Malam Setelah Dirimu

Malam Setelah Dirimu
CH - 24 : Perselisihan


__ADS_3

"Kau gila, Akira? Aku mana bisa keluar malam," ucap Farisa kepada Akira


"Ya sudah, kalau begitu sore nanti saja," ucap Akira kepada Farisa


"Buat apa kau ingin mengenalkan ku kepada teman pria mu," ucap Farisa kepada Akira


"Supaya kau tidak memikirkan pria yang sudah menjadi milik orang lain itu," ucap Farisa kepada Akira


"Tidak seperti itu caranya, Akira," ucap Farisa kepada Akira


"Lalu mau seperti apa lagi, Farisa? Kau sadar tidak, belakangan ini kau tidak fokus dalam belajar, Farisa," ucap Akira kepada Farisa


"Itu karena kau selalu memikirkan pria itu, kau tidak bisa lepas dari pikiran mu," ucap Akira lagi kepada Farisa


"Ya, tapi tidak seperti itu caranya, Akira. Aku tidak mau kalau seperti itu, harus melarikan perasaan kepada orang lain," ucap Farisa kepada Akira


"Aku tidak menyuruh mu untuk menggunakan perasaan, Farisa. Aku hanya ingin kau tau, bahwa dunia ini luas, banyak pria lain selain dia, tak perlu kau bawa dia di dalam hidup mu, dia saja tidak pernah membawa kau di dalam hidupnya, malah membawa perempuan lain," ucap Akira kepada Farisa


"Tapi tidak seperti itu juga, Akira," ucap Farisa kepada Akira


Akira pun tampak seperti kehilangan ide untuk membuat sahabatnya tersebut menjadi dirinya sendiri seperti sebelumnya.


Tak lama kemudian.


"Ya sudah lah, nanti saja kita bicarakan, lebih baik kau masuk ke dalam, cepat kerjakan tugas itu, sebentar lagi kita akan masuk kelas," ucap Akira kepada Farisa


Farisa pun pergi dari hadapan Akira, menuju kelasnya untuk mengerjakan tugas yang belum sempat ia kerjakan kemarin.


"Astaga, harus pakai cara apa aku supaya dia bisa menjadi dirinya sendiri lagi, belakangan ini dia sudah seperti Farisa yang berbeda," ucap batin Akira


Farisa yang kini tengah berada di dalam kelas, ia tengah duduk dan menyalin tugas yang disuruh oleh Akira.


"Kenapa Akira sampai berbicara seperti itu dengan ku, bukan kah ia tau, aku bukan perempuan yang suka berteman dengan pria," ucap batin Farisa


"Apa mungkin benar, ucap Akira. Belakangan ini aku lebih banyak menghabiskan waktu ku di dalam pikiran dari pada menjalani kenyataan," ucap batin Farisa lagi


*Dari sisi Sanda dan Sena.


"Sanda, aku ke kelas duluan ya," ucap Sena kepada Sanda

__ADS_1


"Tumben, ada apa?" tanya Sanda sembari meletakkan buku yang baru saja ia baca


"Ada tugas kimia hari ini, aku lupa mengerjakannya," ucap Sena kepada Sanda


"Oh, baik lah," ucap Sanda kepada Sena


"Sampai jumpa nanti," ucap Sena kepada Sanda


"Ya, sampai jumpa," ucap Sanda kepada Sena


Sena pun kemudian pergi dari hadapan Sanda, ia mulai berjalan menuju kelasnya.


Di depan kelasnya, ia melihat ada seorang pria yang tengah berdiri di sebelah pintu, tak lain dan tak bukan pria itu adalah Tomi, pria yang menyukai Sena.


Tomi yang melihat Sena berjalan menuju masuk ke dalam kelas pun, menghentikan langkah Sena dengan memanggilnya.


"Sena, sebentar," ucap Tomi kepada Sena


"Ada apa? Aku buru-buru, ada tugas yang belum ku kerjakan," ucap Sena kepada Tomi


"Dulu kau bilang pada ku, kau tidak ingin pacaran, kau tidak mau punya hubungan dulu. Tapi sekarang? Kenapa kau malah berpacaran dengan pria yang biasa-biasa saja yang berada di IPS 1 itu" ucap Tomi kepada Sena


"Jaga lisan kau, Tomi. Sudah ku katakan dari dulu, aku tidak mau dengan kau, aku tidak ada perasaan sama sekali, kau mengerti!!, Soal aku mau berpasangan dengan siapapun, itu bukan urusan kau Tomi," ucap Sena kepada Tomi


Tomi pun diam, dan sedikit kesal terhadap jawaban Sena, bahkan dengan sikap Sena.


