Malam Setelah Dirimu

Malam Setelah Dirimu
CH - 42 : Rumah Yang Kesepian


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian berlalu, setelah kejadian itu. Kini Sanda dan Sena kembali bersekolah seperti biasa, kota itu pun kembali bekerja selayaknya tidak pernah terjadi apa-apa, beberapa tempat yang hancur karena badai kemarin sudah diperbaiki dalam waktu yang singkat oleh pemerintahan setempat.


Kini Sanda dan Sena sedang berjalan bersama menuju motor Sanda, karena jam pulang sekolah sudah tiba.


"Kau jadi ke rumah ku hari ini?" tanya Sena kepada Sanda


"Tentu saja, kenapa?" tanya Sanda kepada Sena


"Tidak apa-apa, tapi di rumah ku cuma ada Mama, Papa belum pulang dari luar kota." ucap Sena kepada Sanda


"Ya, tidak apa-apa, soalnya Mama mu sedari kemarin sudah menyuruh diriku singgah. Tapi kemarin-kemarin aku tidak bisa karena buru-buru, aku tidak enak sekali untuk tidak datang lagi." ucap Sanda kepada Sena


"Baik lah kalau memang kau sudah siap." ucap Sena kepada Sanda


"Aku selalu siap, kan." ucap Sanda kepada Sena


Mereka berdua kemudian menaiki motor Sanda, dan sampai di dalam perjalanan.


"Sanda, kau percaya perasaan itu akan sangat susah dilupakan bila kita benar-benar mencintai orang yang sangat spesial di dalam hidup kita?" tanya Sena kepada Sanda


"Percaya, sangat percaya. Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Sanda kepada Sena


"Tidak apa-apa, hanya sekedar bertanya saja." ucap Sena kepada Sanda


"Maka dari itu, banyak orang yang kehilangan dirinya sendiri setelah ia mencintai orang lain. Karena rasa sayang yang ia berikan, melebihi rasa sayang nya kepada dirinya sendiri." ucap Sanda kepada Sena


"Apa kau seperti itu?" tanya Sena kepada Sanda dari atas motor itu


Sanda diam saja, tidak menjawab ucapan Sena barusan.


Di dalam perjalanan menuju rumah Sena, Sanda bertanya kepada Sena tentang makanan yang disukai oleh Mama nya itu apa saja.


"Mama suka makanan apa saja, Sena?" tanya Sanda kepada Sena


"Kalau cemilan, biasanya Mama suka memakan kacang-kacangan sih setahu ku." ucap Sena kepada Sanda


"Kacang-kacangan seperti apa?" tanya Sanda kepada Sena


"Ya apapun, kacang panggang, kacang rebus, kacang goreng, intinya kacang-kacangan." ucap Sena kepada Sanda


"Ya sudah, sekarang temani aku membeli kacang-kacangan itu, kau ada rekomendasi toko?" tanya Sanda kepada Sena


"Tentu saja, ada toko di dekat rumah ku, nanti ku tunjukkan jalannya." ucap Sena kepada Sanda


"Baik lah." ucap Sanda sembari mengemudikan motornya ke arah rumah Sena

__ADS_1


Tak lama kemudian, sampai lah mereka berdua di depan toko yang Sena maksudkan tadi.


"Di sini?" tanya Sanda kepada Sena yang kini tengah berada di depan parkiran toko tersebut


"Iya." jawab Sena kepada Sanda


Akhirnya Sena dan Sanda pun berjalan masuk ke dalam toko itu, terdapat banyak jenis makanan di sana.


"Mama biasanya suka beli yang mana?" tanya Sanda kepada Sena


"Mama lebih suka beli kue kacang ini." ucap Sena sembari menunjukkan kue yang berisikan kacang tersebut kepada Sanda


Lalu Sanda mengambil kue yang di ucapkan oleh Sena barusan.


"Terus apa lagi?" tanya Sanda kepada Sena


"Sama ini..." ucap Sena sembari menunjuk kacang panggang yang di kemas dalam kemasan plastik yang cukup besar


Sanda pun mengambil plastik itu.


