
Setelah Tomi di bawa pergi menjauh oleh siswa lainnya, Sena yang tengah menggenggam erat lengan Sanda pun berkata sembari melihat ke arah Sanda.
"Sanda, jangan melakukan hal-hal yang tidak-tidak, sebentar lagi kita mau lulus, aku tidak mau kau kenapa-napa." ucap Sena kepada Sanda
Sanda pun melihat ke arah Sena.
"Tidak ada hal buruk yang akan terjadi, Sena. Percaya lah pada ku." ucap Sanda kepada Sena
Teman-teman Sena pun mulai menghampiri Sena, termasuk si Sarah.
"Sena? Apa yang terjadi dengan kau dan Tomi?" tanya Sarah kepada Sena
Sena pun melepas genggaman nya dari lengan Sanda, kemudian mengarahkan badan nya ke arah Sarah.
"Dia tadi menghalangi jalan ku untuk masuk ke kelas, Sarah. Terus aku bertanya ada apa, lalu dia menjawab..." ucap Sena sembari menjelaskan semua kronologi nya
"Oh, seperti itu? Pantas kekasih mu marah, kurang ajar sekali mulut dia." ucap Sarah kepada Sena
"Kalau dia masih mengganggu mu, bilang saja ke kami Sena, kami selalu ada untuk mu kok." ucap salah seorang teman perempuan Sena yang lainnya
"Iya, terima kasih semua nya." ucap Sena kepada teman-teman nya
Sanda yang berada di sana pun, mulai ingin pergi ke kelasnya.
"Sena, aku ke kelas dulu, ya. Sebentar lagi mau masuk." ucap Sanda kepada Sena
"Iya, Sanda. Ingat kata-kata ku, jangan lakukan hal yang tidak-tidak kepada nya, aku tidak mau kau kenapa-napa nanti nya." ucap Sena kepada Sanda
"Iya." jawab Sanda kepada Sena
"Semua nya, aku permisi pergi dulu." ucap Sanda kepada teman-teman Sena
"Iya." jawab teman-teman Sena kepada Sanda
Sanda pun berjalan menuju ke kelasnya.
*Waktu pun berlalu
Tiba lah jam pulang sekolah. Kini Sanda tengah berjalan pulang, karena dia tidak membawa motornya hari ini, karena dia memang lagi tidak menjemput Sena ataupun mengantarkan Sena pulang.
Di dalam perjalanan ia menuju rumah, tiba-tiba ia di cegat oleh 4 orang, yang tak lain dan tak bukan adalah Tomi.
Tomi mencegat Sanda di jalan menuju rumah Sanda. Ia membawa 3 orang teman-temannya.
__ADS_1
Sanda yang tengah berjalan pun, kemudian menghentikan langkah nya.
"Ini orang nya Tom?" tanya salah seorang teman Tomi
"Ya, ini dia." jawab Tomi kepada temannya
"Hei brengsek!!!" teriak Tomi kepada Sanda
"Sudah ku bilang akan ku habisi kau di saat pulang sekolah." ucap Tomi sembari berjalan ke depan Sanda
Sanda hanya tersenyum saja, ia tidak merasakan rasa takut sama sekali.
Salah seorang dari teman Tomi pun melihat Sanda, seolah-olah tau siapa Sanda.
"Eh, dia bukannya orang yang mukulin kita bertiga waktu itu?" ucap salah seorang teman Tomi kepada temannya yang lain
Temannya yang lain pun melihat ke arah Sanda.
"Astaga, iya, itu orang nya." ucap temannya kepada salah seorang teman Tomi tersebut
Kemudian salah seorang teman Tomi pun memanggil Tomi dari jarak yang cukup jauh, karena Tomi lebih dulu berada di depan mereka bertiga.
"Tom, aku tau siapa dia, kau urus saja sendiri, aku tidak mau ikut campur Tom." teriak teman Tomi dari jarak yang cukup jauh
"Apa yang kalian katakan?" ucap Tomi sedikit berteriak kepada temannya
Tapi, ketika Tomi melihat ke arah belakang, teman-teman Tomi itu sudah lebih dulu berlari pergi.
"Hei pecundang, di sekolah tadi kau beruntung, kita dipisahkan oleh banyak orang." ucap Sanda kepada Tomi
Tomi pun mulai merasa ketakutan, ketika melihat ketiga temannya pergi dari sana, ia mulai melihat ke arah Sanda kembali.
