Malam Setelah Dirimu

Malam Setelah Dirimu
CH - 39 : Baik-Baik Saja


__ADS_3

Sanda hanya tersenyum saja kepada Sena yang tengah memandanginya.


Sarah yang kemudian melepaskan pelukan dari Sena, mulai berbicara kepada Sanda.


"Terima kasih sudah menjaga sahabat ku, Sanda." ucap Sarah kepada Sanda


"Kau lupa, sahabat mu juga kekasih ku. Tak mungkin aku biarkan dia terluka." ucap Sanda kepada Sarah


"Ah, benar juga. Haha, maaf, aku sudah tidak terpikir soal itu lagi." ucap Sarah kepada Sanda


Sena pun menjawab ucapan Sarah.


"Kau ini, makanya jangan panik seperti itu." ucap Sena kepada Sarah


"Bagaimana aku tidak panik dan cemas, Mama mu menelepon ku, bilang kau belum pulang dan sedang ada badai dadakan di pusat kota. Dari situ aku sudah tidak bisa berpikir jernih." ucap Sarah kepada Sena


Mendengar ucapan Sarah barusan, Sanda baru teringat kepada Ibunya yang di rumah. Ia langsung mengecek saku nya untuk mengambil ponsel. Tapi sayang beribu sayang, ponselnya hilang.


"Ya ampun." ucap Sanda sembari meraba saku nya


Sena pun langsung bertanya ketika ia melihat Sanda seperti kebingungan.


"Kenapa, Sanda?" tanya Sena kepada Sanda


"Ponsel ku." ucap Sanda kepada Sena


"Kenapa ponsel mu?" tanya Sena kepada Sanda


"Ponsel ku hilang, sepertinya jatuh di tempat kita tadi." ucap Sanda kepada Sena


"Ya ampun, ya sudah, mari kita cari sekarang." ucap Sena kepada Sanda


Sena langsung memberitahu teman-temannya yang berada di sana.


"Gais, semuanya, terima kasih sudah mencari ku, maaf merepotkan kalian semua, intinya aku baik-baik saja." ucap Sena kepada semua teman-temannya


Lalu ia melihat ke arah Sarah.


"Sarah, tolong ke rumah ku dulu ya, temui Mama dan bilang bahwa aku baik-baik saja, aku nanti akan pulang bersama Sanda." ucap Sena kepada Sarah


"Iya, Sena." ucap Sarah kepada Sena


*Beberapa waktu pun berlalu


Sarah dan teman-teman lainnya pulang, menuju rumah Sena. Sementara Sena dan Sanda, kini kembali ke tempat mereka berlindung tadi, untuk mencari ponsel Sanda.

__ADS_1


"Ketemu?" tanya Sena yang melihat Sanda mengangkat beberapa daun yang jatuh di tempat mereka berteduh dari badai tadi


"Belum." ucap Sanda kepada Sena


Sena pun tak sengaja melihat sebuah ponsel tepat berada di belakang ranting pohon yang bertaburan di dekat kaki Sanda.


"Sanda, berhenti." ucap Sena kepada Sanda


"Ada apa?" tanya Sanda kepada Sena


"Itu, di dekat kaki mu, ponsel mu bukan?" tanya Sena kepada Sanda


Sanda mulai melihat ke arah kakinya, ia mulai menggeser ranting pohon yang cukup banyak itu.


"Oh iya, ini dia." ucap Sanda


Sanda langsung mengambil ponselnya, dan mulai berjalan ke arah Sena yang tengah duduk di atas motor.


Sanda mulai mencoba menghidupkan ponselnya yang sedari tadi memang dia off kan selama berada di sekolah.


"Kenapa kau baru teringat ponsel mu ketika di sana?" tanya Sena kepada Sanda


"Karena aku baru sadar ketika Sarah bilang kalau Mama mu bertanya tentang keadaan mu. Aku baru menyadari bahwasanya pasti Ibu ku pun punya pertanyaan yang sama seperti Mama mu." ucap Sanda kepada Sena


"Ya sudah, telepon Ibu sekarang." ucap Sena kepada Sanda


*Dari sisi Ibu Sanda, Salisa dan Langit


Ibu Sanda yang kini tengah cemas di saat mendengar berita di televisi bahwasanya beberapa rumah hancur di pusat kota, sementara beberapa jalan tertutup dengan atap-atap rumah warga yang berhamburan menghalang jalur lalu lintas, dan beberapa pohon besar yang tumbang.