"Ini saja?" tanya Sanda kepada Sena


"Ya, Mama suka itu, dan sering nya memang membeli itu setahu ku." ucap Sena kepada Sanda


"Lalu, kau mau apa? Ambil saja." ucap Sanda kepada Sena


"Lagi?" tanya Sanda kepada Sena


"Sudah, itu saja." jawab Sena kepada Sanda


"Sini biar aku yang bawakan." ucap Sena sembari ingin memegang yang dibawa Sanda


"Tidak usah, biar aku saja." ucap Sanda kepada Sena


"Ini banyak loh Sanda." ucap Sena kepada Sanda


"Tidak apa-apa, biar aku saja." ucap Sanda lagi kepada Sena


"Ya sudah, kau mau apa? Biar aku ambilkan." ucap Sena kepada Sanda


"Itu saja..." ucap Sanda memberi kode ke sena dengan matanya yang tertuju ke arah roti cokelat keju


Tak lama kemudian, Sanda dan Sena pun mulai pergi ke kasir dan membayar semua makanan yang mereka beli.


Beberapa saat berlalu, kini Sanda dan Sena sudah berada di dalam perjalanan menuju rumah Sena.

__ADS_1


"Mama memang sering beli ini?" tanya Sanda kepada Sena


"Ya, kalau Mama dari luar ada urusan, biasanya pulang selalu membawakan makanan dari toko tersebut." ucap Sena kepada Sanda


"Oh." jawab Sanda kepada Sena


Tak lama kemudian, akhirnya mereka berdua sampai di depan rumah Sena. Sesampainya di depan rumah Sena, Sena langsung menekan bel rumahnya dari dinding yang berada di sebelah pagar rumahnya tersebut.


Tak lama kemudian, keluar lah Mama Sena dari dalam rumah.


"Sudah pulang?" ucap Mama Sena berbasa-basi dengan Anaknya tersebut


"Sudah, Ma." ucap Sena kepada Mama nya yang tengah membuka pagar rumah


Setelah Mama Sena membuka pagar rumah, Mama Sena pun baru melihat bahwa ada Sanda yang berada di samping Sena.


"Eh, ada Nak Sanda." ucap Mama Sena kepada Sanda


"Iya, Tante." ucap Sanda kepada Mama Sena


"Ayo masuk." ucap Mama Sena kepada Sanda dan Sena


Kini mereka sudah berada di ruang tamu rumah Sena.


Di ruang tamu itu, ada Sena, Sanda dan Mama Sena sedang duduk bertiga di sana, di dalam rumah yang besar dan luas itu, sangat sepi sekali karena yang tinggal di sana hanya ada Sena dan Mama nya.


"Maaf ya Nak Sanda, kondisi rumah kami sedikit berantakan, soalnya Tante belum sempat membereskannya, tidak tau kalau Nak Sanda bakalan datang ke sini hari ini." ucap Mama Sena kepada Sanda


"Tidak apa-apa, Tante." jawab Sanda kepada Mama Sena


Sena pun menjawab juga ucapan Mama nya.


"Mama ini, biasanya juga Sena kan yang membereskan rumah sepulang sekolah, tidak apa-apa kok Ma. Nanti Sena yang membereskannya lagi." ucap Sena kepada Mama nya


Kemudian topik pun berlanjut lebih jauh.


"Nak Sanda tinggal di mana?" tanya Mama Sena kepada Sanda


"Di dekat sekolah, Tante. Tidak jauh dari sana rumah Sanda." ucap Sanda kepada Mama Sena


Pertanyaan Mama Sena kepada Sanda terus berlanjut, sementara Sena mulai kebelakang untuk menyiapkan makanan yang tadi mereka beli di toko langganan Mama Sena.


Ketika Sena sedang meletakkan makanan itu di meja pada ruang tamu tersebut, tiba-tiba terdengar Mama Sena bertanya kepada Sanda.


"Oh, itu Ibu mu, kalau Ayah Sanda, kerja apa?" ucap Mama Sena kepada Sanda

__ADS_1


Sanda pun terdiam sejenak mendengar ucapan Mama Sena.


__ADS_2