
Sebelum baca like dulu yuk 😗😗😗 Happy reading guys 🤗🤗
...📱📱📱...
Seina, Shila, dan Aurel berjalan mengekor pada Langit yang tadi berkata hendak mengambil baju kotornya di loker. Ketiganya berjalan menunduk karena banyak pasang mata yang memperhatikan. Shila meremas tangannya dengan keringat dingin, melihat hal itu Seina memegang bahu sahabatnya.
“Calm down, Shil. Nggak apa- apa, mereka nggak gigit. Ada gue sama Aurel di sini,” bisik Seina mencoba menenangkan Shila. “Tarik napas, keluarin pelan-pelan.”
Shila menuruti apa yang dikatakan oleh Seina. Kini mereka sampai di depan loker tempat Langit menyimpan barang-barangnya.
“Nih,” ucap Langit memberikan tas berisi baju kotornya.
“Oke, bakal gue cuci. Kalo udah beres gue kabarin lagi,” kata Aurel menerima tas itu. “Kalo gitu gue sama temen-temen gue balik.”
Langit hanya menganggukkan kepalanya dan menatap kepergian tiga cewek itu. Seringai muncul dari bibir Langit. Sementara anak-anak yang melihat seringaian itu menjerit tertahan.
“Gila! Beneran tuh si Langit senyum?” ucap salah seorang anak.
...📱📱📱...
Seina menelpon Kaisar begitu dia sampai rumah. Senyum terbit di wajah Seina kala panggilannya dijawab oleh cowok itu.
“Halo, Sei?” sapa Kaisar dari seberang.
“Maaf, ya, Kak. Harusnya tadi kita pulang bareng.”
“Nggak apa-apa, Yang. Oh ya, tadi gimana? Kalian jadi ke AIH?”
“Iya, jadi. Sumpah! Sekolahnya megah banget ternyata, mana seragam mereka juga bagus.”
“Kita nggak tau dalamnya kayak gimana. Aku sering denger kalo anak AIH itu sombong dan penindas.”
Seina mengernyitkan dahi. “Masa’ sih?”
“Iya, sering denger gitu. Oh ya, temen Aurel namanya siapa?”
“Namanya Langit kalo nggak salah. Kenapa? Kak Kai kenal?”
“Gawat, Sei. Kayaknya Aurel bisa dalam bahaya.”
“Hmm? Kenapa memangnya?”
“Sombong dan penindas, si Langit yang aku maksud. Dia kapten basket di sekolahnya dan dia selalu main kasar kalo di lapangan,” jelas Kaisar.
Mendengar perkataan Kaisar, membuat Seina menjadi khawatir akan nasib Aurel. Maka, Seina langsung memberitahu Aurel perihal Langit. Agar sahabatnya itu bisa antisipasi jika terjadi hal yang buruk. Namun Seina baru ingat jika sahabatnya itu bisa beladiri, jadi Seina sedikit bisa bernapas lega.
Setelah menelpon Kaisar, Seina turun ke bawah ingin mengambil air minum. Sampai di depan tangga dia melihat Geo yang sedang tengkurap dengan mata fokus pada layar kaca. Seina mengikuti arah pandangnya, lalu matanya melotot melihat apa yang di tonton oleh Geo.
__ADS_1
“Mami! Bang Gara sesat!” teriak Seina berjalan menghampiri Geo dan segera menutup mata bocah itu.
“Apa sih? Ngagetin aja,” gerutu Gara dengan wajah kesalnya.
“Kenapa lo tontonin Geo sinetron cinta-cintaan, hah?” tanya Seina kesal. “Kasihan mata suci Geo jadi ternoda.”
“Lagian si Geo mana paham,” kata Gara santai.
Seina tidak menggubris perkataan sang Abang. Dia membawa Geo pergi dari sana, menyelamatkan bocah itu dari kesesatan. Cewek itu membawa sang adik keluar rumah, berencana mengajak main Geo di sana.
“Geo!” Sebuah panggilan heboh itu mengejutkan Seina dan Geo.
Seina menatap datar pada cewek yang tersenyum ceria berjalan mendekati mereka. Dia adalah Shila, ketua fansclub Geo.
“Ngapain lo ke sini?” tanya Seina menatap Shila aneh.
“Mau ngapel Geo,” jawab Shila, dia merebut Geo dari gendongan Seina.
“Heh! Main asal comot aja lo.”
Geo terlihat sangat tenang berada dalam pangkuan Shila. Shila memang sangat suka dengan anak kecil, maklum dia anak tunggal di keluarganya. Cewek itu sering merasa kesepian tinggal di rumah seorang diri.
