Malvinae (Love Story Of Mafia)

Malvinae (Love Story Of Mafia)
Bab 25 : `Perang Untuk Akuji`


__ADS_3

Benua Asia, 20/11/20XX, 15 : 13


Alvi sudah bersiap untuk perang kali ini menggunakan pakaian berwarna hitam, dengan sepatu boats sampai lutut, serta rambutnya yang tergelung acak sehingga anak rambutnya dimana-mana, namun menambah kesan cantik.


Para mafia di Asia pun juga ikut bersiap, pasukan kali ini hanya sedikit. Tidak sebanyak pasukan Akuji nantinya. Sebenarnya Petra dan Gav tidak setuju jika menggunakan pasukan sedikit : hanya B-07, beberapa pasukan unggulan Petra dan Gav, serta para mafia di asia. Namun, Alvi mengalahkan pendapat mereka dengan dalih : pemerintah Asia akan curiga. Bukankah ini alasan bodoh ?


Petra dan Gav pun bingung, karena pasukan yang disiapkan di benua Australia ditarik oleh Alvi, tanpa alasan yang jelas. Ini benar-benar bukan rencana yang disepakati di awal. Kali ini, mereka masih berada di sebuah ruangan pemantau, melihat pergerakan dari pemerintah Asia.


Cukup menunggu lama, Akhirnya pemerintah Asia mulai bergerak membawa pasukannya menuju benua Australia. Petra dan Gav nampak gelisah, sedangkan Alvi kelewat santai dengan keripik kentang menjadi cemilannya. Beberapa jam kemudian terdengar sebuah laporan “nona rencana 2/G1/Australia, selesai” Alvi mengangguk.


“ayo ! jangan pikirkan benua Australia sekarang, sudah waktunya kita menyambut Akuji” Alvi memasang Anak panah di punggungnya, tak lupa busur ditenteng di tangan kiri, pistol tersangkut dipaha atas. Katana kesayangannya kali ini tidak ikut bersama Alvi, melainkan dibawa di punggung Faye.


Petra mengangguk, Gav membawa kantong kecil yang digantung dipinggangnya, berisi beberapa granat mini. Pistol miliknya sudah bersarang nyaman di tangan kanan Gav. Tidak lupa kacamata hitam tertahan oleh hidung mancungnya, cukup Fasionable dalam perang.


Mereka keluar dari ruangan itu, menuju sebuah lapangan cukup luas, berisi beberapa helikopter yang akan membawa mereka menuju tempat seharusnya. Evano dan Gav naik di helikopter yang sama menuju tempat A. Petra diikuti oleh beberapa anak buah akan menyambut Akuji di tempat B. Faye dan Alvi akan menuju ketempat yang tidak diketahui oleh Gav dan Petra.


“sekarang mulai rencana kalian, dan aku akan memulai rencanaku sendiri” Ucap Alvi kepada Gav dan Petra saat hendak menyebar menuju helikopter masing-masing.


Pergerakan dimulai tanpa banyak ucapan. Mereka masing-masing sudah mengerti apa yang akan dilakukan.


Di tempat A, Gav dan Evano sudah turun dari helikopter. Disambut oleh para mafia Asia, disini mereka akan briving sebentar, menunggu kode dari Petra, dan berperang. Disini hanya setengah pasukan dari pasukan yang dikomandoi oleh Akuji. Artinya Gav dan Evano memegang kendali pasukan seutuhnya yang berjumlah hanya 23 ribu, padahal pasukan Akuji hampir 50 ribu yang tersebar entah dimana.


Ini diluar kendali, Gav dan Petra tidak mengetahui jumlah pasukan yang akan dibawa Akuji secara pasti. Namun, mereka akan berusaha sekuat tenaga.


Disisi Tempat B, Akuji sudah datang. Disambut oleh petra, dengan saling berpandangan, tanpa ucapan kata, dengan saling mengeluarkan aura membunuh. Petra ditemanai oleh beberapa pasukan, dan Akuji ditemani oleh ribuan pasukan yang perlahan-lahan saling berdatangan. Sekitar 30 ribu orang berada disana menemani Akuji, sehingga yang disebar sejumlah 20 ribu orang.

__ADS_1


Anderson pun mulai terlihat, dan menampakkan diri. Benar dugaan bahwa Anderson ikut terlibat.


“kurasa tidak ada perdamaian sekarang” ucap Petra ketika Akuji dan Anderson sudah dihadapan.


Akuji dan Anderson saling bepandangan, mereka kemudian menyeringai, dan mengangguk. Tangan Akuji sudah bersiap untuk memberi isyarat kepada pasukan : bersiap berperang. Petra juga sudah bersiap untuk memberi kode kepada Gav dan Evano.


Duar..


(sebuah kode kepada Gav dan Evano, peperangan telah dimulai)


Petra mulai melangkahkan pasukan yang dibawanya untuk maju. Tidak banyak, hanya 3 ribu. Cukup untuk menunggu pasukan dari Gav dan Evano datang dengan rencana yang sudah disediakan.


