Malam Setelah Dirimu

Malam Setelah Dirimu
CH - 22 : Luka Lama Pada Sebuah Pertanyaan


__ADS_3

Setelah sekian lama waktu berlalu dari perbincangan Sena dengan keluarga Sanda, kini waktu sudah berubah menjadi sore menuju malam, matahari sebentar lagi akan jatuh kepangkuan semesta.


Kini Sena dan Sanda tengah berada di teras rumah Sanda, untuk berpamitan pulang.


"Sena pamit dulu ya Bu, Salisa, Langit," ucap Sena kepada keluarga Sanda


"Terima kasih sudah mampir ke mari, kapan-kapan main saja ke sini lagi, kalau Sena ingin," ucap Ibu Sanda kepada Sena


"Iya, Bu. Pasti nanti kalau ada waktu Sena main-main lagi ke sini," ucap Sena kepada Ibu Sanda


"Nanti kalau Kakak Sena ke sini, datang saja, kami pasti selalu menerima kok," ucap Salisa kepada Sena


"Baik lah anak cantik, kapan-kapan Kakak ke sini lagi, ya," ucap Sena sembari mengusap kepala Salisa, dan Salisa pun tersenyum


Sena pun melihat ke arah Langit


"Kakak pulang dulu ya," ucap Sena kepada Langit sembari mengusap kepala Langit


"Hati-hati di jalan, Kak," ucap Langit kepada Sena


"Iya," jawab Sena kepada Langit


"Belajar yang rajin ya, Langit," ucap Sena kepada Langit


"Salisa juga," ucap Sena sembari melihat ke arah Salisa


"Iya, Kak," ucap Langit dan Salisa


"Ya sudah, Bu, Salisa, Langit, Sanda pergi sebentar, mengantar Sena pulang," ucap Sanda kepada keluarga nya


"Iya, Nak. Hati-hati di jalan," ucap Ibu Sanda kepada Sanda


Kemudian Sanda dan Sena pun pergi dari rumah Sanda, di dalam perjalanan, mereka mengobrol seperti biasa.


"Apa kau bahagia bertemu keluarga ku?" tanya Sanda kepada Sena


"Tentu saja, aku bahagia sekali, ternyata keluarga mu sangat asik dan baik sekali," jawab Sena kepada Sanda


Sanda pun tersenyum mendengar ucapan Sena.

__ADS_1


"Langit itu loh, lucu sekali, rasanya ingin ku bawa pulang saja ke rumah haha," ucap Sena sembari tertawa kecil


"Kan Adik ku berarti Adik kau juga, tapi jangan di bawa pulang, nanti aku merindukannya jadi sulit. Cukup merindukan mu saja, jangan ditambah merindukan yang lain pula," ucap Sanda kepada Sena


"Dasar kau ini," ucap Sena sembari mencubit lengan Sanda


"Aduh, sakit Sena," ucap Sanda kepada Sena sembari mengendarai motor nya


"Ya habis nya, kau bisa saja merangkai kata-kata seperti itu," ucap Sena kepada Sanda


Tak lama kemudian, di dalam perjalanan itu, Sena mulai bertanya lebih jauh.


"Aku boleh bertanya?" tanya Sena kepada Sanda


"Mau bertanya tentang apa?" tanya Sanda kepada Sena


"Sedari tadi kan aku sudah mengobrol banyak dengan Ibu mu, Adik-Adik mu. Nah, tapi ke mana....." ucap Sena belum selesai


"Aku tidak tau," potong Sanda


Sena pun seketika terdiam, mendengar reaksi Sanda.


"Apa yang terjadi, Sanda?" tanya Sena mencoba memberanikan dirinya beberapa saat kemudian


"Entah lah ke mana Ayah ku pergi sekarang, Sena. Terakhir kali aku menemui nya ketika aku masih SMP," ucap Sanda kepada Sena


"Sudah lama sekali kami sekeluarga tidak mendengar kabarnya," ucap Sanda kepada Sena


"Memang nya Ayah mu pergi ke mana ketika terakhir kali kau bertemu dengan nya?" tanya Sena kepada Sanda


"Terakhir kali yang aku ingat, dia bertengkar dengan Ibu, setelah itu, aku tidak tau apa-apa lagi apa yang terjadi, aku juga tidak ingin membebani Ibu dengan pertanyaan-pertanyaan ku, makanya aku hanya diam soal itu, sampai hari ini. Dan ya, aku tidak tau apa yang terjadi selanjutnya," ucap Sanda kepada Sena


Sena yang mendengar ucapan Sanda barusan pun merasa bersalah, ia segera meminta maaf karena ia merasa telah membuat Sanda kembali mengingat masa lalu nya.


