Mantan Istriku Kembalilah

Mantan Istriku Kembalilah
Bab.15 Foto anak yang mirip dengannya.


__ADS_3

Randika melihat polisi itu sepertinya sudah mendengar dan mengerti perkataan Kasyaira, dia pun berkata dengan cepat.


"Pak polisi, kamu juga sudah mendengarnya. Kekasihku mabuk dan kami sudah merepotkanmu, maaf sekali." Kata Randika menghela nafas.


"Tidak apa-apa, jaga pacarmu baik-baik." Setelah mengatakannya, polisi itu membantu memapah Kasya ke dalam mobil.


Randika dengan secepatnya melajukan mobilnya. Sedangkan polisi lalu lintas itu setelah melihat mobil pergi, ia merasa sangat familiar dengan wajah Randika lalu berteriak kaget.


"Pria tadi bukankah orang terkenal di Kota ini, Randika Pramudita!" teriaknya.


Sedangkan situasi di dalam mobil masih kacau karena Kasya.


"Air, aku mau minum air!" Kasya sekarang tidak berteriak meminta keluar lagi tapi berteriak meminta air.


Hehe, kamu masih berani meminta air! Batin Randika geram.


Randika hanya meliriknya dari kaca spion depan, ia mendengus lalu melanjutkan melajukan mobilnya dengan cepat.


Sepanjang perjalanan Kasya terus saja melakukan aksi ributnya sampai akhirnya mobil Randika sampai di bawah rumah sewaan Kasya, ia sempat berhenti memeriksa alamat rumahnya dari dalam tas wanita mabuk itu.


Randika memarkirkan mobilnya, dia turun lebih dulu. Dia mengangkat kepalanya mendonngak melihat tempat tinggal Kasyaira yang terlihat sederhana. Rumah kecil itu bahkan tak sebesar kamar mandi di rumahnya.


Randika menggeleng masa bodo, ia menghampiri Kasyaira dalam mobil lalu membuka pintu. Ia melihat Kasyaira sudah tertidur, Randika menjulurkan tangan dan menepuk wajah mantan istrinya itu agak kasar.


"Kasyaira! Bangun! Suruh suamimu keluar untuk menjemputmu kesini!" Kata Randika sambil menepuk pipinya.


"Suami apa?" Kasya menjawab dalam tidurnya, lalu ia melanjutkan tidur kembali.

__ADS_1


Randika kesal dia membungkuk lalu menarik tubuh mabuk Kasyaira keluar dari dalam mobil, ia memapah tubuh sang mantan istri berjalan menuju rumah wanita itu.


"Lantai berapa rumahmu?" Tanya Randika masih mencoba lebih sabar.


"Dua!" Kasya menjawab linglung.


Randika segera membawanya naik, tak lama mereka berdua sampai di depan pintu.


"Berdiri yang benar!" Perintahnya.


Randika memandang jijik pada Kasyaira yang mabuk lalu ia membiarkan tubuh wanita itu terkulai di lantai menyandar ke dinding.


Randika membiarkannya, ia mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak ada seorang pun yang membuka pintu. Randika pun berjongkok lalu menepuk pipi Kasyaira lagi dengan kuat.


"Hei, Kasyaira bangun! Mana suamimu, suruh buka pintu karena aku ingin bicara dengannya!" Kata Randika mulai kesal.


"Hiss! Siapa yang sedang memukuliku!" Bukannya menjawab Kasya malah membentak.


Kasya malah tertawa seperti menggila karena mabuknya, "Oh, aku pikir ada yang memukuliku! Kau bertanya dimana suamiku? Carilah, suamiku ada di dalam sepatuku atau di dalam bajuku, ah... sepertinya ada di dalam tasku!" Racauannya tak jelas.


"Omong kosong apa yang kamu ucapkan, bagaimana mungkin suamimu ada di dalam tasmu!" Randika benar - benar sudah tak tahan lagi.