5 ribu pasukan dari Akuji dikerahkan terlebih dahulu, ia tidak mau terburu-buru, melihat pasukan utama mereka belum hadir membantu. “apa kau suka kejutan ?” kekeh Akuji.


“jika membuat ku terkesan, itu tidak masalah” jawab Petra. Dengan mengeluarkan 3 bom ‘deadly explosion’ secara tersembunyi, Petra melemparkannya pada pasukan Akuji yang sedang berbaris. “apa aku membuatmu terkesan ?” Petra meledek Akuji.


“apa sudah dimulai ?” teriak Gav.


Akuji berlari menuju helikopter miliknya, ia akan melawan Gav. Anderson akan melawan Petra. Para pasukan akan saling berperang sekarang. peperangan di udara dan darat tidak bisa dihindari sekarang.


ledakan demi ledakan sudah terdengar, pasukan Gav kalang kabut ketika 20 ribu pasukan Akuji yang tersebar mulai datang dari segala penjuru. hingga pasukan Gav berada ditengah-tengah.


“hoho.. menarik bukan ?” ujar Akuji dari helikopter.


Gav tak menggubris, ia melesatkan peluru untuk Akuji. Tapi berhasil dihindari, Evano melemparkan granat mini dari atas untuk pasukan Akuji. Sialnya granat ini tidak memberikan pengaruh besar.

__ADS_1


Sama halnya dibawah, posisi Petra dan Anderson juga berada ditengah. Anderson terlihat cukup santai, sedangkan Petra mulai kewalahan untuk memberi intruksi kepada pasukan miliknya dan mengurus Anderson.


Disaat yang genting ini, pesawat tempur E-250 buatan Alvi terbang diatas kepala mereka. Melepaskan peluru-peluru, membuat hawa panas semakin tinggi, banyak pasukan yang terlempar dan mati. Alvi turun sedikit melompat dari helikopter yang dikendarainya, langsung melepaskan anak panahnya.


Dan benar, sasaran yang mendapat anak panah itu akan meledak, bomm.. seperti sebuah petasan, darah keluar kemana-mana, baju hitam yang dipakai Alvi sudah berlumur. Peperangan kali ini sangat mengerikan, tidak ada kegentaran dalam dirinya. Secara bertahan pasukan Akuji mulai berkurang, pasukan B-07 mulai keluar dari persembunyian, membabat musuh yang ada dihadapannya.


Gav juga ikut turun dari helikopter, disusul dengan Akuji. Akuji geram, tapi ia cukup tersenyum “apa kau pikir akau tidak mendapat keuntungan lain ?” ucap Akuji.


Gav dan Petra yang mendengar langsung, menoleh. Keuntungan ? “maksudmu benua Australia ?” tanya Petra.


Akuji menyeringai puas, dirinya langsung menyerang Gav. Serangan mendadak itu melukai bahu kirinya. Sedikit menahan, karena peluru itu bersarang disana. Gelak tanya Akuji semakin keras, sepertinya ia cukup puas.


Alvi menyahut “jangan tertawa, nanti tersedak. Benua Australia sangat aman, stupid”. Akuji yang mendengar itu langsung menghentikan tawanya, penasaran kenapa Alvi mengatakan seperti itu dengan gamblang.


Tak lama beberapa helikopter datang kembali, membuat semua orang mendongak keatas, tak terkecuali Akuji. Dilihatnya, komandan militer yang dipercayakan pemerintah Asia muncul. “kau pikir bisa memanfaatkan pemerintah huh, Akuji ?” ujar komandan itu.


Akuji gelagapan, rencananya gagal. Tiba-tiba Akuji menahan sakit didadanya, ternyata peluru yang dilesatkan oleh orang yang tak diduga, membuatnya kecewa “Anderson !” lirihnya.


Yah, Anderson Adalah kartu As Alvi. Orang yang ditemui beberapa hari lalu untuk menanyakan persiapan perang. Orang yang berhasil mencegah pemerintah Asia untuk membantai mafia di benua Australia.


“kau nampaknya terkejut Akuji ? Anderson adalah kepercayaan yang disembunyikan ayahku dulu. Kau kalah !” Alvi terkekeh.


Akuji bangkit dengan menahan nyeri didada, “kalau begitu, mari kita mati bersama”. Dorr.... Duar... Akuji menembak Alvi secara tiba-tiba dan melembar granat mini. Hal itu membuat Alvi terpental hingga beberapa meter.


“Nak/El..” ujar Petra dan Gavin serentak.

__ADS_1


Alvi masih sedikit sadar, ia duduk bersandar di pohon pinus yang menahannya dari pentalan granat, sedikit tersenyum “uhukkk... mari kita berjumpa dineraka” kata terakhir, sebelum Alvi benar-benar menutup matanya.


__ADS_2