“Geo, ayo ma… lho? Ada Shila ternyata,” ucap Bu Lia.
“Iya, Tan. Mau nyuapin Geo, ya? Biar Shila aja, Tan.”
“Ckck, Geo kalo makan nyembur-nyembur. Nggak bisa mulutnya anteng. Kunyah telen, gitu,” gerutu Seina.
“Mana? Tuh nggak nyembur-nyembur,” ucap Bu Lia menunjuk dengan dagunya.
“Caper banget sama Shila,” ucap Seina mencubit pipi Geo dengan gemas.
BRUUURRR!!
“Geo!” teriak Seina, Geo baru saja menyemburnya. Alhasil banyak cipratan bubur di wajahnya.
Sementara Bu Lia dan Shila tertawa ngakak melihat wajah kesal Seina. Cewek itu langsung masuk ke dalam untuk mencuci wajahnya.
Setelah makan, Geo diajak jalan-jalan oleh dua cewek itu. Bu Lia memberi izin, asalkan Geo memakai perlindungan diri. Mereka berjalan mengelilingi sekitaran komplek perumahan. Shila dengan semangat mendorong kereta bayi milik Geo, sementara di dalam Geo bermain dengan mainannya. Namun, langkah keduanya berhenti ketika melihat ada sepeda motor berhenti tidak jauh dari sana.
“Lho? Kak Kai?” kaget Seina melihat Kaisar dengan seseorang turun dari motor.
“Aku mau antar Ivan pulang. Kamu ngapain di sini?” tanya Kaisar.
“Ivan? Rumah dia di mana memangnya? Aku sama Shila ajak Geo jalan-jalan.”
“Rumah Ivan di perumahan belakang sana. Ternyata kalau lewat sini lebih dekat.”
__ADS_1
“Shil!” panggil Ivan, cowok itu terlihat sedang menahan Shila agar tidak kabur.
“Ka… Kak, tolong lepasin gue,” ucap Shila dengan mata yang memerah menahan tangis.
“Gue mau minta maaf atas kesalahan yang udah gue lakuin dulu.”
“I… iya, gu… gue udah maafin.”
“Jangan takut sama gue, Shil. Gue nggak tau kalau gue ternyata nyakitin lo. Maaf,” ucap Ivan menundukkan kepalanya.
Sementara Seina dan Kaisar memperhatikan dari kejauhan. Tadi memang Shila sudah berniat kabur setelah melihat ada Ivan di sana. Seina membulatkan matanya ketika melihat Shila terjatuh, napas cewek itu terlihat tersengal. Spontan Seina menghampiri mereka, meninggalkan Geo bersama Kaisar.
“Shila!” panggil Seina.
“Gue nggak apa-apa, Sei.”
“Jangan banyak ngomong dulu. Napas pelan- pelan,” ucap Seina dengan wajah paniknya.
“Gue mau pulang, Sei. Obat gue ada di rumah,” kata Shila lirih.
Ivan masih memegangi bahu Shila, dia takut jika cewek itu ambruk ke tanah. Seina pun mengangguk, dia berkata pada Ivan jika motor Shila berada di rumahnya.
“Gue bisa pulang sendiri,” sela Shila.
“Nggak, lo nggak boleh pulang sendiri. Kalo di jalan lo kenapa-napa gimana?” tolak Seina mentah-mentah. “Kak, tolong antarin Shila, ya?” pinta Seina pada Ivan.
“Tenang aja, gue bakal antar Shila pulang,” jawab cowok berkacamata itu.
Seina melihat kepergian Shila, wajahnya masih diliputi perasaan cemas melihat keadaan sahabatnya tadi. Sementara kini Kaisar sedang menunggu Ivan di rumah Seina. Lagipula dia ingin membiarkan Ivan menebus semua kesalahan di masa lalu. Kaisar sedang bermain bersama Geo. Baru pertama kali cowok itu bertemu dengan Geo. Sementara Geo adalah tipikal anak yang gampang diajak oleh siapa pun, bahkan oleh tukang sayur yang biasa lewat.
“Kak Ivan bisa dipercaya, kan?” tanya Seina pada Kaisar.
“Kamu tenang aja, Yang. Ivan baik kok,” jawab Kaisar.
Seina hanya mengangguk, merasa lega jika memang Ivan dapat dipercaya. Lagipula rumah Shila tidak begitu jauh, mungkin sekarang mereka sudah sampai di rumah cewek itu.
...📱📱📱...
Tinggalkan komentar kalian setelah selesai membaca dan koreksi bila ada typo...
Dukung juga novel Emak Bapak mereka:
Mantan Rasa Pacar
Mantan Bad Guy
__ADS_1