
Sebelum baca like dulu yuk 😗😗😗 Happy reading guys 🤗🤗
...📱📱📱...
Aurel meremas gelas plastik bekas bobanya dengan amarah yang meletup- letup. Mereka bertiga sedang berkumpul di kamar Shila. Setelah tahu apa yang terjadi dengan sahabatnya itu, Seina dan Aurel langsung menggrebek rumah Shila. Tentu kedatangan tiba- tiba Seina dan Aurel membuat kedua orang tua Shila terkejut. Sementara Shila hanya bisa meringis melihat amarah Aurel.
“Tau gitu kemarin langsung gue bogem tuh cowok,” geram Aurel. Aurel adalah seorang gadis tomboy semi feminim. Sifatnya perpaduan dari sang Bunda dan sang Ayah.
“Lo kenapa nggak cerita, Shil?” tanya Seina mengabaikan Aurel.
“Maaf, udah buat kalian khawatir. Gue udah nggak apa- apa, kok,” jawab Shila pelan.
Seina menghembuskan napasnya, matanya memperhatikan kamar milik Shila. Dia dan Shila lebih feminim dibanding Aurel. Tidak heran jika kamar keduanya mirip, banyak aksesoris perempuan.
“Lo sampai minum obat, Shil. Dan lo bilang nggak apa- apa?” tanya Aurel mengguncang bahu Shila. Seina memutar bola matanya malas. Satu lagi sifat Aurel, dia lebay.
PLAK!
Shila menggeplak tangan Aurel, membuat gadis itu mengaduh kesakitan. “Gue nggak mau buat kalian khawatir.”
“Lo kok bisa di bully?” tanya Aurel mengunyah cemilan yang disediakan Mama Shila.
“Nggak apa- apa kalo lo belum siap cerita,” tutur Seina melihat raut wajah Shila yang sepertinya enggan bercerita.
“Sayang banget, padahal Ivan lumayan tampangnya,” gumam Aurel.
“Aurel!” geram Seina.
Seina dan Aurel memutuskan untuk pulang. Shila saat ini harus beristirahat. Seina dan Aurel tidak mengerti dengan kondisi sahabatnya itu. Shila terlihat sangat lemah dan seperti sedang sakit. Tadi sebelum pulang Mama Shila sempat bercerita pada dua gadis itu tentang keadaan putrinya. Mamanya juga berpesan agar Seina dan Aurel tetap berada di samping Shila apapun yang terjadi.
“Gue jadi pengen denger ceritanya dari mulut Ivan,” ucap Aurel.
“Jangan aneh- aneh lo, Rel,” peringat Seina.
“Ayo ketemu Ivan sekarang.”
Seina membulatkan matanya. Tidak habis pikir dengan pemikiran Aurel dan tingkahnya yang di luar dugaan.
“Mereka sekolah, kalo lo lupa.”
“Tunggu sampai mereka pulanglah.”
“Beneran mau ke sana?” tanya Seina ragu.
__ADS_1
“Beneran. Lo juga bisa ketemu Kaisar. Gimana?"
Mendengar nama Kaisar di sebut membuat Seina tergoda. Akhirnya Seina setuju. Dua gadis itu pun menuju SMA Garuda untuk bertemu dengan dua orang itu.
Setibanya di SMA Garuda, Seina dan Aurel masih harus menunggu. Keduanya menunggu di sebuah stand penjual boba. Tentu sebagai pecinta boba, Aurel sangat girang. Gadis itu langsung mengajak Seina untuk menunggu sambil minum boba.
“Udah chat pacar lo?” tanya Aurel menyedot boba-nya.
“Udah, tapi belum dibaca.”
Ya, tadi Seina sudah memberitahu Kaisar bahwa dia sedang menunggu cowok itu di depan sekolahnya. Tidak lama suara bel dari dalam SMA Garuda berbunyi, beberapa anak keluar dari sekolah itu. Aurel menepuk- nepuk bahu Seina dan spontan berdiri dari kursi.
“Apa sih?” tanya Seina berusaha menghindar.
“Itu si Ivan,” tunjuk Aurel.
“Tau darimana lo? Anak Garuda pake masker semua.”
“Iya, sih. Ayo coba berdiri di depan gerbang. Kalo dari sini gue nggak bisa baca nametag mereka.”
Seina dan Aurel pun berjalan mendekat menuju gerbang pintu masuk SMA Garuda. Tentu banyak pasang mata yang memperhatikan keduanya. Banyak dari mereka bertanya- tanya siapa dua gadis yang sedang celingukkan di depan sekolah mereka?