"Sudah Bu, jangan memikirkan yang tidak-tidak, Bang Sanda pasti baik-baik saja." ucap Salisa menenangkan Ibunya yang gelisah


Walau Ibu tidak menangis, tetapi terlihat jelas dari gerak-gerik Ibu, bahwasanya ia sedang cemas dan tidak baik-baik saja.


Tak lama dari ucapan Salisa, masuk panggilan telepon dari Sanda.


"Bu, Bang Sanda menelepon." ucap Salisa kepada Ibunya


Ibu pun langsung mengambil ponsel Salisa. Setelah Ibu mengambil ponsel Salisa, Ibu langsung berbicara seolah ia baik-baik saja.


"Sanda, di mana? Pulang sekarang." ucap Ibu Sanda kepada Sanda


Sanda yang baru saja mendengar suara Ibunya pun, merasa tenang, bahwasanya Ibunya tidak sedang bersedih.


"Iya, Bu. Maaf membuat khawatir, Sanda baik-baik saja." ucap Sanda kepada Ibunya

__ADS_1


"Syukur lah, pulang lah, hari sudah hampir malam, di mana kau sekarang?" tanya Ibu Sanda kepada Sanda


"Di pusat kota, Bu." ucap Sanda kepada Ibunya


"Kenapa kau di sana? Bukannya tadi ada badai dadakan di sana?" tanya Ibu Sanda kepada Sanda


"Iya, tapi Sanda dan Sena tidak apa-apa." ucap Sanda menjawab perkataan dari Ibunya


"Syukur lah kalau begitu, kalian hati-hati di jalan menuju pulang. Ibu mendengar berita di televisi, katanya ada beberapa jalan yang terhalang jalur lalu lintasnya, karena pohon besar yang tumbang di tengah jalan itu." ucap Ibu Sanda kepada Sanda


"Iya, Bu." ucap Sanda kepada Ibunya


"Ya, Assalamualaikum." ucap Ibu Sanda sembari mematikan panggilan telepon itu


"Waalaikumsalam." ucap Sanda


Tak lama dari mematikan telepon itu, Ibu Sanda langsung mengelus dada nya seraya berkata.


"Alhamdulillah, Sanda baik-baik saja." ucap Ibu Sanda di dalam hatinya


"Ini ponsel mu Salisa." ucap Ibu kepada Salisa


Salisa pun mengambil ponsel itu sembari bertanya.


"Bagaimana keadaan Bang Sanda, Bu?" tanya Salisa kepada Ibunya


"Alhamdulillah, Abang mu baik-baik saja." ucap Ibu kepada Salisa


"Alhamdulillah." ucap Salisa kepada Ibunya


*Dari sisi Sanda dan Sena


"Ayo pulang sekarang." ucap Sanda kepada Sena


"Apa kata Ibu?" tanya Sena sebelum Sanda menaiki motornya


"Tidak ada, Ibu hanya bertanya aku di mana, aku bilang saja di pusat kota bersama mu." ucap Sanda kepada Sena


"Terus apa kata Ibu? Apa dia menangis di panggilan telepon tadi?" tanya Sena kepada Sanda


"Tidak, Ibu bukan perempuan yang seperti itu. Dia tidak akan menampakkan kekhawatirannya, walau sebenarnya dia sangat mencemaskan itu. Ibuku pintar menyembunyikan kenyataan di dalam perasaannya. Tapi aku tau, bahwa dia sangat mengkhawatirkan aku." ucap Sanda kepada Sena


*Dari sisi Sarah dan teman-temannya


Kini Sarah dan teman-temannya sudah berada di depan rumah Sena. Sarah memutuskan turun sendirian untuk menemui Mama Sena.

__ADS_1


Sesampainya Sarah di depan pagar rumah Sena, Sarah langsung memencet bel rumah Sena. Dan tidak lama dari itu, Mama Sena pun keluar menemui Sarah.


"Di mana Sena, Sarah? Apa dia baik-baik saja? Kenapa dia tidak sedang bersama mu sekarang? Apa dia kau temukan?" tanya Mama Sena dengan panik ketika langsung berlari keluar rumahnya untuk menemui Sarah, sedari tadi, Mama Sena sangat menunggu kabar Anak satu-satunya itu dari Sarah


__ADS_2