LVR (Long Virtual Relationship)

LVR (Long Virtual Relationship)
Salah Paham


__ADS_3

Sebelum baca like dulu yuk 😗😗😗 Happy reading guys 🤗🤗


...📱📱📱...


Akhirnya Seina diantar pulang oleh Aldo. Selama perjalanan tidak ada yang membuka mulut. Seina bingung hendak membicarakan apa dengan cowok berwajah lempeng itu. Namun, mengingat bagaimana tadi cowok itu langsung menurut begitu Bu Vina minta tolong, membuat Seina sedikit minder.


Bagaimana tidak? Bahkan Bu Lia harus sampai ngomel baru Seina atau Gara bergerak dari tempatnya atau bahkan mereka mengeluarkan protes terlebih dulu. Sepertinya memang Aldo adalah anak baik yang sangat penurut.


“Sei!” panggil seseorang membuat lamunan Seina tentang Aldo buyar.


“Lo di panggil, Sei,” ucap Aldo sedikit menoleh ke belakang.


Seina pun menoleh dan mendapati motor besar Kaisar berhenti tidak jauh dari tempatnya berada kini. Seina pun menyuruh Aldo untuk berhenti sejenak ketika melihat Kaisar hendak menghampirinya. Namun, tatapan Seian beralih pada cewek di belakang Kaisar yang berjalan mengekori cowok itu.


“Ngapain sih lo maksa gue ke sini? Lihat dengan mata kepala lo sendiri 'kan? Pacar lo yang berharga itu selingkuh,” ucap Gisel melipat tangan di depan dada.


Seina mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Gisel tadi. Selingkuh? Siapa? Dia? Dengan siapa? Sementara Kaisar menatap tajam pada Gisel.


“Yang, aku mau minta maaf sama kamu. Kemairn kamu salah paham, HPku di bajak Gisel. Aku nggak tau, karena pas aku cek story WA itu udah di hapus sama dia,” jelas Kaisar.


“Udahlah, Kai. Ngapain sih capek-capek jelasin, udah jelas-jelas dia nusuk lo dari belakang. Lo liat jelas tadi pacar lo itu boncengan sama cow…”


“Diem lo, Gis!” bentak Kaisar hilang kesabaran.


Seina dan Aldo terkejut mendengar bentakan Kaisar tadi. Sementara Gisel hanya bisa terdiam dengan wajah yang memerah menahan malu, beruntung dia menggunakan masker sekarang. Lalu Kaisar beralih pada Seina yang masih berdiri mematung.


“Aku mohon maafin aku, Yang,” ucap Kaisar.


“Iya, Kak. Sei paham, udah dimaafin kok. Tapi, kenapa Kak Kai ajak Kak Gisel?” tanya Seina mengernyitkan dahi.


“Tadinya mau minta dia buat jelasin yang sebenernya tentang kejadian waktu itu. Tapi, aku malah nyesel ajak dia ke sini, ternyata dia cuma memperkeruh keadaan,” jawab Kaisar menatap tajam Gisel.


“Kok lo ngomong gitu, Kai?” tanya Gisel tidak terima. “Apa lo liat-liat?” tanya Gisel pada Aldo yang kedapatan juga sedang memperhatikannya.


“Dia siapa, Yang?” tanya Kaisar tidak mempedulikan Gisel.


“Temen sekelas aku, Kak. Tadi kita lagi kumpul di rumah Aurel, adiknya baru lahir. Terus aku disuruh pulang sama Mami, kebetulan Aldo juga mau disuruh Mamanya ambil barang di rumah dia. Karena rumah kita juga deket, jadi kita bareng,” jelas Seina.


“Halah, bohong banget. Padahal mau modus itu,” celetuk Gisel.


“Gue nggak modus, memang Mama gue yang nyuruh. Gue bukan tipe cowok perebut cewek yang udah punya pacar,” jawab Aldo tajam.

__ADS_1


Seina membulatkan matanya, tidak menyangka jika Aldo bisa berkata sepedas itu. Sedangkan Gisel merasa tertampar oleh kata-kata Aldo barusan.


Setelah insiden di jalan tadi, Seina pun melanjutkan perjalanan pulang bersama dengan Aldo. Tadinya Kaisar ngotot ingin mengantar sang kekasih sampai rumah. Namun, lagi-lagi Aldo memberi alasan yang tidak bisa disanggah lagi.


“Gue dapet amanah dari Mama gue, jadi gue yang bakal antar Seina sampai rumah. Kalau lo nggak percaya sama gue, lo boleh ikutin kita dari belakang,” ucap Aldo tadi.


