkan apa yang diucapkan Shila maupun Aurel. Seina tidak ingin menyesal nantinya, tapi dia terlalu gengsi untuk memulai chat terlebih dulu.
“Permisi!”
Suara seseorang di luar sana membuat tiga cewek itu mengalihkan pandangan menuju pintu depan. Aurel segera berlari menuju pintu depan untuk melihat siapa yang datang.
Aurel kembali masuk bersama dengan dua orang yang mengikutinya dari belakang. Ternyata tamu itu adalah Aldo dan Mamanya. Shila dan Seina saling pandang, sementara Aldo terlihat terkejut melihat ada dua gadis itu di sana. Aldo tidak menyangka jika ternyata tiga sekawan itu sedang berkumpul di sini.
“Bunda kamu mana, Rel?” tanya Bu Vina.
“Ada di kamar, Tan,” jawab Aurel.
__ADS_1
“Aldo tunggu di sini, ya?”
Aldo hanya mengangguk dan duduk di salah satu sofa yang tidak jauh dari Seina maupun Shila. Sedangkan Aurel mengantar Bu Vina menuju kamar Bundanya. Mendadak suasana menjadi canggung. Mereka masih belum terlalu akrab, apalagi Aldo adalah tipe cowok yang sangat kalem dan pendiam.
“Uhm, lo mau liat adeknya Aurel?” tanya Seina mencoba memulai percakapan.
Aldo mengangguk dan dia mendekat pada box bayi berisikan dua bocah yang masih betah tidur itu. Hampir saja Shila menyemburkan tawanya melihat wajah datar Aldo saat melihat bayi itu.
“Kenapa?” tanya Aldo yang menyadari Shila hendak mentertawakannya.
“Lo punya adek?” tanya Shila.
“Nggak punya, adanya kakak. Kembar juga,” jawab Aldo, lagi-lagi membuat Seina dan Shila saling pandang.
“Tumben kata-kata lo panjang,” celetuk Aurel yang sudah kembali dari kamar Bu Candra, cewek itu membawa dua toples di tangannya.
“Maaf,” ucap Aldo.
Spontan Seina dan Shila menggeplak lengan Aurel, membuat cewek itu memekik. Seina dan Shila melotot pada Aurel. Sementara Aldo hanya diam saja melihat tingkah tiga cewek di depannya itu.
“Astagfirullah. Santai aja, Al. Lo kenapa kaku banget sih? Lo introvert, ya?” tanya Seina.
“Iya, gue nggak suka main keluar rumah,” jawab Aldo, matanya masih memperhatikan bayi di dalam box itu.
Kini ganti Seina yang mendapat geplakan dari Shila dan Aurel. Seina hanya bisa meringis menyadari kesalahannya.
“Oh ya, lo di rumah punya kucing?” tanya Shila mengalihkan topik pembicaraan.
“Iya, punya.”
“Ah, jadi lo suka kucing. Dulu Bunda gue juga punya kucing, tapi mati gara-gara di racun sama Andin,” ucap Aurel bercerita.
“Jangan nyebar fitnah, Kak!” teriak Andin yang tiba-tiba saja muncul bersama dengan Elsa.
“Fakta, lo yang ngeracun Mbak Mbul,” kata Aurel melotot pada Andin.
“Bentar lagi gelut nih,” gumam Seina menggelengkan kepalanya.
Aldo yang melihat pertengkaran kakak beradik itu mengernyitkan dahinya. Namun cowok itu terkejut ketika tiba-tiba saja Elsa mendekat dan menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan.
“Abang, namanya siapa?” tanya Elsa masih menatap wajah Aldo penuh minat.
“Aldo.”
“Abang temennya Kak Rel?” tanya Elsa lagi dan Aldo hanya mengangguk sebagai jawaban. “Bukan pacarnya 'kan?”
“Heh, ini lagi bocah satu modus aja bisanya,” sela Seina menatap malas pada Elsa.
__ADS_1
“Biarin, Sei. Gue mau liat reaksi Aldo,” ucap Shila menahan tawanya.
“Nggak usah diladenin, Al. Dia emang suka gitu, nggak bisa jaga mata kalo liat yang bening-bening,” kata Aurel yang sudah selesai adu mulut dengan Andin.
Sedangkan Andin melihat ada Aldo di sana, bocah SMP itu entah kenapa menjadi salting. Sepertinya menyesali sikap bar-barnya barusan.
“Temennya Mbak Aurel, ya?” tanya Andin dengan suara rendah. Aurel yang mendengar suara adiknya pura-pura muntah.
“Eh, gue di suruh balik sama Kanjeng Mami. Bunda lo masih ada dikamarnya, kan?” tanya Seina, dia baru saja mendapat chat dari Bu Lia yang menyuruhnya untuk segera pulang. Seina diminta untuk menjaga Geo.
“Iya, naik aja sana,” jawab Aurel dengan mulut penuh keripik pisang.
“Anterin kek. Shil, lo mau pulang kapan?”
“Ngomong aja lo mau nebeng,” jawab Shila. Sementara Seina hanya cengengesan.
Seina pun pamit pada Bu Candra dan Bu Vina yang ternyata masih berbincang. Kedua ibu-ibu itu sedang merencanakan rujakan di rumah Bu Vina, tentu mereka akan mengajak serta Bu Lia.
“Nanti ngomong sama Mami kamu, ya?” ucap Bu Candra.
“Iya, Bund.”
“Kamu pulang sama siapa? Shila?” tanya Bu Candra.
“Si Shila cuma nganter, nanti dia balik lagi ke sini. Masih mau main di sini, Bund,” jawab Aurel.
“Minta anterin Aldo aja. Kebetulan dia mau Tante suruh ambil barang di rumah,” ujar Bu Vina.
Seina membulatkan matanya. “Eh? Nggak usah, Tan.”
“Nggak apa-apa, dia pasti mau kok. Daripada Shila di suruh bolak-balik, kasihan. Yuk, Tante yang ngomong nanti.”
Seina pun hanya bisa mengikuti langkah Bu Vina dari belakang. Namun dia langsung kaget begitu melihat respon Aldo yang langsung menurut tanpa protes.
...📱📱📱...
Tinggalkan komentar kalian setelah selesai membaca dan koreksi bila ada typo...
Dukung juga novel Emak Bapak mereka:
Mantan Rasa Pacar
Mantan Bad Guy
__ADS_1