Malam Setelah Dirimu

Malam Setelah Dirimu
CH - 40 : Teras Rumah Dan Tunggu


__ADS_3

"Iya, dia baik-baik saja Tante, tenang saja." ucap Sarah kepada Mama Sena


"Terus di mana dia sekarang, Sarah?" tanya Mama Sena kepada Sarah


"Dia sedang bersama Sanda, Tante, dia sedang mencari ponsel Sanda yang jatuh, tidak lama lagi dia pasti segera pulang bersama Sanda. Intinya, dia baik-baik saja." ucap Sarah kepada Mama Sena


"Syukur lah kalau seperti itu Sarah." ucap Mama Sena dengan kelegaan di dalam hatinya


*Dari sisi Sanda dan Sena


Kini mereka sudah di dalam perjalanan menuju pulang, perjalanan mereka memang sedikit terhambat karena macet yang disebabkan oleh beberapa mobil dari orang-orang tidak bisa lewat dikarenakan ada pohon besar yang tumbang di tengah jalan. Mau tidak mau Sanda dan Sena harus memutar arah, mencari jalan lain untuk menuju pulang.


"Bagaimana cara kita bisa selamat dari badai yang dahsyat ini, Sanda?" tanya Sena kepada Sanda


"Aku juga tidak tau, kekasih." jawab Sanda kepada Sena


"Aku benar-benar tidak habis pikir, bagaimana kau dan aku bisa benar-benar aman seperti ini." ucap Sena kepada Sanda


"Mungkin karena memang belum saatnya kita kenapa-napa, kita masih baik-baik saja." ucap Sanda kepada Sena


"Sanda, mengapa kau begitu tenang? Padahal kejadian tadi sangat mengerikan." ucap Sena kepada Sanda


"Memang apa yang harus ditakuti, Sena? Kalau memang kita harus terluka, ya sudah, mau bagaimana lagi, yang jelas kita sudah menjaga diri kita di dalam keadaan yang tidak bisa kita kendalikan seperti itu." ucap Sanda kepada Sena


"Ya, maksudku, kenapa kau bisa berpikir seperti itu, sedangkan aku saja, sangat ketakutan tadi." ucap Sena kepada Sanda


"Aku tidak berpikir, Sena. Aku hanya ingin menjalani hidup saja. Aku lelah memikirkan hal-hal yang abstrak, aku lelah mengira-ngira sebuah kejadian, aku lelah mensimulasikan ketakutan di dalam kepala ku. Aku sudah tidak ingin melakukan itu. Maka dari itu, aku sangat tenang di mata mu." ucap Sanda kepada Sena


"Intinya, jangan di rekayasa kejadian itu di dalam kepala kita? Begitu maksud mu?" tanya Sena kepada Sanda


"Ya, kau benar sekali kekasih." ucap Sanda kepada Sena


Mereka saling berbincang di dalam perjalanan menuju pulang, Sanda dan Sena melewati segala hal yang mengerikan barusan seperti tidak terjadi apa-apa. Seolah-olah mereka berdua baik-baik saja tanpa merasakan seberapa mengerikan badai itu.


Di dalam perjalanan yang cukup jauh karena Sanda harus memutarkan arah motornya melewati jalan yang lain, Sena pun bertanya kembali.


"Kapan kita sampai?" tanya Sena kepada Sanda

__ADS_1


"Sebentar lagi sepertinya." jawab Sanda kepada Sena


"Oh, soalnya aku tidak tau jalan sini." ucap Sena kepada Sanda


"Aku juga kurang tau, Sena." ucap Sanda kepada Sena


Sena pun terkejut, mendengar Sanda yang sama seperti dirinya, tidak tau mengenai jalan di sini.


"Bagaimana bisa kau lewat sini Sanda, sementara kau sendiri saja tidak tau." ucap Sena kepada Sanda


"Tenang, semua jalan pasti akan saling menemukan di kota ini. Sejauh apapun kau mengitari kota ini, pasti jalan yang lain akan saling terhubung, meski jaraknya jauh." ucap Sanda dengan santai


"Apa itu sama seperti kita?" tanya Sena kepada Sanda


Sanda tersenyum seraya berkata.


