
Tak lama waktu berselang, tiba lah malam hari, Sanda dan Sena yang sedari tadi berada di perpustakaan tua itu pun mulai ingin beranjak pergi dari sana.
Sebelum mereka berdua berdiri dari tempat duduknya. Terdengar bunyi suara panggilan telepon dari ponsel Sena. Setelah Sena mengecek siapa yang meneleponnya, ternyata orang itu adalah Sarah.
Sena pun mengangkat panggilan itu.
"Halo, kenapa Sarah?" tanya Sena dari panggilan telepon itu
"Halo, Sena kau di mana? Acara sudah mau mulai." ucap Sarah kepada Sena dari dalam panggilan telepon itu, ia berbicara dengan suara yang cukup kurang jelas karena di sana berisik, sebab acara sudah akan di mulai
"Tunggu saja, sebentar lagi aku bersama Sanda akan datang ke sana." ucap Sena kepada Sarah dari dalam panggilan telepon itu
"Baik lah, hati-hati di jalan." ucap Sarah kemudian mematikan panggilan telepon itu
"Siapa?" tanya Sanda kepada Sena
"Sarah." ucap Sena kepada Sanda
"Kenapa dia menelepon mu?" tanya Sanda kepada Sena
"Dia memberitahu, katanya acara akan dimulai beberapa saat lagi, jadi kita harus segera ke sana sekarang." ucap Sena kepada Sanda
"Baik lah, mari keluar sekarang dari sini." ucap Sanda kepada Sena
Sena pun menganggukkan kepala nya.
Mereka berdua pun kemudian keluar dari perpustakaan itu, Sena menuju mobilnya sedangkan Sanda langsung menaiki motornya.
"Sena." ucap Sanda sedikit berteriak, karena Sena sudah membuka pintu mobilnya untuk masuk ke dalam
"Kenapa?" tanya Sena sembari berdiri di samping mobilnya, menahan diri untuk masuk ke dalam
"Kau duluan, aku tidak tau jalan." ucap Sanda kepada Sena
"Baik lah, ikuti saja aku." ucap Sena kemudian ia pun masuk ke dalam mobilnya
*Dari sisi Farisa
Dia kini sudah mulai di dalam perjalanan menuju ke festival musik bersama Akira, mereka jalan kaki, karena jarak yang cukup dekat dari pasar malam tersebut menuju acara.
"Apa kata orang tua mu waktu kau izin tadi, Farisa?" tanya Akira kepada Farisa
"Katanya tidak apa-apa, jangan terlalu malam pulangnya, dan jangan sering-sering seperti ini." ucap Farisa kepada Akira
"Bagus lah kalau seperti itu." ucap Akira kepada Farisa
__ADS_1
"Memangnya siapa saja yang datang ke sana?" tanya Farisa kepada Akira
"Ya pasti ramai, namanya juga festival." ucap Akira kepada Farisa
"Bukan, maksudku dari teman kau, ada berapa orang." tanya Farisa kepada Akira
"Oh, kalau itu mungkin sekitar 10 orangan, nanti ada juga beberapa anak kelas kita di sana, jadi santai aja." ucap Akira kepada Farisa
Mereka yang tengah meneruskan perjalanan pun, kini sudah mulai dekat dengan festival musik itu.
"Sebentar." ucap Farisa terpikirkan sesuatu
"Kenapa?" tanya Akira kepada Farisa
"Kau ke sini tadi naik apa?" tanya Farisa kepada Akira
"Angkutan umum lah, mau naik apa lagi." ucap Akira kepada Farisa
"Ya ampun." ucap Farisa sembari memegang kepala nya
"Kau kenapa?" tanya Akira dengan polos
"Kau ini, kenapa tidak berpikir jauh sih." ucap Farisa kepada Akira
"Ada apa memangnya." tanya Akira kepada Farisa
"Oh iya, astaga, ya ampun. Aku lupa Farisa, mana ada angkutan umum kalau malam, ya ampun." ucap Akira yang baru tersadar
Sembari berjalan, Farisa pun sembari memikirkan bagaimana cara mereka berdua nanti pulang.
