Mantan Istriku Kembalilah

Mantan Istriku Kembalilah
Bab.24 Awal Pertemuan Dengan Bos.


__ADS_3

Sekarang sudah jam 10 pagi, matahari pagi mulai semakin naik menyinari kota Jakarta. Angin musim kemarau meniup daun yang ada di kedua sisi jalan, sebuah mobil melaju menerbangkan daun itu. Sampai akhirnya kembali jatuh ke tanah, menunggu pekerja kebersihan datang untuk menyapunya.


Dengan berpakaian jas kuno, sekali lagi Kasya berdiri di bawah gedung Perusahaan Wajendra.


Kasya mengangkat kepala melihat langit yang cerah sekali dan menarik nafas panjang. Akhirnya dia bukan pengangguran lagi dan bisa kembali bekerja.


"Kasya... hidup tetap harus dijalani, harus berusaha! Ayo semangat!" Kasya menyemangati dirinya sendiri.


Kasya menegakkan badan, ia berjalan masuk ke dalam gedung.


Karena dia adalah pribadi yang lembut, jadi tidak perduli bagaimana kekuasaan dan kedudukan orang yang dia hadapi, dia akan selalu bersikap sopan kepada siapapun, jadi saat dia masuk satpam Perusahan Wajendra sudah kenal dengannya.


"Mba Kasya, apa datang untuk kerja kembali?" Satpam menyapanya, karena sudah mendengar pemecatannya.


"Iya pak, saya sekarang mau langsung ke ruangan Wakil Direktur untuk menandatangani kontrak. Jadi seterusnya saya sudah karyawan tetap disini." Balas Kasya sambil tersenyum.


"Begitu, semoga jabatan Mba Kasya naik dan sukses ya." Kata Pak Satpam.


"Amin." Kasya menjawab lalu pamit masuk.


Sedangkan Wakil Direktur Bambang sudah menunggu Kasya di ruangannya, saat dia melihat Kasya dia merasa serba salah.


"Kasya, kamu sudah datang." Sapa Wakil Direktur sambil tersenyum.


"Ya, terima kasih Wakil Direktur memberi saya kesempatan untuk bekerja lagi. Saya akan berusaha semaksimal mungkin." Ucap Kasya.


Mendengar Kasya tidak menyalahkannya dan malah berterima kasih, Wakil Direktur merasa tidak enak. Dia kemudian mengeluarkan surat kontrak kerja yang sudah disiapkan. Proses penandatanganan kontrak berjalan lancar, selesai dalam tiga menit.


Kasya menatap kontrak itu dan langsung merasa bahagia karena dengan begini tidak perlu khawatir biaya hidup dan biaya sekolah anaknya lagi.

__ADS_1


"Kalau begitu, sekarang saya bawa kamu ke ruanganmu yang lama." Wakil Direktur ingin menghormati Kasya jadi sengaja ingin mengantarnya.


"Kalau begitu, saya merepotkan anda." Balas Kasya.


Mereka berdua berjalan ke arah lift, saat Kasya ingin memencet tombol lift tutup ada sekelompok orang datang dengan buru-buru. Kasya pun memencet lift untuk tetap terbuka, hingga sekelompok orang itu bisa masuk.


Tiba-tiba Wakil Direktur menyapa salah seorang pria yang masuk.


"Apa kabar Direktur Nata?" Sapa Wakil Direktur.


Kasya langsung saja menatap pria yang dipanggil Direktur Nata, ia berpikir apakah dia Nata Wajendra yang sudah mempromosikan dirinya ke Kota Jakarta? Juga desainer muda terkenal serta Direktur Perusahaan tempat dia bekerja sekarang?


Pria yang dipanggil oleh Wakil Direktur Bambang berjalan santai dan tersenyum. Pria itu kelihatan ramah dan juga baik, pakaian formalnya sedikit terlihat santai.


Tatapan Kasya mendarat di wajah pria itu, rambutnya rapi dan ia melihat kulitnya sangat putih. Yang paling berkesan untuk Kasya adalah warna bola mata pria itu tampak berbeda daripada orang biasa. Seakan memberitahu orang untuk jangan mendekati, tapi orang selalu ingin mendekat.


