
Penerbangan dari Inggris menuju Belgia dilakukan malam ini, Alvi keluar dari mobil yang membawanya ke bandara. Meninggalkan putranya di inggris dengan mempercayakannya pada Albert. Walau sebenarnya Leo merengek tak mengizinkan, tapi keajaiban, Alvi berhasil membujuknya kali ini.
“Faye ! tolong beri tambahan keamanan di mansion utama, aku tidak mau putra dan kakakku celaka” ujar Alvi sebelum benar-benar keluar dari mobil.
Tanpa mendengarkan jawaban dari Faye, ia keluar dan menapakkan kakinya dilantai bandara. Sepuluh menit lagi ia akan berangkat, enggan melewatkan waktu untuk bersantai, Alvi duduk diruang tunggu, walau sebenarnya ia menggunakan jet pribadi.
‘Wahai laksamana hati, kukuhkan jantung inginku, yang terkadang merasa terdampar dalam tepi. Kali ini biarkan aku menujukkan kembali pada kehidupan yang keras ini.’
Alvi membuka matanya setelah ia terhitung lima menit menutup. Dilihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya, kurang lima menit lagi jetnya akan terbang. Dengan segera ia berjalan menuju sebuah lapangan pacu bandara.
Sesampainya disana ia menapaki tangga, menghembuskan nafas beratnya ketika kaki baru sampai di anak tangga pertama. Kali ini Alvi merasa bahwa berat untuk meninggalkan inggris.
“Nona ber-istirahatlah” ujar salah satu pramugari dengan sangat ramah.
Alvi hanya mengangguk, dirinya terhempas dikasur, sebelum akhirnya teleponnya bergetar. Dilihat nama pada layar ‘My Prince Oru’, jempolnya menekan tanda hijau dan terdengar suara :
“hy mom.. aku sudah merindukanmu” ujar Leo yang berada dibalik telepon.
“Oru kecilku, kita baru berpisah selama dua jam”
“yeah.. aku tau, tapi disini tidak seru” terdengar Leo sedang ngambek.
“oh ya ? bukankah disana ada kak Al ?” kekeh Alvi
“momy El-ku yang cantik. Paman Al itu sangat membosankan, dia itu sudah usang”
“heh bocah !! kau katakan paman mu ini usang huh ? awas aku akan menghukummu kali ini” sahut orang disebrang dengan berteriak, Alvi menduga bahwa itu adalah kakaknya yang sedang tidak terima.
“hahaha.... hati-hati Oru, Kak El memiliki riwayat darah tinggi” ujar Alvi dengan berbisik yang tercetak ekspresi bahagia. Sungguh Alvi tidak bisa manahan diri dihadapan Leo dan Albert.
“aku akan berusaha mom” Leo terkekeh.
__ADS_1
Lelah dalam tubuh Alvi seolah menghilang karena telepon itu. Cukup lama mereka berkomunikasi, hingga Alvi memutuskan untuk tidur sejenak sebelum pesawat jetnya lepas landas di Belgia.
🐬🐬🐬
Belgia, 25/10/20XX, 20 : 17
Alvi kini telah berada dalam ruangan dengan nuansa kerajaan jepang kuno. Aneh memang, jika ia tidak tau bahwa sekarang sedang berada di Belgia, mungkin ia mengira bahwa dirinya sedang berpiknik di jepang. Berpiknik ?!
Jari telunjuknya mengetuk-ngetuk meja kayu yang berukuran cukup besar untuk memecah keheningan. Menunggu adalah hal yag membosankan bukan ? dan itu tengah dirasakan Alvi sekarang.
Bernegosiasi demi perkebunan Anggur, dan jangan lupakan bahwa motif sebenarnya adalah menambah wilayah kekuasaan. Jika saja ia mampu membunuh waktu atau lebih sopannya mempercepat waktu, sungguh Alvi takkan sudi menunggu mafia angkuh itu.
