Mantan Istriku Kembalilah

Mantan Istriku Kembalilah
Bab.38 Lelaki Dari Masa Lalu Datang.


__ADS_3

Nata yang sudah menunggu Kasya berhenti menangis, akhirnya menghampirinya.


"Kasya..." Panggil Nata.


Sontak mata Ranti tertuju pada Nata, dan Kasya pun baru tersadar dengan keberadaan Nata.


"Ah, Direktur Nata... maaf." Ucap Kasya.


"Siapa Sya?" Tanya Ranti penuh selidik, karena selama lima tahun ini Kasya tak pernah sekalipun dekat dengan lelaki.


"Direktur, perkenalkan. Dia Ranti, Ran, ini Direktur Nata dia adalah Bos di Perusahaan." Kasya memperkenalkan mereka berdua.


Perkenalan pun terjadi dan sedikit pertanyaan-pertanyaan dari Ranti, seperti seorang Ibu Mertua yang bertanya pada calon menantunya.


"Hem, jadi begitu. Kalau begitu saya sebagai sahabat Kasya, sangat berterima kasih." Kata Ranti setelah mereka berbicara cukup lama.


Tak terasa 2 jam pun berlalu, akhirnya pintu ruangan Byan cuci darah terbuka. Kasya langsung melompat berdiri.


"Dokter, bagaimana? Bayi kecilku tidak apa-apa kan?" Ribut Kasya.


"Nyonya Kasya, tenanglah. Sekarang dia sudah tidak apa-apa, untungnya dia tepat waktu dibawa ke Rumah sakit. Tapi maaf ada kabar buruk, Byan harus segera menerima donor ginjal. Anda tahu kan saya sudah memberitahu Anda sudah lama, donor ginjal harus dengan golongan darah yang sama. Disini kami susah mencarinya, bagaimana jika Anda ke Rumah sakit Jakarta? Disana saya mempunyai teman Dokter yang ahlinya, dan mungkin saja disana Anda bisa mendapatkan donor secepatnya." Kata Dokter Jimmy panjang lebar.


Kasya memikirkan perkataan Dokter Jimmy saat dulu, Byan memang bisa mendapatkan donor ginjal tapi harus bergolongan darah yang sama. Sedangkan darahnya berbeda, Kasya sebenarnya tau jika Byan bergolongan darah sama dengan Randika.


Tapi Kasya tidak mau mencoba memintanya, karena pasti akhirnya Kasya takut Randika akan mengambil Byan darinya. Lebih baik Byan cuci darah dan mendapatkan donor lain, tapi tetap bersamanya daripada Byan mendapatkan donor dari Randika tapi Kasya harus kehilangannya. Kasya jika dibilang egois, mungkin iya. Tapi sekarang setelah mendengar perkataan Dokter Jimmy, haruskah dia mencoba memintanya pada Randika?


"Kasya, dengarkan perkataan Dokter. Aku sekarang akan mempersiapkan semuanya di Jakarta, kamu hanya perlu memikirkan anakmu saja." Nata yang mendengarnya ikut berbicara.


Akhirnya keesokan harinya, dengan semua yang sudah diatur oleh Nata. Mereka semua berangkat ke Jakarta, termasuk Ranti.


***


Sedangkan Randika dari hari kemarin dan bahkan saat ini keadaannya masih sama, meskipun semua sahabatnya datang melihat dan menghiburnya.


Ketiga sahabatnya sedang berkumpul di ruangan kerja Perusahaan Randika, mereka semua juga tau kebusukan Alise dan merasa geram juga marah hingga membuat Randika menjadi seperti itu.


Randika yang masih berada di kamar istirahat ruangan kerja Perusahaannya, sekarang dia sedang tertidur.


Dalam mimpinya Randika memimpikan ketika Kasya menjadi istrinya.


Mimpi Randika...


Dia baru saja membuka pintu rumah pulang dari bekerja, dia langsung disuguhi wajah polos dan senyuman lebar Kasya.


"Randika, kamu pulang. Sini aku bawakan tas nya, aku juga sudah masak makanan kesukaanmu. Juga kamu mandilah dulu, aku sudah siapin." Kata Kasya sambil tersenyum.


"Menyingkir!" Jawabnya.