“Lho? Sei?” panggil seseorang menghentikan laju motornya. Orang itu membuka kaca helmnya.
“Siapa, Kai? Lo kenal?” tanya gadis itu.
Seina meremas tali tas selempangnya dengan kencang dan pandangannya menunduk. Sementara Aurel tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini. Lalu ada anak- anak Garuda yang terang- terangan menatap mereka. Kaisar meminta gadis yang duduk di jok belakang motornya untuk turun. Tapi bukannya menurut, gadis itu melayangkan protesnya.
“Turun, Gis!” bentak Kaisar.
Bukan hanya gadis yang dipanggil ‘Gis’ itu yang terkejut, semua yang ada di sana terkejut mendengar bentakan yang keluar dari mulut Kaisar. Termasuk Seina, dia makin mengeratkan pegangan di tali tasnya.
“Gue nggak salah denger, kan? Kaisar bentak Gisel?” bisikkan itu tidak sengaja terdengar oleh telinga Seina.
“Lo siapa sih? Lo kenal Kaisar?” tanya Gisel pada Seina, tatapannya menghunus tajam.
Seina terdiam, tidak tahu harus bagaimana. Aurel yang ingin maju selangkah di tahan oleh Seina. Dalam hati Aurel sudah ingin mencolok mata Gisel yang melotot itu.
“Dia pacar gue.” Kaisar yang menjawab pertanyaan Gisel tadi.
“Lho? Pacar Kak Kaisar bukannya Kak Gisel, ya?” bisik sebuah suara.
Gisel yang mendengar ungkapan Kaisar seketika meradang. Hawa di sekitar bertambah panas. Gisel hendak maju memberi Seina pelajaran. Namun kalah oleh langkah Kaisar yang lebih dulu menarik Seina agar berada di sisinya.
__ADS_1
“Sorry, lo balik sendiri. Gue mau antar Sei pulang,” ucap Kaisar menarik Seina dan menyuruhnya untuk naik ke motor cowok itu. Seina hanya menurut, lalu keduanya pergi dari sana.
Orang- orang yang tadi berkerumun sedikit demi sedikit meninggalkan tempat kejadian perkara, karena merasa tontonan sudah berakhir. Kini meninggalkan Aurel dan Gisel. Aurel tiba- tiba saja tersadar, dia menoleh ke kanan dan kiri.
“Anj*ng! Gue ditinggalin!” pekik Aurel membuat Gisel terlonjak kaget.
“Ckck, biasa aja dong. Nggak usah nge-gas,” ucap Gisel. “Heh! Lo temennya cewek tadi, kan? Ada hubungan apa Kaisar sama cewek tadi?” tanya Gisel dengan mata terbelalak.
Aurel tidak langsung menjawab, dia memperhatikan Gisel dari ujung rambut sampai ujung kaki. Seperti sedang menilai penampilan cewek itu.
“Lo nggak denger tadi? Kaisar bilang kalo Sei pacarnya.”
“Jangan ngibul lo! Kaisar pacar gue!”
Aurel mengangkat bahunya tidak peduli. “Kan, yang ngomong Kaisar sendiri tadi. Kok jadi ngatain gue ngibul?”
“Ngg…
“Ssstt, stop! Gue nggak ada urusan sama lo, ya?” potong Aurel menghentikan ucapan Gisel. “Ckck, bukannya nemuin si Ivan malah gue ditinggalin. Bener- bener temen laknat lo, Sei,” gerutu Aurel pergi dari sana meninggalkan Gisel.
“Heh! Gue belum selesai ngomong! Balik ke sini lo!” teriak Gisel mencak- mencak ditempatnya.
Sementara di lain tempat, Kaisar dan Seina masih berada di jalan. Motor Kaisar meliuk- liuk dijalanan dengan kecepatan sedang. Namun seketika Seina tersentak, dia memukul punggung Kaisar untuk menghentikan laju motornya. Cowok itu mengernyit, tapi segera menuruti permintaan Seina.
“Kenapa, Yang?” tanya Kaisar menoleh ke belakang setelah menepi.
“Aurel ketinggalan,” jawab Seina panik. Dalam hati gadis itu berdoa semoga Aurel akan mengampuninya.
...📱📱📱...
Hai, kenalan yuk sama Gisel 😗😗😗
Setelah selesai membaca jangan lupa tinggalkan komentar dan koreksi bila ada typo 😚😚😚
Dukung juga novel Emak Bapak mereka:
Mantan Rasa Pacar
Mantan Bad Guy
__ADS_1