
Cempaka baru saja selesai di ganti pakaiannya dengan yang baru oleh Nadia, lalu ia di minta duduk di sofa karena Nadia bermaksud unntuk membersihkan diri sebelum mengantarkan Cempaka pulang ke kampungnya.
Namun karena bosan, Cempaka beranjak dari sofa lalu berjalan menuju teras rumah dan memperhatikan bunga bunga yang mekar di taman.
Perhatian Cempaka tertuju pada Arsen yang sedang berbicara dengan seorang pria. Kedua alis cempaka bertaut dan melebarkan matanya, mempertajam penglihatannya.
"Bukankah pria itu salah satu yang menculikku?" gumam Cempaka sambil mengingat wajah si penculik.
"Jangan jangan, Arsen dan mama Nadia salah satu bagian dari mereka?" pikir Cempaka.
Mata Cempak semakin membulat sempurna melihat ke arah Arsen yang berjalan ke arahnya.
Cempaka langsung memutar tubuhnya dan berlari ke arah taman belakang menuju pintu gerbang.
Cempaka menoleh ke arah belakang di sela langkahnya, ia melihat Arsen sedang berjalan cepat ke arahnya.
"Celaka..." batin Cempaka lalu berlari menuju tepi jalan raya begitu juga dengan Arsen semakin cepat berlari mengejar Cempaka.
Cempaka yang merasa terancam karena Arsen mengejarnya, ia terus berlari menyusuri tepi jalan raya dan hampir terjatuh karena tersandung kakinya sendiri.
"Cempaka, berhenti!"
__ADS_1
Cempaka semakin ketakutan dan terus berlari kencang dengan terengah engah, hingga langkahny terhenti dan harus jatuh telungkup karena menginjak kaleng bekas.
"Awww!"
Cempaka merasakan kedua lututnya sakit, namun saat menoleh ke belakang nampak Arsen semakin dekat. Cempaka berusaha bangun dan kembali berlari dengan langkah tertatih.
Namun sayang, Cempaka tidak bisa berlari secepat tadi. Tiba tiba dua tangan kekar memegang pinggangnya dan Cempaka merasakan tubuhnya melayang dan sudah berada di pundak Arsen.
Cempaka berusaha berontak dari pundak Arsen, namun ia sudah kehabisan tenaga. Akhirnya Cempaka pasrah di bawa pulang oleh Arsen kembali ke rumah.
Sesampainya di rumah, Arsen menurunkan tubuh Cempaka di sofa dan di lihat oleh Nadia yang baru saja selesai dengan dirinya.
"Tanya dia, ma..." sahut Arsen lalu beranjak pergi dari hadapan Cempaka.
Nadia mendekati Cempaka yang ketakutan, lalu duduk di sampingnya.
"Ada apa sayang?" tanya Nadia sambil membenarkan rambut di wajah Cempaka.
Cempaka menoleh, menatap wajah Nadia. Perlakuan lembut nadia, menepis pikiran buruk Cempaka terhadap wanita itu.
"Mama Nadia mau menculikku?" tanya Cempaka.
__ADS_1
Nadia twrsenyum lebar mendapat pertanyaan seperti itu.
"Tentu saja tidak sayang, mama mau mengantarkanmu pulang." Jawab Nadia dengan lembut.
Cempka memperhatikan kedua bola mata Nadia mencari kesungguhan di matanya.
"Iya ma..." ucap Cempaka.
Nadia mengerti ketakutan yang di alami Cempaka, ia mencoba menenangkan dan meyakinkan Cempaka, bahwa ia dan putranya tidak ada niat jahat.
Setelah di bujuk akhirnya Cempaka menerima kebaikan Nadia untuk mengantarkannya pulang. Setelah Cempaka menyebutkan di mana ia tinggal, akhirnya Nadia dan putranya memutuskan untuk mengantarkan Cempaka saat ini juga.
Diperjalanan, Nadia bertanya pada Cempaka. Bagaimana bisa, Cempaka bisa di culik orang tak di kenal seperti yang di katakan Cempaka.
Sementara Arsen yang menemukan Cempaka untuk pertama kali, dalam keaadaan pingsan di depan sebuah rumah kosong.
Cempaka menceritakan secara detail kepada Nadia mengenai masalah yang menimpanya dan tentang Ferro, pria yang Cempaka cintai.
Arsen yang sedang menyetir mobil, terus mendengarkan cerita Cempaka. Tiba tiba Arsen harus rem mendadak, karena di depannya ada dua mobil yang menghalangi jalan.
"Ada apa nak?" tanya Nadia.
__ADS_1