Kemudian, Akira berbicara memecahkan sebuah kediaman dari mereka yang terjadi beberapa saat.
"Sudah, tenang saja kau, nanti kan ada teman-teman ku, kita bisa minta tolong dihantarkan pulang sama mereka." ucap Akira kepada Farisa
"Ya sudah, terserah kau saja, aku ikut." ucap Farisa kepada Akira
*Dari sisi Sanda dan Sena
Sanda yang kini tengah mengikuti jalan dari arah mobil Sena yang berada di depannya pun, kini mulai berhenti di suatu tempat, yaitu acara festival musik itu sendiri.
Setelah memarkirkan kendaraan masing-masing, Sanda dan Sena pun mulai berjalan menuju masuk ke acara festival musik itu. Mereka berdua berjalan dengan bergandengan tangan.
Sesampainya mereka berdua di dalam, Sena pun mulai menelepon Sarah.
"Halo, kau di mana, Sarah?" tanya Sena ketika panggilan teleponnya sudah mulai di angkat oleh Sarah.
__ADS_1
"Aku di dalam, Sena. Kau di mana?" tanya Sarah kepada Sena dari dalam panggilan telepon itu
"Aku juga di dalam, kau di mana nya?" tanya Sena kepada Sarah
"Di pintu masuk sebelah utara." ucap Sarah kepada Sena
"Oke, baik lah, tunggu di sana." ucap Sena kepada Sarah sembari mematikan panggilan teleponnya
Sanda pun bertanya kepada Sena.
"Di mana teman-teman mu?" tanya Sanda
"Di pintu masuk sebelah utara, mari ke sana." ucap Sena kepada Sanda
Kini Sena berjalan di depan Sanda, dengan menggandeng tangan Sanda, sementara Sanda, mengikuti langkah kaki Sena.
*Dari sisi Farisa dan Akira
Kini Farisa dan Akira pun sampai di depan acara festival musik itu.
"Bagaimana? Masuk sekarang atau ada yang ditunggu?" tanya Farisa kepada Akira
"Sebentar, aku menelepon teman ku dulu." ucap Akira kepada Farisa
"Baik lah." ucap Farisa kepada Akira
Farisa pun sedikit menjauh dari Akira, ia melihat pesan yang masuk di ponselnya. Dan ternyata yang mengirimkan Farisa pesan adalah Ibunya.
"Jam 11, sudah ada di rumah, jangan terlambat." ucap Ibu Farisa dari dalam pesan itu
Farisa yang membaca pesan itu pun mulai membalas pesannya.
"Iya, Bu." ucap Farisa membalas pesan dari Ibunya
Farisa yang baru saja membalas pesan dari Ibunya, kemudian ia dihampiri oleh Akira yang baru saja selesai menelepon temannya.
"Ayo, kita masuk sekarang, acara sudah mau di mulai." ucap Akira kepada Farisa
"Ayo, tapi tadi kau menelepon siapa? Teman kelas kita atau teman mu?" tanya Farisa kepada Akira
"Aku tadi menelepon Evi, tapi tidak diangkat, mungkin dia sedang tidak memegang ponselnya." ucap Akira kepada Farisa
"Jadi, kita masuk saja dulu, Farisa." ucap Akira kepada Farisa lagi
Kemudian mereka berdua pun masuk ke dalam acara festival musik itu, Farisa dan Akira berjalan mengelilingi festival musik itu karena sedang mencari teman mereka.
__ADS_1
Di saat mereka berdua sedang mencari teman-teman kelas mereka yang berada di antara banyaknya orang di sana, tak sengaja Farisa melihat Sanda dan Sena yang tengah bergandengan sembari menikmati musik yang baru saja di mulai oleh seorang musisi dari atas pentas tersebut. Di dalam perjalanan mencari teman-temannya, Farisa seketika terhanyut di dalam kesedihan, meski diantara kebahagiaan yang dirasakan oleh orang-orang di sana, tetapi tidak dengan dirinya di malam itu.