"Mungkin saja." ucap Sanda


Tak lama dari mereka berdua mengelilingi kota itu, melewati jalan yang sebelumnya bahkan tidak pernah mereka lihat dengan mata, tidak tau ke mana arah ini akan membawa mereka berlabuh. Tetapi dengan ketenangan Sanda dan bagaimana cara Sanda bisa menjelaskan hal-hal dengan sangat sederhana kepada Sena. Membuat Sena menjadi tenang meski dirinya pun tidak mengetahui jalan ini berada di daerah mana. Karena perjalanan mereka sudah jauh melewati pusat kota.


Sudah hampir 1 jam berlalu dari Sarah yang tiba di depan rumahnya tadi yang memberi kabar tentang Sena. Sampai detik ini, Sena belum sampai di rumah.


"Ke mana Sena, kenapa dia belum sampai di rumah." ucap hati Mama Sena


Mama Sena mulai berjalan ke depan teras rumahnya, mulai duduk di kursi yang berada di teras itu, sembari menunggu dan cemas dari teras itu sembari ditemani oleh matahari yang hampir tenggelam.


Tak lama ketika Mama Sena duduk di depan teras rumahnya tersebut, tiba lah Sena dan Sanda di sana. Setelah hampir 1 jam berlalu, akhirnya Sena dan Sanda pun sampai.


"Sena." ucap Mama Sena sembari berlari ke arah Anaknya


Sena pun melihat ke arah Mamanya yang tiba-tiba langsung memeluknya.


"Kau baik-baik saja, Anak ku?" tanya Mama Sena kepada Sena yang sedang berada di dalam pelukannya


"Iya, Ma. Sena baik-baik saja." ucap Sena kepada Mamanya


Mama Sena pun menangis ketika ia memeluk Anak satu-satunya itu, ia sangat takut sekali akan hal yang tidak-tidak terjadi kepada Anak semata wayang nya tersebut.

__ADS_1


Sena mengelus punggung Mamanya sembari berkata.


"Sudah, Ma. Jangan menangis seperti itu, Sena baik-baik saja." ucap Sena kepada Mamanya


Tak lama kemudian Mama Sena pun melepaskan pelukannya.


Sena yang memang baru saja tiba, ia tadi belum sempat melepaskan helmnya. Setelah Mamanya melepaskan pelukan itu, baru lah ia melepaskan helmnya.


Sanda yang berada di sana hanya berdiri dan diam saja, ketika melihat seorang Ibu dan Anak berbicara di depan matanya.


Setelah melepaskan helm, Sena langsung menenangkan Mamanya yang menangis.


"Sudah, Ma. Sena tidak apa-apa, buktinya sekarang Sena baik-baik saja." ucap Sena kepada Mamanya sembari kembali mengelus punggung Mamanya


Mama Sena yang sudah mulai menghentikan air matanya pun, mulai menyadari keberadaan Sanda.


"Terima kasih Nak Sanda, sudah menjaga anak semata wayang nya Tante." ucap Mama Sena kepada Sanda


"Iya, Tante. Sama-sama, maaf juga Tante, karena Sanda, Tante jadi khawatir kepada Sena, sekali lagi, Sanda minta maaf." ucap Sanda kepada Mama Sena


"Tidak, Nak. Tidak apa-apa." ucap Mama Sena kepada Sanda


"Mari Nak Sanda masuk ke dalam, mampir terlebih dahulu. Sudah sering Nak Sanda ke sini, tetapi belum pernah mampir dan berbicara banyak hal dengan Tante." ucap Mama Sena kepada Sanda


Sena pun memotong ucapan Mamanya.


"Ma, hari sudah mau malam, Sanda juga sudah ditunggu oleh Ibunya di rumah." ucap Sena kepada Mamanya


Sanda pun mulai berbicara.


"Iya, Tante. Besok saja Sanda ke sini sepulang sekolah. Kalau sekarang, takut Ibu khawatir di rumah, soalnya Sanda belum pulang sedari tadi." ucap Sanda kepada Mama Sena


Mama Sena pun mengerti atas ucapan Sanda dan ucapan dari Anaknya tersebut.


"Ya sudah, kalau seperti itu Nak Sanda, hati-hati di jalan pulang." ucap Mama Sena kepada Sanda


Tak lama kemudian, Sanda pun berpamitan pulang, dan Sena bersama Mamanya pun mulai masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2