"K-kun... Kunciku ada dalam tas!" Jawab Kasya masih dengan mata terpejam, dia mengira sedang berbicara dengan Nyonya pemilik rumah.


"Baiklah, karena suamimu tidak mau membuka pintu. Aku hanya bisa membukanya dengan kuncimu!" Kemudian Randika membuka tas Kasyaira.


Setelah masuk Randika melihat rumah dalam keadaan gelap, mungkin suaminya sedang tidak ada di rumah. Dia membawa dirinya semakin masuk dan meraba mencari saklar lampu.

__ADS_1


Pats! Lampu akhirnya menerangi ruangan itu.


Tanpa sadar Randika mulai mengamati rumah kecilnya, dia melihat dua kamar tidur sempit dan satu ruang tamu. Benar saja jika digabungkan rumah itu tidak sebesar kamar mandi di rumahnya.


Barang kebutuhan sehari-hari dan elektronik juga tidak terlalu lengkap, susunan barangnya juga tidak termasuk rapi. Semua barangnya pun terlihat sangat lama dan setiap sudut ruangan juga terasa menyedihkan.


Tatapan mata Randika menyusuri sekeliling rumah, karena merasa penasaran dengan suaminya ia mencari suatu foto dan lainnya. Tapi setelah lama memeriksa sekeliling, tidak ada foto pria dewasa. Sebaliknya hanya ada sebuah foto Kasyaira dan seorang anak laki-laki yang menarik perhatiannya terpajang di atas sebuah nakas.


Randika berbalik dan melihat Kasyaira yang masih tertidur lelap di atas lantai, ia mengulurkan tangan mengambil bingkai foto yang terbuat dari kayu itu. Terlihat Kasyaira sedang memeluk seorang anak laki-laki imut dan mereka berdua sedang duduk di rerumputan yang hijau. Angin sepoi - sepoi sepertinya meniupi rambut Kasya dan juga rambut anak laki-laki yang imut itu.


Di dalam foto itu Kasyaira dan anak laki-laki itu tertawa dengan sangat bahagia, Randika yang sedang melihat foto tanpa sadar menaikkan sudut bibirnya ikut tersenyum.


Randika mulai berpikir kenapa ayah anak ini tidak ada dalam foto? Dengan curiga tatapan mata Randika berhenti di foto anak itu, semakin melihatnya dia semakin menyukainya.


Tiba-tiba mata Randika mengecil, kenapa mata dan alis anak laki-laki ini sangat mirip dengannya?


Memikirkan hal ini Randika langsung membalikkan kepalanya melihat ke arah pintu, dia menyadari di sana sama sekali tidak ada sandal pria. Setiap sudut ruangan juga tidak ada pakaian pria atau pun barang kebutuhan pria.


Wajah Randika langsung menjadi muram, dia berjalan ke kamar mandi dengan cepat. Setelah melihat kamar mandi, dahi Randika semakin mengerut. Terlihat di sana hanya ada sebuah gelas kumur dan sebuah gosok gigi, ternyata tidak ada pria yang tinggal dengan mantan istrinya.


Kalau begitu darimana datangnya anak laki-laki dalam foto? Apakah benar seperti dugaannya?


Dia tidak memperdulikan suasana hatinya yang kacau, Randika segera berjalan menghampiri Kasyaira lalu sekali lagi menepuk pipinya kuat.


"Kasyaira buka matamu! Aku ingin menanyakan sesuatu!" Katanya dengan suara keras.


"Aku sangat mengantuk." Kasya menyingkirkan tangan Randika.

__ADS_1


"Kasyaira!" Bentaknya.


Randika menatap lagi foto yang berada di tangannya. Jika benar anak laki-laki yang berada dalam foto adalah anaknya, dia pasti akan mengambil anak itu. Dia melihat kehidupan Kasyaira sekarang ini, bagaimana bisa mantan istrinya itu menjaga anak ini dengan baik?


__ADS_2