Malvinae (Love Story Of Mafia)

Malvinae (Love Story Of Mafia)
Bab 24 : `Persiapan Perang Untuk Akuji`


__ADS_3

Semuanya nampak sibuk, persiapan telah dilakukan. Baik dalam ‘navel death’ maupun markas utama di Brazil. Alvi masih enggan untuk menggunakan pasukan utama miliknya, Death Armys-13. Gav menyusun sebuah strategi yang bisa meminimalisir dampak perang ini. Petra mulai menyiapkan mata-mata dalam pasukan Akuji dan pemerintah di Asia.


Semuanya harus selesai secepatnya, karena peperangan ini mungkin saja bisa terjadi lebih cepat.


“bagaimana persiapannya Ayah ?” tanya Alvi yang sudah berada diantara dua pintu.


Petra tidak menjawab, sorot matanya masih sibuk menatap beberapa berkas berisi pergerakan Akuji. Alvi datang, langsung duduk didepan petra dan menyulut rokok miliknya. Punggungnya disandarkan pada sandaran kursi empuk, matanya terpejam untuk merasakan sensasi rokok.


“Akuji menggunakan persiapan yang sangat matang nak” ujar Petra yang masih membaca berkas.


“jangan berlebihan ayah, Aku memiliki senjata yang tidak bisa diremehkan. Dan teknologi keamanan seakurat apapun, dengan mudah aku bisa melumpuhkannya” Alvi menenangkan Petra, namun matanya masih terpejam dengan asap yang terkepul.


“pasukan apa yang kau siapkan untuk kali ini ?” tanya Petra.


“seperti biasa ayah, aku masih mengandalkan B-07 dan peperangan ini kurasa DA-13 belum saatnya keluar” kekeh Alvi. “Akuji terlalu istimewa jika aku menggunakan pasukan DA-13”


Petra hanya menggeleng, entah apa yaang dipikirkan Alvi, peperangan ini akan menimbuklan gejala untuk dunia jika salah langkah. Namun ia masih menganggap bahwa pasukan DA-13 belum saatnya keluar ?


“jangan bingung terhadapku ayah, peperangan ini masih bisa dalam jangkauanku, aku akan menjamin bahwa Akuji akan mati” Alvi tersenyum tanpa ragu. Katanya-katanya pun menyiratkan keyakinan yang utuh.


“apa yang sudah kau lakukan nak ?” Petra menatap Alvi dengan intens.


“kejutan” Alvi tertawa, pergi meninggalkan Petra yang masih mencerna ucapan singkat Alvi.


Alvi keluar dari ruangan Petra, mengampit rokoknya yang masih menyala, setengah lagi putung rokok itu akan habis. Alvi nampak menyunggingkan senyum, tanpa ada raut keresahan sedikitpun, bahkan para pasukan yang berpapasan sedikit terkesan aneh.

__ADS_1


Alvi terhenti di ruang latihan, dirinya berkeliling ring, melihat pasukan yang disiapkan Gav berlatih. Sesekali ia menyesap putung rokok yang masih tersisa, ia cukup puas dengan pasukan milik Gav, walau pasukan miliknya lebih memuaskan. Alvi duduk di sebuah kursi samping ring, kaki kanannya diangkat dan ditopangkan di kaki kiri.


“bagaimana menurutmu El ?” Ujar Gav sambil membuang putung rokok yang diapit oleh jari-jari Alvi.


Alvi menoleh tajam, dengan ekspresi tidak senang karena rokoknya dibuang paksa. “lumayan” kata Alvi.


Gav berjalan, berhenti dihadapan Alvi, dirinya sedikit menunduk, tangannya memegang dagu Alvi dan cukup mengangkat hingga posisi kedua matanya bertemu. Gav menatap manik biru itu secara intens dan dalam, mencari sesuatu didalam sana. Setelah itu Gav sedikit tersenyum, namun Alvi malah bingung melihat ekspresi Gav.


“kau masih mencintai ku El” Gav tersenyum puas. “disana, kau meletakkannya didasar dan tertutup oleh kebencianmu padaku” Sorot mata mereka masih bertemu.


