
Sebelum baca like dulu yuk 😗😗😗 Happy reading guys 🤗🤗
...📱📱📱...
Seina merasa gugup sejak tadi. Sebentar lagi Seina akan bertemu dengan Kaisar. Saat ini gadis itu sedang berada di sekolah setelah mengumpulkan tugasnya. Seina masih duduk- duduk di taman sekolah bersama dengan teman- temannya.
Melepas rindu sebentar setelah lama tidak bertemu. Walau Seina memiliki banyak teman di dunia maya, dirinya juga memiliki sahabat di dunia nyata. Ada Aurel dan Shila, mereka bersahabat sejak SD. Namun ketika SMP, Seina dan Aurel berbeda sekolah dengan Shila. Walau begitu, mereka masih sering bermain bersama. Lalu di SMA ketiganya kembali berkumpul lagi.
“Mana cowok lo, Sei?” tanya Aurel dengan mulut mengunyah jajanan yang dibawanya dari rumah.
“Nggak tau, dia belum chat gue lagi,” jawab Seina yang mulai tidak sabar.
“Lo chat lagi sana. Nih sebentar lagi kita bakal kena usir,” ucap Shila.
Pasalnya memang mereka tidak diperbolehkan nongkrong- nongkrong. Maklum karena masih pandemi, virus tak terlihat masih berkeliaran di luar sana. Benar kata Shila, satpam sekolah menghampiri mereka dan menyuruh mereka untuk segera pulang ke rumah masing- masing. Mau tidak mau mereka pun menurut dan membubarkan diri.
“Gue nebeng lo, ya?” pinta Seina pada Aurel yang memang rumahnya paling dekat dengan Seina.
“Jangan terlalu percaya sama pacar online lo itu, Sei! Nyatanya dia nggak datang hari ini,” ucap Shila.
“Iya, Sei. Kenapa lo nggak cari yang nyata aja sih? Banyak lho yang cakep di sekolah kita. Walau temen sekelas kita nggak ada yang good looking, kelas lain banyak kok.”
“Tapi gue udah terlanjur nyaman sama Kak Kai.”
“Kalo udah nyaman gitu susah emang, yang selalu kasih perhatian bakal kalah sama yang udah buat nyaman.”
Seina sudah terlanjur kesal pada Kaisar yang melanggar janjinya. Sampai malam tiba, cowok itu masih belum menghubunginya. Melihat wajah kusam sang adik membuat Gara mengernyitkan dahi hingga tercetak kerutan tak beraturan.
“Kenapa wajah lo jelek begitu?” tanya Gara.
“Diem, Bang. Gue lagi kesel,” jawab Seina menekan stik PS dengan sekuat tenaga.
“Kesel sih kesel, tapi stik PS gue jangan jadi pelampiasan!” ucap Gara merebut stik PS kesayangannya.
“Kak, itu HPnya bunyi. Ada yang telpon,” ucap Bu Lia dari ruang keluarga.
Seina pun segera mengambil ponselnya yang tadi dia tinggalkan di depan televisi. Seina melihat siapa yang menelponnya, dengusan keluar dari hidung gadis itu. Sei pun segera masuk kamarnya untuk menjawab panggilan itu.
“Halo?” sapa Seina dengan suara ketus.
“Sayang, maaf. Aku nggak kasih kabar ke kamu. Siang tadi aku ada Zoom Meeting,” ucap Kaisar dari seberang sana dengan suara yang terdengar sangat menyesal.
“Zoom sampai malam? Ngibul, ya?”
__ADS_1
“Habis Zoom ada tugas. Terus sore tadi ada latihan basket buat tanding minggu depan. Kamu lupa? Kan, ada pertandingan basket minggu depan, sekolah kamu juga ikut. Dan ini aku baru sampai rumah langsung telpon kamu,” ujar Kaisar mencoba menjelaskan, berharap Seina tidak marah lagi.
Seina terdiam, dalam hati dia membenarkan ucapan Kaisar. Cowok itu memang anak basket dan sebentar lagi ada pertandingan. Sekolah Seina pun juga ikut serta dalam pertandingan itu.
“Oke, aku maafin,” ucap Seina akhirnya.
“Makasih, Cantik. Aku nggak akan ulangin lagi. Janji.”
Percakapan Seina dan Kaisar berakhir. Wajah Seina sudah lebih cerah di banding tadi. Gadis itu kembali turun untuk makan malam bersama dengan keluarganya. Gara yang melihat wajah cerah sang adik kembali mengernyitkan dahinya. Cowok itu mendengus melihat betapa cepatnya perubahan mood sang adik.
