
Hay malam ?
Bagaimana kabar bulan dan bintang yang saling berjauhan ?
Apakah sama seperti ku yang sedang merindu ??
- Dhie
🐬🐬🐬
Malam itu seolah sedang menunjukkan seringainya, terlihat seorang gadis berlari sendirian. Bukan.. sebenarnya gadis itu sedang dikejar oleh beberapa orang yang tidak dikenal setelah keluar dari supermarket untuk membeli sesuatu.
Bodohnya lagi gadis itu berlari kesebuah jalan yang relatif sepi, ia tidak berteriak meminta tolong karena bisa dipastikan tidak ada yang akan menolongnya mengingat orang\-orang yang mengejarnya memiliki postur tubuh yang mumpuni, dan juga jalanan yang \-\-
Ia juga menyesal karena tidak membawa beberapa Bodyguard untuk menemaninya, ia lupa bahwa nyawanya bisa saja melayang kapan saja mengingat bahwa ia adalah putri seorang mafia terkenal.
“sial.. aku tak memiliki kemampuan beladiri, oh ayahh.. terkadang aku menyesal karena tidak menuruti permintaanmu” gumam Vina
Dukk
“Argghh, kenapa tiang lampu jalanan ini menghalangiku, tidakkah ia tau bahwa keningku sekarang sakit” sekali lagi Vina bergumam tidak jelas.
Ia menoleh kebelakang dan terlihat orang\-orang yang mengejarnya semakin dekat. Ia sungguh tak punya waktu lagi untuk kabur, salah satu Laki\-laki itu telah berada pada posisi yang sempurna.
Pistol Colt 1911 telah berada didepan keningnya, sedangkan Vina sudah keringat dingin untuk menghadapi Laki\-laki itu.
🌊dalam hati On🌊
“Ayahh.. aku memang menginginkan kau mebawaku pergi, tapi tidakkah dengan cara ini sangatlah mengerikan. Ouh bayangkan, mungkin besok akan tersebar kematian putri cantikmu ini dengan cara mengenaskan. Dan akan menjadi trending topic di berbagai berita.” Batin Vina
“pemirsa, ditemukan mayat seorang gadis cantik ditepi jalan xxx dengan kondisi kepala yang sudah tertembak. Menurut pengakuaan polisi bla.. blaa..”
“Ahh.. ayahh, aku tidak sanggup membayangkannya”
“bodoh kau Vina, kenapa kau memikirkan esok, pikirkan sekarang cara untuk selamat jika kau tak ingin mati mengerikan” batin Vina lagi.
🌊dalam hati Off🌊
Laki\-laki itu sudah bersiap dengan pelatuknya, sedikit saja pelatuk tertarik maka detik itu juga peluru akan melesat. Vinapun tak bisa melangkah mundur, karena tiang yang ditabraknya tadi menghalangi punggungnya.
Dorr
Dorr
Dorr
Hening (Krik Krik) 😅
“Apa aku sudah mati ?” ucap Vina yang masih setia menutup matanya.
__ADS_1
“haha, belum Nona Vina. Bukalah matamu” jawab seseorang.
Vina membuka matanya, terlihat orang\-orang yang mengejarnya tadi sudah tergeletak tak berdaya. Kemudian ia melirik seorang laki\-laki yang sudah menolongnya,
“Ivan.. sungguh ini kau ? terimakasih kau telah menyelamatkanku” ucap Vina dengan bungah.
“sudahlah Vina.. ini hanya kebetulan, apa kau sendirian keluar malam\-malam begini ?” tanya ivan dengan wajah menyelidik.
“eh.. iyaa” gadis itu menunduk
“mari kau ku antar pulang Vina” tawar Ivan dengan menggandeng tangannya secara tiba\-tiba.
kedua orang itu pergi meninggalkan orang\-orang yang sudah tak berdaya lagi. Mereka bergandeng tangan seperti layaknya kekasih, sesekali Vina melirik Ivan yang menyaksikan Bintang bertebaran di lautan atas.
“apa yang kau fikirkan Ivan ?”
“Aku hanya merindukan ayahku”
Vina yang mendengar ucapan Ivan langsung mengalihkan pandangannya menuju Bintang\-bintang itu.
“Aku juga sama, merindukan seseorang yang sangat berarti itu sangat menyakitkan. Humm.. terkadang kita sakit karena kerinduan, terkadang pula kita sakit karena pertemuan.”
“kau tau bagaimana caranya mengurangi kerinduan itu ?” tanya Ivan yang memandang wajah Gadis muda disampingnya.
