
Di perjalanan mobil Ferro dihadang segerombolan orang tak di kenal, lengkat dengan senjata apiapi laras panjang.
Adrian menghentikan mobilnya dan mereka berdua kelaur dari dalam mobil menghadapi segerembolan orang tersebut.
Di bawah tekanan senjata api, Ferro dan Adrian harus diam dan pasrah ketika mereka mengkat kedua tangan dan menutup kepala mereka dengan kain hitam.
BUKKK
Ferro dan Adrian tubuhnya terkulai lemas saat satu benda keras menghantam kepala mereka berdua.
Gerombolan orang tersebut mengangkat tubuh Ferro dan Adrian lalu di masukkan kedalam mobil milik Ferro.
Salah satu pria melajukan mobil milik Ferro keluar dari desa tersebut di kawal oleh beberapa mobil milik gerombolan tadi.
Sementara di kediaman mang Asep, terjadi kerusuhan. Beberapa pria menggunakan penutup kepala membuat keributan dan menculik Cempaka lalu membawanya kabur keluar dari desa tersebut.
Bagas, mang Asep dandan dua sahabat Cempaka berusaha menghadapi beberpa pria yang tersisa dan mencegah Bagas untuk menyusul Cempaka.
__ADS_1
"Tangkap!" Seru Komeng melemparkan bambu panjang ke arah Udin, namun sayng bambu tersebut meleset dan mengenai punggung Udin.
"Dasar si borokokok, kamu teh mau melukai teman sendiri?!" umpat Udin hany di balas tawa omeng.
Udin bergerak cepat mengambil bambu di tanahh, lalu ia ayunkan pada tubuh pria ynag menyerang mang Asep.
Warga sekitar yang mengetahui kerusuhan di rumah mang Asep, mereka berbondong bondong membantu Mang Asep dan yang lain hingga musuh mulai kewalahan dan melarikn diri dan yang terssa hanyalah satu orang saja.
Bagas dan yang lain menangkap pria itu dan di bawake balai desa untuk di introgasi.
Plakk
Mereka memaggil pihak berwajib dan memenjarakan pria itu sekaligus mengusut tuntas penculikan Cempaka. Setelah itu mereka membubarkan diri pulang ke rumah masing masing dan menunggu kabar selanjutnya.
***
Setelah tiga hari berlalu, akhirnya Mang Asep, Bagas dan Birawa mendapat kabar mengenai penculikan Cempaka. Ternyata Cempaka di bawa ke Jakarta oleh paraa penculik, dan tuduhan itu di liimpahkan kepada Ferro dan Adrian.
__ADS_1
Bagas geram mendengarnyadan berniat untuk ikut ke Jakarta bersama anggota Polisi mencari keberadaan Cempaka.
Mang Asep bermaksud untuk ikut, namun Bagas melarangnya karena kota Jakarta bagi Mang Asep adalah kota asing yang belum pernah mereka singgahi.
Ke-esokan harinya Bagas dan Birawa berangkat ke Jakarta. Mang Asep dan yang lain menunggu dengan cemas. Tetapi tidak bagi ambu Sari, ia gelisah dan tidak bisa hanya menunggu.
Ia memaksa Mang Asep untuk ikut menyusul Bagas ke Jakarta.
"Kalau mang Asep mau ke Jakarta aku dan Udin ikut, mang." kata Komeng.
"Aku setuju, kita harus menyusul Den bagas," timpal Komeng.
"Saya juga ikut!" sela Lilis.
"Nah, ambu juga ikut, kan ada Lilis,' potong ambu Sari.
Mang Asep setuju saja, menyusul ke Jakarta. Masalahnya mang Asep tidak tahu kota Jakarta itu seperti apa dan mereka sama sekali belum pernah menginjakkan kaki ke kota Jakarta.
__ADS_1
Namun ambu Sari dan yang lain meyakinkan mang Asep kalau semuanya akan baik baik saja asal mengikuti petunjuk alamat yang di berikan pak Polisi mengenai tempat di mana Cempaka di sekap.
Setelah melewati perdebatan dan kekhawatiran Mang Asep, akhirnya mereka sepakat untuk pergi ke Jakarta besok pagi buta.