Malam Setelah Dirimu

Malam Setelah Dirimu
CH - 26 : Pusat Kota


__ADS_3

Sesampainya mereka di depan gerbang sekolah.


"Jam berapa Mama tiba?" tanya Sanda kepada Sena


"Ku rasa sebentar lagi." jawab Sena kepada Sanda


"Bagaimana bisa kau datang tadi? ku rasa tadi sudah cukup jauh dari sekolahan." ucap Sanda kepada Sena


"Aku sudah tau apa yang kau pikirkan, makanya aku mengikuti mu diam-diam dari kejauhan." ucap Sena kepada Sanda


"Dan juga, aku melihat si Tomi tadi pergi ke arah mu, bersama ketiga temannya yang waktu itu mengganggu ku." ucap Sena lagi, kepada Sanda


"Bisa-bisa nya kau ini." ucap Sanda kepada Sena


"Lain kali jangan seperti itu, kalau aku kenapa-napa, bagaimana dengan kau nantinya." ucap Sanda lagi, kepada Sena


Tak lama dari perbincangan mereka berdua, tiba lah Mama Sena dengan mobilnya itu, sampai di depan sekolahan.


"Eh, itu Mama, aku duluan ya." ucap Sena kepada Sanda


"Iya, hati-hati." ucap Sanda kepada Sena


Mama Sena yang berada di dalam mobil pun, mulai membuka kaca mobilnya.


"Ayo masuk, Sena." ucap Mama Sena kepada Sena


"Iya, Ma." jawab Sena kepada Mama nya


Mama Sena pun mulai melihat ke arah Sanda.


"Duluan, ya." ucap Mama Sena kepada Sanda


"Iya, tante, hati-hati di jalan." ucap Sanda kepada Mama Sena


Mama Sena dan Sena pun kemudian pergi dengan mobilnya, dari hadapan Sanda.


Dari dalam mobil.


"Pria itu siapa, Sena?" tanya Mama Sena kepada Sena


"Sanda, Ma." jawab Sena kepada Mama nya


"Dia siapa nya kamu?" tanya Mama Sena kepada Sena


"Kekasih Sena." ucap Sena kepada Mama nya

__ADS_1


Mama Sena serasa tidak asing melihat wajah Sanda, kemudian Mama Sena pun mulai mengingat sesuatu.


"Oh ya ampun, bukannya dia pria yang beberapa bulan lalu itu ya, yang nolongin kamu waktu diganggu sama anak kelas lain?" tanya Mama Sena kepada Sena


"Iya, Ma. Dia orang yang nolongin Sena." ucap Sena kepada Mama nya


"Sekarang kalian sudah menjadi sepasang kekasih?" tanya Mama Sena kepada Sena


"Iya, Ma. Baru 1 bulan lebih sepertinya." ucap Sena kepada Mama nya


"Ajak dong dia main ke rumah, temuin Mama dan Papa." ucap Mama Sena kepada Sena


"Dia sering jemput aku, kadang nganterin aku pulang, cuma memang Mama kan belakangan jarang di rumah, jadi dia juga tidak enak mau mampir." ucap Sena kepada Mama nya


"Oh soal itu, maaf ya sayang, Mama ada urusan kemarin-kemarin sama sahabat Mama, bisnis teman Mama itu lagi dalam keadaan krisis, jadi Mama ke sana untuk membantu dia, ya mencoba membantu dalam hal tenaga dan juga uang sebisa Mama." ucap Mama Sena kepada Sena


"Memang nya bisnis apa sahabat Mama itu?" tanya Sena kepada Mama nya


"Dia bisnis toko bunga, jadi Mama dan beberapa sahabat Mama lainnya kemarin ikut ke sana, bantu-bantu di toko bunga milik teman Mama itu. Dia kemarin habis ketipu karena investasi bodong, dia tidak tau waktu itu kalau investasi yang dia ikuti ternyata palsu, dia tertipu karena merek dan logo, akhirnya dia rugi cukup banyak, sampai-sampai beberapa milyar. Hampir seluruh uang nya hilang dalam seketika." ucap Mama Sena kepada Sena


Setelah mendengar dari penjelasan Mama nya, Sena pun mulai mengerti kenapa Mama nya belakangan jarang di rumah. Memang benar, belakangan ini Sena bahkan jarang sekali bertemu Mama nya, ia lebih sering sendirian di rumahnya. Karena kemarin-kemarin, dia belum bangun tidur, Mama nya sudah berangkat, sementara ketika dia sudah tidur malam, Mama nya baru pulang. Kalau Papa Sena, ia sedang ada kerjaan di luar kota, memang Papa Sena sering berangkat ke luar kota karena bisnis nya, bahkan ke luar negeri. Jadi sangat jarang sekali berada di rumah. Terkadang bisa pulang 2 minggu sekali atau bahkan sebulan sekali.


