Malam Setelah Dirimu

Malam Setelah Dirimu
CH - 23 : Matahari Lebih Dulu Terbit


__ADS_3

Sanda terbangun di hari itu dengan kondisi bumi sudah mulai terang karena sinar matahari.


"Ya ampun, aku terlambat," ucap batin Sanda sembari bergegas untuk segera mandi dan bersiap-siap


Sanda tidak pernah seperti ini sebelumnya, ia tidak pernah telat ke sekolah cukup sering seperti beberapa waktu belakangan. Tapi hari ini, dia sangat terlambat, waktu sudah menunjukkan pukul 08:00 pagi, sementara sekolah nya masuk pukul 07:10 pagi.


Memang semalaman dia terus memikirkan soal pertanyaan dari Sena, ia terus bertanya-tanya di dalam kepalanya, apakah Ibu dan Ayah nya sudah resmi berpisah? Tapi itu hanya ia tanyakan di dalam kepalanya saja, ia tidak berani untuk menanyakan itu kepada Ibu nya secara langsung.


*Beberapa waktu pun berlalu


Kini Sanda sudah siap-siap dan mulai ingin pergi ke sekolahannya. Ia membuka pintu kamarnya kemudian berjalan menuju lantai bawah.


Sesampainya ia di bawah.


"Kenapa telat hari ini, Sanda?" tanya Ibu Sanda yang tengah membereskan beberapa piring yang telah dipakai Adik-Adiknya sarapan sebelum berangkat ke sekolah


"Kesiangan, Bu. Sanda susah tidur semalam," ucap Sanda kepada Ibunya, sembari mengambil sepatu sekolahnya


"Apa yang mengganggu pikiran mu sampai susah tidur, Anak ku," ucap Ibu Sanda kepada Sanda


Sanda pun terdiam sejenak mendengar ucapan Ibunya.


"Tidak mungkin ku beritahu kepada Ibu, apa yang aku pikirkan semalam, biar lah menjadi rahasia ku sendiri," ucap batin Sanda


Setelah dari diam nya beberapa saat, ia mulai berkata kepada Ibunya.


"Tidak ada, Bu. Ada beberapa hal kecil saja yang mengganggu," ucap Sanda kepada Ibunya, sembari ia memasang sepatu sekolahnya tersebut


"Kalau hal kecil, tak usah dipikirkan berlarut-larut, tidak penting, kan," ucap Ibu Sanda kepada Sanda


Lagi dan lagi, ucapan Ibu Sanda barusan membuat Sanda terdiam.


"Penting, Bu. Tapi aku tidak ingin hal yang mengganggu pikiran ku ini juga ikut mengganggu mu, Bu," ucap batin Sanda


Beberapa saat kemudian, ia baru menjawab ucapan Ibunya


"Iya, Bu," jawab Sanda kepada Ibunya


Kemudian Sanda berdiri dari tangga tempat ia memasang sepatu tadi, ia mulai berjalan ke arah Ibunya.


"Bu, Sanda pamit ke sekolah dulu ya, Bu," ucap Sanda sembari menyalami tangan Ibunya


"Iya, hati-hati di jalan, jangan terburu-buru sekali, tidak apa-apa telat, yang penting sampai dengan selamat," ucap Ibu Sanda kepada Sanda sembari menyodorkan tangannya untuk disalami oleh Sanda


"Iya, Bu. Assalamualaikum," ucap Sanda kepada Ibunya


"Waalaikumsalam," jawab Ibu Sanda kepada Sanda


Kemudian Sanda pun pergi dari hadapan Ibu nya. Ia mulai berjalan keluar dari rumahnya, menuju ke sekolahan.


Sesampainya di depan gerbang sekolahan.

__ADS_1


"Pak, saya izin masuk," ucap Sanda kepada Satpam sekolahan


"Eh, Sanda. Kenapa telat sekali hari ini, sudah jam 8 lewat sekarang, tidak biasanya kau terlambat seperti ini," ucap Pak Satpam kepada Sanda


"Iya, Pak. Saya kesiangan, ada beberapa urusan tadi malam," ucap Sanda kepada Pak Satpam


Pak Satpam itu pun berjalan ke arah pagar kemudian ia membukakan pagar sekolahan itu.


"Lain kali jangan telat lagi, Sanda. Sayang nilai mu, sebentar lagi kau mau lulus," ucap Pak Satpam menasihati Sanda


"Iya, Pak. Saya izin masuk dulu," ucap Sanda kepada Pak Satpam


Kemudian ia langsung bergegas berjalan masuk ke dalam kelasnya. Sesampainya ia di depan pintu kelas, ia mulai mengetuk pintu kelasnya.


