
Sebelum baca like dulu yuk 😗😗😗 Happy reading guys 🤗🤗
...📱📱📱...
Seina masih menahan malu akibat ucapan sang Papi tadi. Sementara Kaisar tidak bisa berhenti tertawa dari tadi. Ingin rasanya Seina menghilang saat ini juga. Dia benar- benar merutuki tingkah sang Papi tadi.
“Kamu bohong, Sei,” ucap Pak Anton.
“Bohong soal apa, Pap?” tanya Seina mengernyitkan dahi, begitu juga dengan Kaisar.
“Dia lebih ganteng dari Papi ternyata,” jawab Pak Anton, kini wajahnya terlihat sinis.
Mendengar jawaban Pak Anton membuat Seina ternganga di balik masker yang dia pakai. Sementara Kaisar berusaha menahan tawanya. Ternyata orang tua Seina tidak semenakutkan bayangannya tadi.
“Papi kamu lucu, Yang,” ungkap Kaisar.
“Aneh dia, Kak. Udahlah jangan bahas Papi lagi, malu aku. Bisa- bisanya dia ngomong gitu,” ucap Seina menundukkan kepalanya.
Mereka sudah tiba di GOR yang cukup ramai dengan beberapa orang memakai seragam basket. Kaisar mengajak Seina masuk, di dalam sana sudah ada beberapa teman Kaisar. Cowok itu memperkenalkan Seina pada teman- temannya.
“Lho? Dia Mrs. Sei?” tanya salah satu teman Kaisar.
“Iya,” jawab Kaisar.
Sementara Seina mengernyit merasa tidak mengenal cowok itu, sementara dia mengenal username Seina ketika bermain game online.
“Gue Jackie02,” ucap anak itu menjawab rasa penasaran Seina.
Seina melotot. “Heh! Lo yang kemarin nyerang gue?”
“Maaf, nggak sengaja,” kata Jackie meringis merasa bersalah.
Sekarang Seina duduk di tribune penonton seorang diri, menonton Kaisar yang sedang bermain basket bersama dengan teman- temannya. Matanya tidak pernah lepas dari cowok itu. Seina akan bersorak heboh ketika Kaisar memasukkan bola ke dalam ring dan Kaisar akan memberikan love sign untuknya.
“Sei!” panggil seseorang, membuat Seina langsung menoleh dan membulatkan matanya.
“Ngapain kalian di sini?” tanya Seina.
“Main,” jawab Aurel tersenyum.
“Gue diajak dia,” tambah Shila menunjuk Aurel.
Seina menatap dua sahabatnya itu. Mendadak dia menyesal telah pamer pada mereka tadi. Namun nasi sudah menjadi bubur, Aurel dan Shila sudah terlanjur datang kemari. Tidak mungkin Seina mengusir keduanya.
“Ke kiri… kiri! Noh oper sama yang rambutnya agak botak!” pekik Aurel yang urat malunya sudah putus.
Mendengar teriakan Aurel, semua yang ada di tengah lapangan termasuk sang pelatih menatap mereka bertiga yang duduk di tribune penonton. Seina dan Shila berusaha menyembunyikan wajahnya.
__ADS_1
“Asyem si Aurel. Malu- maluin,” ucap Seina melirik pada Aurel.
“Nyesel gue ikut ke sini,” gumam Shila.
Latihan sore ini sudah selesai. Kaisar menemui Seina yang masih bersama dengan Aurel dan Shila. Cowok itu tidak sendiri, dia bersama dengan seorang temannya. Namun temannya itu tidak memakai kaos seperti Kaisar, sepertinya temannya itu bukan tim basket.
“Maaf, ya? Latihannya agak lama,” ucap Kaisar.
“Nggak apa- apa, Kak. Kalian keren mainnya,” kata Seina, dia menoleh ketika Aurel menyenggol lengannya. “Oh ya, ini Aurel sama Shila.”
“Gue Kaisar.”
“Aurel.”
“Shila,” jawab Shila lirih.
“Shila?” panggil sosok yang berdiri di sebelah Kaisar.
Ketiga orang itu kompak melihat Shila dan teman Kaisar secara bergantian. Seina mengernyit melihat Shila yang terlihat tidak nyaman berada di sana. Sahabatnya itu meremas tangannya, kebiasaannya jika sedang dilanda panik. Keringat pun juga tiba- tiba saja bercucuran dari pelipis Shila.
“Lo kenal, Van?” tanya Kaisar.