Seina turun dari motor matic Aldo dan mengucapkan terima kasih pada cowok itu. Cewek itu benar-benar takjub pada Aldo.


“Sei, gue boleh tanya?” tanya Aldo menghentikan langkah kaki Seina yang hendak masuk ke dalam rumah.


“Ya? Mau tanya apa?”


“Pacar lo itu bukan dari sekolah kita?”


“Kok lo tau?” tanya Seina mengernyitkan dahinya.


“Wajah mereka asing, juga tadi di motornya ada stiker nama sekolah dia.”


Seina lagi-lagi dibuat terkejut oleh Aldo. Cowok itu benar-benar teliti, bahkan Seina tidak sadar stiker apa saja yang ditempel di motor milik Kaisar.


“Iya, mereka bukan dari sekolah kita. Gue ketemu Kak Kai pas main game online bareng,” cerita Seina tanpa diminta.


“Online? Jangan terlalu percaya sama yang virtual, Sei,” ucap Aldo, suaranya terdengar sangat serius. Namun sepertinya cowok itu tiba- tiba merasa salah bicara. “Maaf, bukan gue mau tau urusan lo. Gue cuma mau sampein opini gue aja.”


“Kalo gitu gue balik dulu,” ucap Aldo dan segera pergi dari hadapan Seina.


...📱📱📱...


Seina masih memikirkan ucapan Aldo siang tadi. Apa benar dirinya terlalu percaya pada Kaisar? Namun mengingat tadi siang bagaimana dengan gampangnya Seina memaafkan cowok itu membuat ia mulai sedikit ragu.


“Ckck, pusing gue,” gumam Seina mengacak-acak rambutnya.


TING!


Sebuah notifikasi chat masuk ke ponselnya, Seina pun meraih benda pipih itu. Bukan chat dari Kaisar ternyata, melainkan dari grup WA yang berisikan Seina dan dua sahabatnya.


“Tumben nih grup rame,” ucap Seina.


“Welcome, Aldo. Moga betah di grup ini.” Tulis Aurel.


“Member baru nyanyikan lagu!” tambah Shila.

__ADS_1


“Lho? Aldo dimasukin grup?” tanya Seina.


“Iya. Yey, temen kita tambah. Mana nih hoomannya?”


“Maaf, lama. Tadi rekam suara dulu, disuruh nyanyi 'kan?” tanya Aldo yang tiba- tiba muncul. Lalu tidak lama kemudian sebuah Voice Note terkirim.


Seina pun dengan semangat membuka VN itu dan mendengarkan suara berat milik Aldo. Dia terdiam mendengarkan suara itu. Setelahnya ponsel Seina kembali ramai dengan chat yang masuk.


“Waow, amazing! Suara Aldo bagus banget. Merdu! Bravo!” Tulis Aurel heboh.


“Beneran?” tanya Aldo.


“Sticker…” Shila mengirim stiker gambar monyet yang sedang geleng-geleng kepala.


“Beneran! Gue nggak bohong!” Masih Aurel.


Seina hanya menyimak. Dia tidak ingin terlibat dengan kebohongan sahabatnya itu. Aurel benar-benar usil. Namun yang membuat Seina gemas sendiri, mengapa Aldo bisa sepolos itu? Bahkan cowok itu tidak sadar jika sedang dibohongi Aurel.


“Kasihan Aldo. Harusnya dia juga sadar sama kualitas suaranya 'kan?” gumam Seina menggelengkan kepalanya prihatin.


Meninggalkan aplikasi chat, Seina membuka aplikasi game onlinenya. Ternyata Kaisar tidak online, akhrinya Seina pun bermain seorang diri.


“Lo sendirian?” tanya akun bernama Jack.


“Iya. Kak Kai lagi off, ya?” tanya Seina pada Jack.


“Oh, Kai. Lagi sama Gisel dia. Mereka emang sering belajar bareng, mana si Gisel nempel mulu sama Kai. Heh! Lah ilang pacarnya Kai.”


Seina langsung membuang ponselnya di kasur. Mendengus kesal setelah mendengar ucapan Jack tadi. Lagi-lagi ucapan Aldo siang tadi kembali terngiang di ingatannya. Benarkah dia tidak boleh terlalu percaya pada Kaisar?


“Jangan terlalu percaya sama yang virtual.” Kata- kata itu juga pernah diucapkan oleh Aurel.


...📱📱📱...


Tinggalkan komentar kalian setelah selesai membaca dan koreksi bila ada typo...


Dukung juga novel Emak Bapak mereka:



Mantan Rasa Pacar

__ADS_1


Mantan Bad Guy



__ADS_2