"Assalamualaikum," ucap Sanda setelah mengetuk pintu kelas, kemudian ia membuka pintu kelas itu


"Boleh saya masuk, Bu?" tanya Sanda kepada Guru yang tengah mengajar di kelasnya


"Kenapa telat sekali hari ini, Sanda," ucap Ibu Guru kepada Sanda


"Ada sedikit urusan tadi Bu, maaf," ucap Sanda kepada Gurunya


"Ya sudah, silahkan masuk, tapi jangan diulangi lagi, ya," ucap Ibu Guru kepada Sanda


"Baik, Bu," ucap Sanda kepada Gurunya


"Kalau masih kamu ulangi sekali lagi, saya tidak segan-segan untuk menghukum kamu, dengar," ucap Ibu Guru kepada Sanda


Sanda pun mulai masuk ke dalam kelas, dan mengikuti proses pembelajaran.


*Beberapa waktu berlalu


Tak sadar, mereka sudah belajar di dalam kelas kurang lebih 1 jam, dan tiba lah waktu istirahat. Seperti biasa, di waktu istirahat ini, Sanda pasti akan selalu pergi ke perpustakaan.


Ketika Sanda sudah berada di dalam perpustakaan itu, ia duduk di kursi biasa ia duduk, sembari membaca novel yang belum ia tamatkan.


Tapi, tak lama kemudian.


"Sanda," ucap Sena menghampiri Sanda


Sanda pun menoleh ke arah Sena seraya tersenyum.


"Iya, ada apa?" tanya Sanda kepada Sena


Sena pun mulai duduk di sebelah Sanda.


"Aku minta maaf soal pertanyaan kemarin, aku benar-benar tidak tau," ucap Sena kepada Sanda


"Tidak apa-apa, Sena. Jangan meminta maaf terus, tidak apa-apa kok, tenang lah," ucap Sanda kepada Sena


"Ya, mungkin kau berkata seperti itu, tapi hatimu mungkin sangat terganggu dengan pertanyaan ku kemarin," ucap Sena kepada Sanda

__ADS_1


"Sena, itu hal yang biasa, aku tidak terlalu terganggu atas pertanyaan itu. Dan juga wajar kau bertanya seperti itu, karena kau kekasih ku," ucap Sanda kepada Sena


Sena pun terdiam saja di sebelah Sanda.


"Sudah, jangan merasa bersalah seperti itu, tidak apa-apa, aku baik-baik saja," ucap Sanda sembari mengelus kepala Sena


Sena pun melihat ke arah Sanda.


"Maaf ya," ucap Sena sembari menyodorkan tangannya kepada Sanda


Sanda pun juga menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Sena.


"Iya," ucap Sanda


*Dari sisi Farisa


Farisa kini tampak tengah duduk di kursi panjang yang berada di depan kelasnya. Ia duduk di bawah pohon yang rimbun, sejuk sekali keadaan waktu itu, langit pun mulai mendung.


"Hei, sedang apa kau di sini," ucap Akira mengejutkan Farisa


Farisa yang tengah hanyut di dalam lamunan nya pun, langsung tersadar setelah ucapan Akira itu cukup mengejutkan dirinya.


"Astaga, Akira. Kau ini, kenapa mengejutkan ku," ucap Farisa kepada Akira


"Hahaha, tidak ada, aku melihat kau asik sekali melamun di sini, makanya aku datang dan mengejutkan mu," ucap Akira kepada Farisa


"Ngomong-ngomong, kau sudah mengerjakan PR biologi yang dikumpul hari ini?" tanya Akira kepada Farisa


"Belum," jawab Farisa kepada Akira


"Ya ampun Farisa, kau beberapa waktu belakangan ini kenapa sih, suka sekali lupa membuat PR," ucap Akira kepada Farisa


Farisa pun diam saja.


"Sudah lah Farisa, lupakan pria itu, dia sudah menjadi milik perempuan lain, kan," ucap Akira kepada Farisa


Akira tau apa yang mengganggu pikiran Farisa belakangan ini.


"Iya sih, tapi..." ucap Farisa belum selesai menjawab


"Tapi apa lagi? Farisa? Tapi kau mencintainya? Tapi kau tidak tau mengapa hatimu jatuh kepadanya? Tapi apa? Apa lagi?" potong Akira dengan sedikit kesal


Farisa lagi dan lagi hanya bisa terdiam mendengar ucapan sahabatnya tersebut.


"Sudah lah, sekarang kau kerjakan PR biologi nya, ambil saja buku PR ku di dalam tas ku, kau contek saja dulu, tidak ada waktu lagi untuk kau mencari jawaban sekarang, lebih baik kau salin saja dulu," ucap Akira kepada Farisa


"Terima kasih, Akira," ucap Farisa kepada Akira


"Nanti malam, kau ikut aku ke kafe, biar ku kenalkan kau kepada teman pria ku," ucap Akira kepada Farisa


Farisa pun terkejut mendengar ucapan Akira.

__ADS_1


__ADS_2