“Temen SMP gue dulu,” jawab seseorang yang dipanggil ‘Van’ itu. Kaisar mengangguk, begitu juga dengan Aurel dan Seina.
“Kenalin namanya Ivan,” ucap Kaisar.
“Eh? Shil?” panggil Aurel. “Gue kejar dia dulu, ya? Bye.”
Aurel juga pergi darisana untuk mengejar Shila. Sedangkan Seina dibuat bingung ditempatnya. Ada apa dengan sahabatnya itu?
...📱📱📱...
Seina turun dari motor Kaisar, setelah kepergian Shila dan Aurel tadi mereka juga memutuskan untuk langsung pulang. Seina ingin segera menanyakan alasan Shila bersikap seperti itu, begitu juga dengan Kaisar, cowok itu juga ingin menanyakan hal yang sama pada Ivan.
“Shila nggak pernah cerita, Yang?” tanya Kaisar.
Seina menggeleng. “Shila itu pendiem, Kak. Dia yang paling jarang curhat di antara kita, dia lebih sering jadi pendengar.”
“Gitu? Coba nanti aku tanya sama Ivan, katanya mereka satu SMP dulu.”
“Iya, Kak. Kak Kai mau mampir dulu?” tanya Seina.
“Nggak deh, lain kali aja. Aku bau keringet. Aku langsung pulang aja, ya?”
Seina mengangguk. “Hati- hati di jalan, Kak.”
“Kamu juga istirahat, ya? Aku pulang dulu, Yang.”
__ADS_1
Seina mengangguk dan baru masuk ketika Kaisar sudah tidak terlihat lagi. Gadis itu mengernyit melihat Pak Anton berdiri di balik pintu.
“Kok nggak diajak masuk?” tanya Pak Anton, sepertinya beliau masih tidak terima jika Kaisar lebih tampan.
“Kak Kai baru olahraga, bau keringat dia. Jadi langsung pulang tadi,” jelas Seina masih mencoba untuk sabar.
“Padahal Papi mau lihat orang ganteng kalo keringetan. Masih ganteng apa nggak,” ucap Pak Anton masuk ke dalam. Sedangkan Seina hanya bisa menpuk dahinya dengan tingkah Papinya itu.
Setelah makan malam, Seina sibuk chat- an bersama kedua sahabatnya. Seina dan Aurel masih memaksa Shila agar mau bercerita perihal kejadian tadi. Ternyata tadi setelah keluar dari GOR, Shila menghilang entah kemana. Aurel bahkan sampai panik mencari gadis itu. Grup chat ramai dengan omelan Aurel yang masih belum berhenti, sedangkan Shila berkali- kali meminta maaf telah membuat para sahabatnya itu khawatir.
“Ayo cerita, Shil. Kalo lo ada masalah cerita aja, kita berbagi beban bersama.”
“Beban gue berat, yakin lo berdua mau?” tanya Shila.
“Nggak usah ngalihin topik, Jaenab! Serius, lo sama si Ivan itu ada hubungan apa?” Aurel kembali mengomel.
“Maaf, gue belum bisa cerita ke kalian sekarang,” balas Shila. “Gue off dulu, ya? Gue perlu istirahat,” lanjutnya.
“Shil? Jangan off dulu,” pinta Seina. Namun terlambat, Shila sudah benar- benar off.
“Gue jadi curiga sama tuh bocah,” kata Aurel.
“Sama, gue juga. Gue nggak pernah lihat dia secemas itu tadi.”
“Coba lo tanya pacar lo, deh,” ujar Aurel, kini mereka beralih pada chat pribadi.
“Iya nanti gue tanyain.”
Seina segera menanyakan tentang Ivan. Namun belum ada balasan dari sang kekasih. Dia pun menunggu sambil mengerjakan tugas yang belum sempat dibuatnya tadi. Cukup lama seina menunggu balasan dari Kaisar. Sepertinya cowok itu sedang sibuk.
TING!
Punggung Seina menegak mendengar notifikasi chat itu. Dia segera membuka chat itu, dari Kaisar. Mata Seina membulat sempurna membaca rentetan kata itu, mulutnya seketika terkatup.
“Kata Ivan, dulu di SMP. Shila pernah jadi korban bully. Dan salah satu yang bully dia adalah Ivan.”
...📱📱📱...
Jangan lupa tinggalkan jejak komentar kalian setelah membaca 😃😃 koreksi juga bila ada typo.
Dukung juga novel Emak Bapak mereka:
Mantan Rasa Pacar
Mantan Bad Guy
__ADS_1