"Kau tau, setelah aku mengantar mu pulang, aku kira aku bisa lebih jauh mengenal dirimu, aku sudah mencoba banyak hal, tapi lihat sekarang, apa yang barusan kau katakan kepada ku? Kepada orang yang pernah menolong dirimu pada waktu itu," ucap Tomi kepada Sena


"Hei, kapan aku pernah memberi ruang untuk kau bisa mendekati ku, Tomi? Kapan? Tidak pernah, aku menerima ajakan kau untuk pulang bersama kemarin pun memang karena hujan, dan sudah, aku tidak pernah memberi harapan apapun," ucap Sena kepada Tomi


Orang-orang yang melihat mereka berdua bertengkar di depan kelas Sena pun seketika berhenti sejenak, sembari menyaksikan keributan mereka berdua.


"Kenapa kau tidak mau dengan ku, Sena? Apa kurang nya aku? Aku sudah ini kaya, Sena, sama seperti kau, kenapa kau malah memilih pria yang miskin it...." belum selesai Tomi berbicara, Sena langsung menampar nya


*Plakkk* bunyi tamparan Sena ke wajah Tomi


"Jaga lisan kau ya pria tidak tau diri! Kau kira harta bisa membeli cinta, ha!!!" teriak Sena setelah menampar wajah Tomi


"Dasar perempuan munafik," ucap Tomi sembari memegang wajah nya setelah ditampar Sena

__ADS_1


Tak lama dari itu, beberapa saat setelah Tomi mengatakan itu.


"Hei," terdengar suara dari belakang Tomi dan diiringi tepukan ke bahu Tomi


Tomi pun mulai menoleh ke belakang, baru saja ia menoleh.


"Kau yang munafik bajingan!" ucap pria itu sembari memukul wajah Tomi, ya, pria itu adalah Sanda


Ia sedari tadi memperhatikan Sena dari jendela perpustakaan itu, kebetulan setelah ia melihat Sena yang ingin menuju kelas, Sena berhenti sebentar dan berbicara dengan seorang pria, tapi Sanda baru menghampiri ke sana, setelah melihat para siswa yang berhenti juga untuk memperhatikan kejadian itu, itu lah yang membuat Sanda pun langsung menghampiri kekasihnya.


Setelah Sanda memukul wajah Tomi, ia pun mulai menerjang Tomi.


"Belajar sopan santun kalau berbicara dengan wanita, brengsek!!" teriak Sanda sembari menerjang Tomi


Tomi pun hendak membalas pukulan dan sepakan dari Sanda, tetapi sebelum ia membalas, mereka sudah lebih dulu dipisahkan oleh siswa-siswa lainnya.


"Heiiii, sudah-sudah," ucap salah seorang siswa pria dari sekolah itu sembari menarik tangan Tomi


"Brengsek! Lepaskan akuu," teriak Tomi yang ingin memukul Sanda


Sanda pun reflek untuk mengejar Tomi kembali, tetapi langkahnya terhenti seketika.


"Sanda, sudah," ucap Sena sembari menarik tangan Sanda


"Cukup Sanda, sudah," ucap Sena


Sanda pun melihat ke arah Sena.


"Sudah ya, sudah," ucap Sena sembari melihat ke arah Sanda


Tomi yang tampak masih kesal karena tidak dapat membalas pukulan dari Sanda, ia mulai memberontak di sana. Dan semakin ramai siswa yang menahannya. Karena memang badan Tomi yang jauh lebih besar dari pada Sanda bahkan dari hampir seluruh siswa yang berada di sekolah itu, Tomi salah satu siswa tertinggi di sana.


Butuh sekitar 5 orang menahan Tomi untuk tidak mengejar Sanda.


"Kau tunggu nanti pulang sekolah, brengsek!!! Aku selesaikan kau!!" teriak Tomi kepada Sanda


Sena mulai ketakutan ketika mendengar ucapan Tomi yang ingin membalas dendam kepada Sanda setelah pulang sekolah nanti, ia pun menggenggam erat lengan Sanda.


Sementara Sanda hanya tersenyum dan berkata.

__ADS_1


"Aku tunggu omong kosong itu, pecundang," ucap Sanda


__ADS_2