"Hem." Jawab Direktur Nata sambil mengangguk pada Wakil Direktur Bambang.


"Oh iya, Direktur. Ini adalah Kasya Indira, Anda pernah sangat kagum dengan karya desainnya. Sekarang dia sudah jadi salah satu karyawan tetap kita di Departemen desain." Wakil Direktur memperkenalkan.


Kasya terkejut karena dikenalkan tiba-tiba, dia mengangguk menyapa seraya menyunggingkan senyuman pada Direktur Nata.


"Apa kabar Direktur, saya Kasya Indira." Kata Kasya.


"Kasya?" Nata mengernyitkan dahi, lalu dia teringat sebelumnya dia memang mengangumi desainer bernama Kasya.


Nata melempar pandangannya ke Kasya, dia melihat wajahnya cantik apalagi sepasang matanya itu yang bentuknya spesial sekali. Membuat orang susah untuk melupakannya, tubuhnya juga bagus hanya saja jas lusuhnya itu langsung menurunkan penampilannya. Jika diganti jas yang cocok mungkin akan lebih baik lagi.


Kasya yang diperhatikan oleh Nata jadi tidak enak hati, tapi dia tetap mempertahankan posisi awalnya dan masih tersenyum sopan pada Nata.

__ADS_1


Setelah Nata menilai penampilan Kasya dengan penilaiannya sebagai desainer, barulah dia berkata pada Kasya.


"Saya sangat kagum dengan karyamu, selamat datang di Perusahaan kami. Sebagai seorang desainer yang paling penting adalah cara berpakaian diri sendiri, tolong lain kali diperhatikan lagi." Kata Nata sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Baik Direktur Nata, lain kali akan saya perhatikan." Dengan segera Kasya menyalami balik.


Kasya sebenarnya sekarang agak canggung, jika tahu dari awal dia tidak akan memakai jas kunonya. Tadinya dia masih merasa itu adalah hari pertama kerja, memang harus berpakaian lebih resmi.


Ketika Kasya masih melamun, tiba-tiba ponsel wanita yang datang bersama Nata berdering.


"Oke, saya mengerti." Ucap wanita itu di telepon.


"Direktur, Deni bilang. Artis bernama Viola itu masih belum datang." Kata Wanita yang sepertinya adalah sekretarisnya.


"Benar-benar ya, mentang-mentang artis terkenal. Dia jadi semaunya saja, aku tidak tahan sekali sama orang seperti itu!" kesal Nata.


"Iya, di televisi tampak baik-baik saja. Ternyata kenyataannya begitu keterlaluan, padahal sudah janji dari awal." Kata yang lain yang ada di dalam lift tersebut.


Dari percakapan karyawan yang lain, ditambah dengan tebakannya sendiri Kasya bisa menebak awal mula masalahnya.


Ternyata hari ini pameran pertama yang diadakan sejak Nata menjabat sebagai seorang Direktur, dan pameran itu ada karyanya sendiri yang paling terkenal 'Bidadari' dan akan keluar paling terakhir.


Dan artis terkenal bernama Viola itu, awalnya adalah bintang iklan Perusahaan Dirga. Dengar-dengar juga pernah digosipkan dia adalah kekasih Tuan Raka Dirga.


Karena sebentar lagi Perusahaan Dirga dan Perusahaan Wajendra akan bekerja sama, jadi Perusahaan Wajendra juga mengundang Viola sebagai model 'Bidadari'. Tapi tak disangka disaat waktu sudah mendekat, Viola malah semaunya saja. Sekarang yang seharusnya pergi siap-siap, tapi malah tak tampak batang hidungnya.


Juga Kasya mendengar dari karyawan yang masih berbicara, Viola itu ingin makan malam dengan Direktur Nata tapi langsung ditolak sehingga sampai masalahnya jadi begini.


^Bersambung^

__ADS_1


__ADS_2