“Sudah seminggu ayahku meninggalkanku. ketika aku merindukannya, aku selalu menatap Bulan dan aku akan berbicara sendiri seperti orang gila.”
“Apa kau akan benar\-benar gila ?”
“Heyy.. ayolah.. aku hanya bercanda” Ivan berhasil meledek gadis bersurai hitam itu.
Bukannya mengeluh, Ivan semakin tertawa ketika melihat gadis itu mengerucutkan bibirnya.
“kau sangat lucu nona, orang tidak akan mengira bahwa kau adalah seorang presdir di perusahaan ternama jika tingkahmu seperti ini” ucap Ivan sambil mencubit bibir Vina yang masih mengerucut.
“Kau tau nona, terkadang kita harus melupakan sebuah kerinduan untuk menunjukkan bahwa kita akan baik\-baik saja. Ayahku juga meninggalkanku, dan ia meninggal dihadapanku” terlihat tangan Ivan yang sudah terkepal menahan emosinya.
“hey, jangan panggil aku nona ! panggil aku Vina saja”
Pletakk..
Vina menjitak kening Ivan
“Kata ayahku setiap orang akan menyimpan kerinduan, dan aku mempercayai itu mengingat kaupun juga merasakan hal yang sama. Namun setiap orang akan mengapresiasikannya dengan cara yang berbeda”
Ivan memiringkan kepalanya dengan tatapan polos ketika mendengar ucapan Vina.
“oh ayolah, apakah kau akan menjadi gila setelah mendengar ocehanku ?” ucap vina dengan cengiran khasnya.
Pletakk..
__ADS_1
Ivan meenjitak kening Vina yang masih berada dalam mode cengirannya.
“itu balasanmu karena menjitakku tadi”
Pletak..
“Itu balasanmu karena ocehanmu tadi"
Pletak..
“Itu balasanmu karena mempertanyakan kewarasanku tadi”
Vina yang mendapatkan jitakan yang bertubi\-tubi hanya mengelus\-ngelus keningnya, sesekali ia menghentakkan kakinya seperti anak kecil. Sedangkan yang menjitak hanya tertawa kecil tanpa menunjukkan rasa bersalahnya.
“heyy ! tidakkah kau tau, bahwa kau sangat menyebalkan, pasti banyak orang yang tidak betah berteman denganmu” ucap Vina yang berlari mengejar Ivan, karena Ivan meninggalkan Vina yang sempat berhenti untuk mengelus keningnya tadi.
“tidak akan yang mau berteman denganku Vina”
“kenapa ?” tanya Vina kepada pemuda itu yang mengalihkan tangannya di saku celana hitamnya.
Ivan tidak menjawab pertanyaan vina, ia dengan santai melanjutkan perjalanannya melewati dinginnya malam. Menyusuri jalanan yang terpaut sepi, hanya ada sesekali orang yang berlalu lalang melewati jalanan itu.
Hingga ia berhenti secara tiba\-tiba tanpa memperdulikan seseorang yang sekarang berada dibelakangnya.
Brukk..
Gadis itu menabrak punggung Ivan.
“kenapa kau berhenti mendadak ?”
“kurasa kau lupa dimana rumahmu Nona” ledek Ivan dengan menunjuk sebuah mansion megah dengan gerbang hitam yang tertutup rapat.
“maaf aku lupa, karena terlalu asyik bersamamu.. ehhh.. anu..” Vina menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Ivan yang mendengar ucapan itu langsung tersenyum, dan mendekati Vina yang mematung. Satu langkah lagi ia benar\-benar dekat, perlahan wajah Ivan mendekati ceruk leher Vina. Dan membisikkan sesuatu –
“hati\-hati kau nanti akan menyesal”
Setelah Ivan mengucapkan itu, segera ia meninggalkan Vina yang masih mencerna ucapannya tadi. Sedangkan Ivan ?? (Rahasia dongg :P)
🐬🐬🐬
Okay.. Tuan² dan Puan², di cerita ini awalnya memang sengaja dibuat seringan mungkin.
Cerita ini sih sebenarnya mau Dhie publish tanggal 1 Desember. Tapi ya sudah lah ya :v
Buat kalian yang hari ini sudah punya gebetan, jagain deh ya baek² itu anak orang.
Dan buat kalian yang masih Jomblo, yah jangan murung gitu dong.. hehehe..
__ADS_1
Dhie Ingetin Nih Ya !!!!!!
Jangan lupa Like, Coment, and Subscribe.. ettdahhh.. kayak YouTube pulaa, maap yee😅😅