LVR (Long Virtual Relationship)

LVR (Long Virtual Relationship)
Kok Yang Jawab Cewek?


__ADS_3

Sebelum baca like dulu yuk 😗😗😗 Happy reading guys 🤗🤗


...📱📱📱...


Seina sejak tadi masih mesem- mesem. Sementara Aurel dan Shila saling bertatapan melihat tingkah sahabatnya yang aneh itu. Shila komat- kamit menanyakan apa yang terjadi dengan Seina pada Aurel yang sejak tadi bersama dengan gadis itu sehingga wajahnya secerah lampu bohlam. Namun Aurel hanya menggelengkan kepalanya, dia juga tidak tahu penyebab tingkah Seina saat ini.


“Tadi lo ketemu siapa?” tanya Aurel.


“Eh? Lo liat?” Kaget Seina.


“Liatlah, gue punya mata,” ucap Aurel sewot. Sementara Shila yang tidak tahu apa- apa hanya mendengarkan obrolan keduanya.


“Gue ketemu Kak Kai,” jawab Seina meringis.


Aurel spontan menggebrak meja. “Serius lo? Jadi itu yang namanya Kaisar?”


Seina mengernyit. “Lo kenal?”


“Nggak kenal gue. Tadi sekilas liat wajahnya pas buka masker. Sumpah ganteng banget ternyata! Si Septi kalah jauh,” kata Aurel menggebu- gebu.


“Serius lo, Rel?” tanya Shila yang tiba- tiba saja penasaran.


“Walau jarak kita lumayan jauh, mata gue langsung jernih kalo lihat cowok ganteng.”


Seina dan Shila sama- sama mendengus mendengar Aurel membanggakan keahlian yang menurut mereka tidak berfaedah itu.


Setelah duduk- duduk di café sebentar sambil mengisi perut, ketiga gadis itu pun memutuskan untuk segera pulang. Apalagi sebelumnya para orang tua mereka sudah berpesan untuk langsung pulang tanpa mampir- mampir. Seina turun dari motor Aurel yang mengantarnya. Sementara Shila sudah pulang terlebih dulu. Seina segera masuk rumah setelah Aurel pergi dari rumahnya.


“Dari mana, Kak?” tanya Pak Anton yang baru saja pulang dari kantor.


“Nonton basket,” jawab Seina.


“Lho? Memangnya boleh?”


“Boleh, Pap. Cuma harus jaga jarak, terus penontonnya juga nggak full,” jelas Seina.


Pak Anton menganggukkan kepalanya. “Ya udah sana cuci tangan atau mandi sekalian.”


“Siap, Bos!” Seina langsung masuk ke dalam rumah dan melaksanakan perintah sang Papi.


Pak Anton hanya menggelengkan kepalanya dan mengikuti sang putri masuk ke dalam rumah. Beliau juga langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara di ruang tamu ada Bu Lia, Geo, dan Gara sedang asyik menonton televisi.


Seina tidak langsung keluar dari kamarnya. Gadis itu mengecek ponselnya untuk melihat apakah Kaisar menghubunginya. Tidak ada chat atau panggilan telpon dari sang kekasih. Dia pun memutuskan untuk turun ke bawah, meninggalkan ponselnya di kamar.


“Geo!” panggil Seina mencomot Geo yang sedang tengkurap di lantai.

__ADS_1


“Kak! Adeknya lagi anteng jangan diganggu,” ucap Bu Lia menatap tajam Seina.


“Si Geo kena mental tuh,” celetuk Gara memakan kacang atom.


“Sei cuma mau main sama adek, kok.”


“Bohong, Mam. Kemarin Geo di foto- foto terus fotonya di posting di Sopi.” Adu Gara.


Bu Lia melotot pada Seina karena terkejut. Sementara Seina yang mendapat tatapan maut dari sang Mami menggelengkan kepalanya panik.


“Nggak, Mam. Bang Gara bohong, Sei nggak pernah posting foto Geo di Sopi,” ucap Seina. Gara tertawa ngakak melihat wajah panik adiknya. Seina menatap tajam Gara dan kakinya menjulur menendang punggung abangnya hingga cowok itu terdorong ke depan.


“Heh! Ngajak gelud?” bentak Gara.


“Ckckck, nggak bisa apa kalian itu barang semenit aja anteng? Pusing Mami denger kalian berantem terus. Kalian itu udah berumur harusnya bisa kasih contoh ke Geo. Ini malah berantem terus kerjaannya.”


“Bang Gara yang suka nyari gara- gara.”


“Ya nggak usah diladenin dong,” balas Bu Lia.