“Ge, nanti kalo udah gede jangan tiru Mbakmu, ya?” ucap Gara pada Geo dipangkuannya.
“Heh! Jangan ajarin Geo aliran sesat! Panggil Kakak,” sewot Seina.
“Emang kenapa sih kalo panggil Mbak? Artinya sama juga.”
“Mbak kesannya kayak yang jaga warung di depan sekolah gue.”
“Kak!” peringat Bu Lia.
“Maaf, Mam.” Seina meringis.
“Wah udah pada kumpul. Mas sama Mbaknya Geo kenapa ribut lagi?” tanya Pak Anton berniat menjahili anak- anaknya.
“Kakak! Berisik!”
...📱📱📱...
Hari ini suasana rumah Seina cukup ramai, Aurel dan Shila berkunjung ke rumah Seina untuk mengerjakan tugas kelompok. Shila yang sangat suka dengan anak kecil, sejak tadi tidak bisa lepas dari Geo. Bu Lia merasa senang karena ada Shila yang menggantikannya untuk menjaga Geo hari ini, jadi beliau bisa lebih fokus pada pekerjaannya.
“Utututu, Geo ganteng banget sih? Mana mirip oppa- oppa Korea. Geo mirip Papi lo banget, Sei,” kata Shila yang sedari tadi kerjanya hanya memuji Geo.
“Setuju gue sama omongan Shila. Abang lo masih mendinglah perpaduan Papi sama Mami lo. Tapi kenapa bentukan lo kayak gini?” tanya Aurel tanpa filter kata.
PLAK!
“Sembarangan kalo ngomong!” gerutu Seina setelah menggeplak punggung Aurel.
“Suri. Shil, si Geo letakkin dulu. Kapan kelarnya kalo gini? Lo ke sini mau kerjain tugas bukan jadi pengasuhnya Geo.”
Mendengar cibiran Aurel, membuat mata Shila berbinar. Sepertinya sebuah ide brilliant baru saja mampir di otaknya yang tergolong kecil itu.
“Sei, Mami lo buka lowongan nggak? Gue mau jadi pengasuh Geo.”
__ADS_1
“Sarap lo.”
Ketiganya pun kembali berusaha fokus mengerjakan tugas kelompok mereka. Tugas itu harus segera diselesaikan, karena besok mereka bertiga harus mempresentasikannya via Zoom. Setelah selama hampir tiga jam berkutat dengan laptop, ketiganya serempak gelesotan di lantai kamar Seina. Suara ketukan pintu mengalihkan tiga gadis itu. Tidak lama seseorang masuk, melihat siapa yang masuk kamar Seina, Aurel menggulingkan tubuhnya menjadi tengkurap.
“Bang Gara,” sapa Aurel mesem- mesem.
“Hai,” sapa Gara ogah- ogahan. “Geo mana?” tanya Gara.
“Tidur tuh di kasur gue.”
“Oh, ya udah biarin dah tidur di sana. Mami nyariin tadi.”
“Ambil dah tuh,” ucap Seina.
“Jangan, Sei! Biar Geo di sini aja. Nanti gue kelonin Geo,” tutur Shila.
Mendengar hal itu Seina dan Gara kompak membulatkan matanya. “Heh! Adek gue masih bayi!”
“Hah?” tanya Shila bingung.
Seina menepuk dahinya ketika menyadari penyakit lemot Shila kambuh. Dia pun menyuruh Gara untuk keluar dari kamarnya. Setelah kepergian Gara, tiga orang itu sibuk dengan aktivitas masing- masing. Shila tiduran di samping Geo, Seina bermain game online bersama dengan Kaisar, sedangkan Aurel men- download drama Korea full episode. Mumpung ada wifi gratis, begitu kata Aurel. Aurel memang pecinta drama Korea, jadi tidak heran jika status WA- nya semuanya berisi cuplikan dari drama yang ditontonnya.
“Minggu depan mau nonton basket?” tanya Aurel tiba- tiba.
“Gue nonton,” jawab Seina tanpa melihat sang lawan bicara. “Gue udah dapet tiketnya dari Kak Kai,” tambah Seina.
“Udah baikan lo berdua?” tanya Shila.
Seina mengangguk dan tersenyum malu- malu, membuat Aurel jengah.
“Gue juga ada dua tiket nih. Lo ikut, ya?” Pinta Aurel pada Shila.
...📱📱📱...
Jangan lupa setelah membaca beri komentar kalian. Koreksi bila ada typo 😗😗😗
Dukung juga novel Emak Bapak mereka:
Mantan Rasa Pacar
Mantan Bad Guy
__ADS_1