*Dari sisi Farisa


Kini Farisa tengah berada di pinggir jalan raya dan menunggu angkutan umum seperti biasa, dan ia kini sedang bersama Akira.


"Apa?" tanya Farisa kepada Akira


"Kau ikut saja aku nanti sore, kita jalan-jalan keliling kota, bagaimana?" tanya Akira kepada Farisa


Farisa pun diam sejenak, mencoba memikirkan jawabannya.


"Aku belum bisa memastikan, Akira. Kita lihat nanti saja, ya." jawab Farisa kepada Akira


Akira pun tampak kehabisan ide.


"Kenapa?" tanya Akira kepada Farisa dengan sedikit frustrasi


"Aku belum tau bisa atau tidak, kau tau lah, aku kadang malas sekali untuk berpergian." ucap Farisa kepada Akira


"Ayolah Farisa, kali ini saja. Masa kau mau saja berdiam diri di rumah selama berhari-hari, sesekali kita keluar rumah, berjalan-jalan menikmati sore dari sudut pandang yang berbeda, masa dari teras rumah terus." ucap Akira masih mencoba mengajak Farisa jalan-jalan


Akhirnya, Farisa pun mengalah.


"Ya sudah, baik lah, kali ini saja tapi." ucap Farisa kepada Akira

__ADS_1


"Yeayyy." ucap Akira kegirangan, akhirnya cara dia membujuk Farisa pun berhasil


"Baik lah kalau begitu, nanti sore kita ketemu di pusat kota, tunggu aku di depan perpustakaan tua yang berada di sana, okey." ucap Akira kepada Farisa


"Iya." jawab Farisa kepada Akira


"Jam berapa?" tanya Farisa kepada Akira


"4 sore, bagaimana?" tanya Akira kepada Farisa


"Okey, baik lah, jam 4 sore. Jangan terlambat." ucap Farisa kepada Akira


"Iya, kalau memang aku belum tiba, kau telepon saja, aku pasti usahakan tidak terlambat ke sana." ucap Akira kepada Farisa


"Iya, baik lah." ucap Farisa kepada Akira


Mereka berdua pun mulai menaiki mobil angkutan umum yang kini tepat berhenti di hadapan mereka berdua, dan mereka pun mulai menuju ke arah perjalanan untuk pulang ke rumah masing-masing.


*Beberapa waktu pun berlalu, dari sisi Sanda


Hari sudah sore, Sanda yang kini tengah berada di depan teras rumahnya, tiba-tiba membuka ponselnya dan mengirim pesan kepada Sena.


"Sena, aku mau jalan-jalan sore ini, apa kau mau ikut?" tanya Sanda pada pesan yang ia kirimkan kepada Sena melalui ponselnya


*Dari sisi Sena.


Dia yang tengah istirahat di atas kasurnya, karena cukup lelah seharian habis membereskan rumah dan segala macam hal lainnya, tiba-tiba mendengar notifikasi pesan masuk dari ponselnya.


Ia pun mulai berdiri dan mengambil ponselnya yang berada di meja belajar, meja belajar itu berada di depan kasurnya.


Setelah ia mengambil ponselnya dan melihat notifikasi pesan yang masuk, ia melihat ternyata pesan itu dari Sanda.


Setelah dia membaca pesan itu.


"Maaf Sanda, aku tidak bisa menemani mu hari ini, aku lelah sekali, baru selesai membereskan rumah." balas Sena pada pesan itu


*Dari sisi Sanda


Ia tengah mengikat tali sepatunya, untuk bersiap pergi berjalan-jalan di sore ini. Kemudian tak lama daripada itu, ia mendengar pula notifikasi pesan masuk dari ponselnya, dan ia mulai mengecek pesan itu dan membalasnya


"Oh, baik lah Sena, tidak apa-apa." balas Sanda pada pesan itu kepada Sena


Sena pun langsung membaca dan membalas pesan dari Sanda.


"Memangnya kau mau pergi ke mana sore ini?" tanya Sena kepada Sanda di dalam pesan itu

__ADS_1


"Belum tau, mungkin ke perpustakaan tua yang berada di pusat kota, Sena." jawab Sanda pada pesan yang ia kirimkan kepada Sena


__ADS_2