“Kalo aku diem nanti Bang Gara makin jadi, Mam. Tuh! Mukanya aja jelek gitu melet- melet.”


“Bang, kamu juga jangan jahilin adeknya terus.”


“Kalo nggak jahilin Sei, terus Abang jahilin siapa dong?” tanya Gara dengan tampang sok polos. Membuat Bu Lia maupun Seina ingin menabok wajah itu.


“Dulu Mami ngidam apa sih? Bisa- bisanya yang lahir tingkahnya kayak gitu,” tanya Seina.


“Heh, walau tingkahnya kayak gitu dia abangmu lho. Kalo lebaran kamu wajib sungkem sama dia,” jawab Bu Lia.


“Habisnya ngeselin banget, pantes masih jadi bujang lapuk alias jomblo sampai detik ini.”


“Walau jomblo sejak lahir, Bang Gara punya tampang yang menjual. Lumayan bisa sedikit dibanggakan kalo ketemu temen- temen Mami.”


Seina mengernyit mendengar perkataan Bu Lia. “Mami puji Bang Gara apa menghina sih?”


“Mami puji kok. Tapi selebihnya Mami hanya menyampaikan fakta, itu menunjukkan nggak ada manusia yang sempurna. Di setiap kelebihan pasti ada kekurangannya. By the way, kamu sama si siapa itu namanya? Sesar?”


“Kaisar, Mam,” ucap Seina dengan wajah datar.


“Oh iya, Kaisar. Kalian masih belum ketemu sampai detik ini? Jangan gampang percaya sama yang virtual gitu, Sei. Kebanyakan yang virtual itu nggak sesuai ekspetasi,” tutur Bu Lia.


“Bener kata Mami. Kak Kai memang nggak sesuai ekspetasi,” ucap Sei tersenyum lebar.


“Kan, bener apa kata Mami.”

__ADS_1


“Kak Kai gantengnya kelewatan, Mam. Mungkin kalo Kak Kai sama Papi ketemu, Papi bakal insecure,” kata Seina menggebu- gebu, membuat Bu Lia ternganga.


...📱📱📱...


Seina baru saja selesai membantu mencuci piring bersama dengan Bu Lia. Gadis itu langsung masuk ke kamarnya setelah berpamitan pada semua anggota keluarganya hendak tidur. Namun kenyataannya tidak begitu. Seina memeriksa ponselnya melihat apakah Kaisar sudah menghubunginya. Ternyata ada beberapa chat dan panggilan tak terjawab dari Kaisar. Seina pun mencoba untuk kembali menghubungi Kaisar. Beberapa detik kemudian panggilan Seina dijawab, senyum gadis itu mengembang.


“Halo?” sapa suara di seberang sana.


Mendengar suara itu membuat seketika senyuman di wajah Seina luntur. Gadis itu memperhatikan layar ponselnya.


‘Nomernya bener, ini nomer Kak Kai. Tapi kok yang jawab cewek?’ batin Seina.


“Halo? Siapa, ya?” tanya suara di sana.


“Ha… halo. Kak Kai-nya ada?”


“Kaisar? Lo siapanya Kaisar?” tanya suara di seberang sana, nadanya berubah ketus. Membuat Seina mengernyitkan dahinya bingung.


“Saya pacarnya Kak Kai,” jawab Seina takut- takut.


“Kaisar pacar gue, jangan coba- coba…”


Suara itu terputus, entah apa yang terjadi di seberang sana. Seina masih menunggu, karena panggilan belum berakhir.


“Sei, nanti aku telpon lagi, ya?”


Belum sempat Seina membalas ucapan Kaisar, panggilan sudah diputus secara sepihak. Gadis itu menatap ponselnya. Berbagai pertanyaan muncul di dalam benaknya, mengenai siapa cewek yang tadi menjawab panggilan darinya?


Juga mengapa Kaisar terdengar panik di seberang sana? Seina masih menunggu telpon dari Kaisar yang tadi berkata akan menelponnya lagi. Namun hingga tengah malam tidak ada panggilan masuk dari Kaisar. Seina menatap ponselnya kecewa dan memutuskan untuk pergi tidur. Menonaktifkan ponselnya, lalu benar- benar menjelajah ke alam mimpi.


...📱📱📱...


Say hi, pada visual Seina 👋👋👋



Setelah selesai membaca jangan lupa tinggalkan komentar kalean, ya 😗😗😗


Dukung juga novel Emak Bapak mereka:



Mantan Rasa Pacar


Mantan Bad Guy

__ADS_1



__ADS_2