"Kau tidak tau siapa aku, kan? Dan aku tidak peduli siapa kau." ucap Sanda kemudian mendekat ke arah Tomi
"Aku tidak suka basa-basi, aku tidak peduli mau badan kau lebih tinggi dari ku atau tidak, aku tidak peduli, aku bisa saja menghabisi kau sekarang, bahkan sedari di sekolahan tadi." ucap Sanda kepada Tomi
Tomi yang dasarnya memang penakut, ia hanya pura-pura berani saja di sekolahan tadi, karena gengsi dengan siswa-siswa lainnya, karena dia sudah dipukul oleh Sanda lebih dulu. Dan ia pun merasa malu karena tidak bisa membalas pukulan Sanda itu, seolah-olah ia kalah dalam perkelahian, sementara badannya jauh lebih tinggi daripada Sanda. Dan Sanda pun memukul dirinya karena dia melakukan kesalahan kepada Sena.
"Mmm...maaf, maaf, aku salah." ucap Tomi dengan ketakutan
"Kenapa minta maaf, pecundang? Tadi bukannya kau sok jagoan di sekolah? Bukannya kau merasa paling hebat sampai tidak bisa menghargai wanita? Ha!!!!" teriak Sanda di depan muka Tomi
"Ku kasih tau kau bagaimana cara laki-laki menghargai perempuan, bajingan!!!" teriak Sanda sembari mengayunkan tangannya yang hendak memukul wajah Tomi lagi, tapi, tiba-tiba tangannya ditahan oleh seseorang
__ADS_1
"Sudah, Sanda, cukup." ucap seorang perempuan yang tiba-tiba menahan tangan Sanda, dan perempuan itu adalah Sena
Sanda pun menoleh ke arah belakang, dan ia melihat Sena berada di belakangnya, dengan menahan tangannya.
Seketika, emosi Sanda pun sedikit meredam ketika melihat Sena.
Sanda pun mulai mengurungkan niat nya yang ingin memukul wajah Tomi tadi.
"Sekarang, kau minta maaf pada kekasih ku." ucap Sanda kepada Tomi
Tomi pun langsung melaksanakan ucapan Sanda barusan.
"Maaf, Sena. Maafkan aku atas ucapan ku yang tidak pantas tadi kepada mu." ucap Tomi kepada Sena
"Ya sudah, aku maafkan, jangan ganggu aku lagi Tomi, aku sudah bilang aku tidak ada perasaan apapun dengan kau, dan sekarang aku pun sudah memiliki kekasih." ucap Sena kepada Tomi
"Ya, aku tidak akan mengganggu mu lagi." ucap Tomi kepada Sena
"Sekarang pergi lah, jangan lagi kelihatan di depan wajah ku, apalagi sampai kelihatan kau mengganggu kekasih ku lagi." ucap Sanda kepada Tomi
"Ya, baik lah, maaf." ucap Tomi kemudian pergi dari hadapan Sanda dan Sena, Tomi pun langsung menuju ke motornya, menaiki motornya dan langsung tancap gas
Sena pun melihat ke arah Sanda.
"Kau ini, sudah ku bilang jangan lakukan hal yang tidak-tidak." ucap Sena kepada Sanda
Sena yang kini berada di sebelah Sanda pun, membuat Sanda menoleh ke arahnya.
"Maafkan aku, Sena. Aku khilaf, aku sudah kesal sekali tadi." ucap Sanda kepada Sena
"Khilaf, khilaf. Kalau dia kenapa-napa, nanti kau juga yang berurusan dengan sekolah, aku tidak mau kau pun ikut kenapa-napa nantinya." ucap Sena memarahi Sanda
"Iya, maaf ya sayang." ucap Sanda sembari mengelus kepala Sena
"Kau kenapa ke sini? Kau belum dijemput Mama?" tanya Sanda kepada Sena
"Belum." ucap Sena kepada Sanda
"Ya sudah, ayo kembali ke sekolah, aku teman kan kau sampai Mama tiba." ucap Sanda kepada Sena
"Baik lah." ucap Sena kepada Sanda
Mereka berdua pun mulai berjalan menuju ke sekolahan.
__ADS_1