“Maaf Nona Alvi, aku membuatmu menunggu lama” ujar seseorang yang selama ini membuatnya menunggu, Chan Dedrick Dixie.
“cih.. jika tidak demi perkebunan itu aku tidak akan sudi menunggumu” sentak Alvi.
“hahaha.. itu adalah sebuah ujian kesabaran nona !” Chan duduk disebelah Alvi, diatas sebuah sofa berwarna krem.
“wow, slow sister.. kau terlalu to the point” Chan terkekeh.
Alvi hanya melirik tajam Chan “aku tidak membutuhkan uang nona, aku masih sangat kaya tanpa perkebunan itu ! aku hanya iseng untuk menarik perhatianmu” ucap Chan dengan frontal.
Cukup, ini sudah cukup. Demi perkebunan anggur, Alvi harus rela meninggalkan Leo, menunggu lama untuk menemui lelaki ini, bahkan dengan sangat tidak sopan Chan berani menyombongkan kekayaannya yang tidak sebanding dengan milik Alvi.
Sebelumnya Faye sudah mengatakan bahwa Chan masih mampu untuk menghidupkan kembali perkebunan anggur itu. Dan dengan kecerobohannya, kini Alvi malah masuk kedalam rencana lelaki itu.
“aku tidak perduli apa motif yang kau miliki, yang aku inginkan sekarang adalah perkebunan anggur milikmu !” Alvi berbicara dengan sedikit menaikkan suaranya.
“aku akan memberikannya, asal kau mau menikah dengan ku” Chan berseringai.
“kau pikir aku akan memberikan diriku sendiri demi sebuah perkebunan ? dasar Bastard !” Alvi menggebrak meja.
__ADS_1
“baiklah, aku akan memberikan perkebunan anggur itu dengan Cuma-Cuma. Namun aku memiliki sebuah tantangan dan kau harus menerimanya !”
“katakan Chan !”
“Dalam waktu dua bulan, jika aku tidak bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku, aku akan menyerahkan ladang ganja milikku di Skotlandia. Tetapi jika aku berhasil, aku akan menikahimu !” Chan meneguk winenya.
Alvi nampak berpikir sejenak. Menurutnya ini tawaran yang bagus sekaligus gila. Perkebunan anggur seluar 15 hektar diberikan percuma demi sebuah tantangan ? apalagi ketika dengan santainya, jika ia kalah akan memberikan ladang ganja di Skotlandianya yang seluas 18 hektar itu. Chan memang gila !?
“Aku terima !” ujar Alvi dengan sedikit seringainya. Ini adalah tantangan yang menarik, yang jelas Alvi akan menang dalam tantangan ini. Mengingat dirinya sudah tak mau merasakan cinta seorang lelaki yang hanya bisa seenaknya sendiri.
Hanya saja, lagi-lagi ini masih praduga. Apakah Alvi akan menang atau justru sebaliknya ?
🐬🐬🐬
Seirama dengan cahaya yang selalu menerobos apa yang berada didepannya, Keyakinan tentang diriku akan selalu menjadi kenyataan.
Seirama dengan angin yang selalu berhembus halus terkadang menggila, Tindakanku perlahan mematikan.
Hanya saja.. yah, hanya saja... kini kehidupan kembali menantangku tentang cinta ! yang sudah bertahun-tahun aku lupa rasa manisnya.
Kemari.. akan aku tunjukkan, apakah keyakinan dan tidakanku masih sama ? sungguh mari kita buktikan..
-Malvinae.
🐬🐬🐬
Tidak ada Konflik berat dalam Part ini, karena konflik yang sesungguhnya akan muncul kembali di part menjelang ke-20. yang kepengen kisah romansa antara Gav dan Alvi, Stopp.. belum dibangun.. wkwkwk.
Dan jangan berharap, ini akan akan ada kisah romansa Klasik seperti Laila majnun. bukan, ini kisah romansa modern, oke ?😅
sampai jumpa kembali😘
__ADS_1