"Maaf kan aku, Sanda. Aku tidak tau," ucap Sena kepada Sanda, sembari memeluk Sanda dari atas motor itu


"Tidak apa-apa, Sena," ucap Sanda sembari mengusap tangan Sena yang memeluknya


Sanda pun terdiam setelah itu, entah kenapa pikiran-pikiran yang terjadi di dalam kepala nya terhadap masa lalu itu sangat menakutkan, ia tidak ingin kembali pada pikiran itu.

__ADS_1


Tak lama kemudian, sampai lah Sanda dan Sena di depan rumah Sena.


Sena yang kini tengah berada di depan gerbang rumah nya.


"Hati-hati di jalan, Sanda," ucap Sena kepada Sanda


Sanda tersenyum melihat ke arah Sena seraya berkata.


"Iya," ucap Sanda kepada Sena


"Maafkan ucapan ku yang tadi," ucap Sena kepada Sanda


"Tidak apa-apa, Sena, tidak usah kau pikirkan lagi, semua baik-baik saja sekarang, aku tidak apa-apa atas pertanyaan itu," ucap Sanda kepada Sena


"Aku pulang dulu, Sena," ucap Sanda kepada Sena, kemudian pergi dari hadapan Sena


"Hati-hati," ucap Sena kepada Sanda yang telah pergi perlahan-lahan dari hadapannya


"Iya," terdengar sayu jawaban Sanda dari jarak yang cukup jauh


*Beberapa waktu pun berlalu


Malam pun tiba, kini sudah mulai menunjukkan pukul 10 malam, dan Sanda pun masih belum bisa tertidur malam ini.


"Bagaimana caraku menjelaskan soal apa yang terjadi pada hidupku di masa lalu kepada kau, Sena," ucap batin Sanda


"Hal ini yang aku takut kan ketika jatuh cinta, Sena. Bukan soal diriku, tapi soal kau. Aku takut, keharmonisan dirimu di dalam keluarga mu, tidak akan sampai ketika kau bersama ku. Aku bukan dari keluarga yang baik-baik saja, aku takut akan banyak hal. Aku takut ketika bersama ku, kau tidak lagi sebahagia di saat kau bersama dengan keluarga mu, aku takut tidak bisa membahagiakan dirimu, Sena," ucap batin Sanda


Sanda terlalu banyak berpikir malam itu, sehingga membuat ia merasa sangat lelah, tetapi susah tertidur karena pikiran nya sendiri.


*Dari sisi Sena


"Aku yakin, aku pasti telah membuat kesalahan ketika bertanya seperti itu kepada Sanda. Astaga, bagaimana bisa aku bertanya hal yang seharusnya aku diam saja. Ya ampun, maafkan aku Sanda. Aku harap kau tidak perlu memikirkan pertanyaan ku tadi berlarut-larut," ucap batin Sena


Sena tampak gelisah di atas kasur nya, ia sangat merasa bersalah akan pertanyaan nya tadi kepada Sanda.


*Waktu pun berlalu dan pagi hari pun tiba


Sena kini sudah berada di sekolah, ia datang sedikit kesiangan pagi ini. Biasanya kalau dia datang kesiangan seperti ini, ia pasti melihat motor Sanda di parkiran sekolah, tetapi nyata nya hari ini tidak seperti biasanya, Sanda belum sampai ke sekolah, biasanya ia pasti lebih dulu tiba di sekolah dari pada Sena.

__ADS_1


Sena yang melewati parkiran itu pun, mulai bertanya-tanya di dalam kepala nya.


"Sepertinya benar, kesalahan ku kemarin itu cukup fatal, di mana Sanda sekarang?" ucap batin Sena bertanya-tanya


__ADS_2