Alvi tersadar, segera ia membuang mukanya kearah samping, tersenyum kecut, dan mendecih. ‘cinta ? seolah di tau apa itu cinta’ batin Alvi. Sebenarnya apa yang katakan Gav membuat Alvi tak tenang, mengatakan bahwa Ia masih mencintai pria brengsek itu ? jika iya, maka Alvi akan mengakui dirinya bodoh.


Siapa mau masuk dalam lubang yang sama ? hanya orang bodoh, itu jawabannya.


“berhentilah berkhayal Gav ! percayalah, jika tak terwujud akan sakit” Alvi berbicara tanpa ekpresi.


“mari kita buktikan, apakah aku berkhayal atau tidak, cukup aku mengemis meminta cinta kepadamu. Sekarang, aku akan mendapatkan kembali dengan caraku sendiri. Mengambilnya !” Gav tersenyum, yang menyiratkan keangkuhan disana. Alvi hanya mengendikkan bahu.


Sama sekali tak merasa terganggu, jika ia benar-benar ingin mengambilnya ya silahkan saja. Toh, cintanya memang sudah tidak ada, mungkin ? bagaimana dengan Chan yang juga berusaha mendapatkan cintanya ? mungkin jawaban Alvi akan sama.


Dimana diantara mereka atau kedua-duanya akan merasa, percuma. Itu adalah resiko mereka, seharusnya mereka cukup pintar, tentang bagaimana kondisi Alvi sekarang, atau Alvi yang tidak cukup mengerti kondisi diri ? tidak ada yang tahu.


Kembali ke persiapan perang, Alvi menguji senjata barunya. Bukan sebuah bom seperti ‘deadly explosion’, tetapi sebuah senjata api baru, juga sebuah panah yang sekali melesat dan tertancap maka sasaran akan meledak. Dampak yang dihasilkan dari panah ini akan lebih buruk dari sebuah peluru. Atau bisa dipastikan, dalam anak panahnya terdapat sedikit bom yang daya hancurnya cukup mumpuni untuk menghancurkan sesuatu, Asunder.


Yah anak panah itu diberi nama Asunder, yang berarti ‘hancur berkeping-keping’.

__ADS_1


“finish” Alvi tersenyum ketika Asunder sesuai dengan ekspetasinya. Selama ini senjata yang dibuat oleh Alvi selalu sempurna dan mengejutkan.


“nona, rencana anda sudah berjalan 80%” Faye melaporkan sesuai apa yang sudah terjadi. Rencana ini adalah rencana pribadi, bukan rencana dari kesepakatan awal, Sedikit di permak.


Alvi mengangguk, meninggalkan tempat percobaan itu. Menuju kesebuah tempat yang hanya ia sendiri tau. Memasuki perkarangan sebuah rumah tua dan tersembunyi, mobil itu berhenti. Alvi membuka pintu mobil, melepas kacamata hitamnya dan tersenyum. Karena, orang yang hendak ia temui sudah menyambutnya dengan senang hati.


“bagaimana kabar mu dude ? tanya Alvi kepada orang itu.


Orang itu terkekeh “im okay, jangan panggil aku dude. Aku bukan penggoda”


Alvi menawarkan rokok kepada orang itu, sambil masuk kedalam rumah tua. “kau sudah melaksanakan rencana ?” tanya Alvi.


“tidak ada masalah, kau tau itu” Orang itu mengambil seputung rokok yang ditawarkan Alvi. Alvi mengangguk tersenyum puas.


🐬🐬🐬


Eh, Dhie Mau kenalin sama pembaca setia. Dhie publish novel baru #MASIH_ANGET, secara ini beda. jika Malvinae bergenre romantis and action. maka yang satu ini bergenre romantis and fantasi, because— jeng, jeng, jeng..



Yupp... ini tentang bangsa Warewolf yes !! so, mari kita nikmati bareng²😅


^^^^


Jum'at, 8 Nov 2019, 20:14.

__ADS_1


__ADS_2