
“mom.. apa aku sekarang memiliki adik ? tadi paman Al bilang kepadaku seperti itu” ucap Leo, seketika tangannya digandeng menuju sebuah kamar diantara kamar Leo dan Alvi.
“be open” Alvi memerintah pintu kamar itu untuk terbuka. “Oru siap ?” tanya Alvi, Leo mengangguk.
Mereka masuk kedalam kamar, terlihat seorang gadis mungil sedang tidur diatas ranjang. Mata Leo nampak berbinar, Ia sangat senang ketika mendapati seorang gadis kecil dengan rambut hitam.
“she is beautiful mom, like momi El !” Puji Leo yang membuat Alvi terkekeh.
“kamu suka dengannya ?” Alvi cukup tau, ketika Leo mendapati bahwa dirinya memiliki seorang adik, ia akan merasa memiliki seorang teman dan akan menghiburnya disaat Alvi pergi mengurus pekerjaan.
“yeah” Leo sedikit berlari menuju ranjang, dengan perlahan ia menaiki ranjang, menekan-nekan pipi gadis itu. Hingga ia menggeliat dan Leo terlihat antusias.
“kau membangunkannya Oru”
Alvi teringat, bagaimana dirinya dahulu dibangunkan dengan cara yang sama, Terkadang seluruh wajahnya dikecup oleh Albert. Ketika ia sudah terbangun, menuju kamar mandi untuk bersiap, duduk bersama di meja makan, akan ada tatapan hangat dari sang ibu dan senda gurau yang akan mengejeknya dari sang ayah.
‘pagi sayang’ sambutan dari sang ibu ketikan mendapati putrinya sudah berada di lingkup sorot matanya.
‘pagi juga ibu, wahh.. i like it’ bagaimana setiap hari Alvi akan memuji masakan sang ibu. Mengingat hal itu, Alvi terasa sangat merindu.
"lihatlah istriku, putri kita hari ini terlihat sangat jelek’ hal yang tidak disukai adalah ejekan sang ayah setiap pagi. Yang berhasil membuat pipinya mengembung, namun sekarang Ia hanya tersenyum kecut.
Bayangan itu sekarang harus dimusnahkan, atau harus tersimpan di kenangan yang paling dasar. Anggap saja seperti sebuah mimpi manis, dan akan menjadi sebuah mimpi. Bahkan jika itu terulang lagi, akan menjadi mustahil.
“wahh momi.. ia membuka matanya, wahh.. matanya sangat indah” ucap Leo kegirangan ketika gadis itu terbangun, menyentak lamunan Alvi.
__ADS_1
Gadis itu memicingkan matanya, menyesuaikan cahaya, mengamati keadaan sekitar. “who are you ?” ketika melihat Leo berada disampingnya.
“dia kakakmu Clar, Putra ku yang pertama” Sahut Alvi dengan mendekati Clar, duduk disamping ranjang dan mengelus rambutnya.
Clar yang berada ditengah-tengah mereka merasa tidak sopan jika dirinya masih terbaring. Dengan sedikit menahan kantuknya, ia duduk dan bersandar. Jika ia merasa tidak bahagia, sungguh ia berbohong kepada dunia.
Tidak memiliki seorang kakak, ayah menceraikan bahkan mengasingkan dirinya dan ibunya. Berakhir dengan sang ibu depresi berujung pada kematian. Bahkah terkadang ketika sang ibu tiada, Clar akan sering berfikir untuk mengakhiri hidupnya.
“umm.. hay kak, namaku Clarissa Morgana Erinyes” ucap Clar dengan sedikit gugup.
Leo terkekeh “Leonard Moruca Erinyes, Panggil aku Oru”
Alvi tersenyum melihat mereka berdua akur, namun ia kembali merengut dan menghela nafas berat “Clar..” Clar pun menoleh ketika namanya dipanggil, begitupun dengan Leo yang penasaran akan ekspresi momi-nya.
“lanjutkan mom, ada apa ?” tanya Clar penasaran.
Dengan berat hari Alvi melanjutkan ucapannya “kau tau, bahwa mom adalah seorang mafia. Ahh.. lebih tepatnya, apakah kau mau mempercepat perkembanganmu dan memasukkan gen ku ?”
Clar menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, bukan ia tidak mau. Tapi sesungguhnya ia tidak mengerti maksud ucapan tersebut.
Alvi juga bingung, ketika kata-katanya tidaak bisa dicerna. “emm.. maksud mom, sekarang umur Clar adalah 5 tahun kan ?” Clar mengangguk.
“kau tau berapa sebenarnya umur kak Oru ?” tanya Alvi, dan Clar hanya menggeleng.
Leo langsung menyahut “lima tahun itu adalah umurku yang sebenarnya”
__ADS_1
Clar terbatuk, ia memukul dadanya sendiri. Leo langsung gelagapan, segera ia mengambil air dimeja sebelah ranjang. Dengan tergopoh Clar menandaskan air dalam gelas itu. Terkejut adalah yang pasti dalam situasi seperti ini, apalagi ditambah dengan cengirang Leo.
“is that true ?” Clar bertanya untuk meyakinkan dirinya.
“yes my princess” Alvi menjawab dengan terkekeh.
“diriku adalah seorang mafia yang memiliki banyak musuh, ditambah aku adalah pengusaha besar, kolega bisnis yang mengincarku pasti akan memanfaatkan kalian. aku ingin Clar bisa menjaga diri sendiri, kamu keberatan ?”
“no mom” jawab Clar dengan mantap
“good, mom akan mempercepat pertumbuhanmu supaya sebanding dengan Oru” Alvi menopang dagunya.
“kapan itu terjadi mom ?” tanya Leo.
Nampak menimang-nimang, Alvi memikirkan sebuah rencana. Menjaga buah hatinya dengan membuat mereka kuat diusia yang masih belia. Alvi tau itu salah dan menyakitkan, tapi ia harus menepisnya. Karena kehidupan tidak membutuhkan orang yang lemah.
“besok aku akan menyuruh ilmuwan kita kesini, dan yahh.. kalian akan menjadi adik kakak kembar tak identik” Alvi mengedipkan salah satu matanya.
Leo dan Clar saling memandang, “Good idea mom, Oru akan memanggil Clar dengan nama Ara” Leo menyeringai dan nampak mengerti apa maksdu dari momi-nya itu,
Sedangkan Clar, hanya menggeleng tak mengerti.
“kalian akan mom sembunyikan sampai beberapa waktu dari dunia mafia. Dan muncul menjadi..” Alvi dan Leo saling memandang tersenyum miring.
“Blast The twins” ucap mereka bersamaan.
__ADS_1