__ADS_1


Tapi Kasya masih saja tersenyum padanya, kemudian dia membuka jalan untuknya.


Kemudian terdengar suara Kasya yang memanggilnya.


"Randika, Randika... lihatlah. Aku memakai gaun ini untuk ke pesta denganmu bagus tidak?" Kasya menatapnya dengan senyumannya.


"Siapa yang akan membawamu! Kamu tidak pantas!" Dia menghina Kasya, tapi tetap saja senyum di bibir Kasya tidak menghilang.


Kemudian dalam mimpinya terdengar kecemasan dari suara Kasya.


"Randika, kamu kehujanan. Sini aku keringkan rambutmu, nanti aku siapin teh jahe hangat ya." Masih terlihat Kasya dengan senyumannya.


"Jangan menyentuhku! Aku jijik! Kamu wanita yang sudah memisahkan ku dengan wanita yang aku cintai! Dasar wanita tak tahu malu!" Dalam mimpinya dia menolak dengan kejam pada Kasya.


Saat dia selesai mengatakannya, untuk pertama kalinya dia melihat Kasya meneteskan air mata. Tapi bahkan Kasya hanya pergi darinya dan tak berkata apapun.


Kemudian dalam mimpinya lagi muncul adegan saat dia menyiksa Kasya di malam badai, itu adalah untuk pertama kalinya Kasya memohon padanya.


"Tanda tangani surat cerai ini! Sekarang." Dia memaksa Kasya.


"Tidak! Aku tak akan pernah bercerai denganmu!"


"Randika! Aku hanya menginginkanmu, hanya kamu!" Suara memohon Kasya padanya sekarang dalam mimpinya, terdengar sangat menyayat hatinya.


Juga terlihat dalam mimpinya dia dengan kejamnya, menyiksa Kasya saat malam badai itu.


Air mata keluar dari mata Randika yang masih tertutup, tiba - tiba ia membuka matanya dan berteriak.


Semua orang yang sedang berada diluar kamar segera masuk karena mendengar teriakannya, Denis yang maju lalu segera menenangkan Randika.


Randika sekarang malah menangis seperti anak kecil, tanpa malu dan tidak memperdulikan semua orang yang menatapnya.


"Kasyaira... maafkan aku. Aku bersalah, aku sangat kejam kepadamu. Kasyaira maafkan aku... Kasyaira. Aku yang tidak pernah menghargai cintamu. Aku salah... sekarang aku menerima hukumannya dan aku memang pantas mendapatkannya." Racau Randika.


Semua orang saling melirik melihat keadaan Randika, mereka sangat bersyukur Randika akhirnya mau berbicara lagi. Tapi mereka juga masih cemas melihat keadaannya sekarang yang meracau seperti itu.


Raka yang mendengar nama Kasyaira pun terkejut, kenapa dia merasa familiar. Tapi dia pikir tidak mungkin, yang dia kenal kan Kasya Indira. Raka pun hanya menutup mulutnya dan diam, padahal biasanya dia yang paling heboh.


Disaat semua orang memperhatikannya, Randika malah bangun dari tempat tidur. Dia lalu berjalan keluar kamar, sambil meracau lagi.


"Tunggu Kasyaira, aku akan menebus semua dosaku. Aku akan memohon padamu, aku akan bersujud padamu. Kasyaira maafkan aku, kembalilah! Kembalilah padaku." Racauannya sambil berjalan ingin keluar dari sana.


Andi dan Denis segera berlari menyusulnya dan tepat waktu sebelum pintu terbuka, mereka berdua menahan Randika dan Randika malah memberontak.


"Tidak! Lepaskan! Aku akan pergi mencarinya, aku akan memohon nya untuk kembali. Lepaskan aku! Lepaskan!" Teriaknya sambil memberontak.


Denis meminta Raka membantu menahannya, dan dia segera mengambil dan menyuntikkan penenang pada Randika. Tak berapa lama Randika pun menjadi tenang dan mereka segera membaringkannya kembali.

__ADS_1


***


Kasya sudah berada di Rumah sakit di Jakarta atas pengaturan Nata, ia tidak bisa menolaknya karena sifat Bos nya itu lumayan keras kepala.


Nata pamit dulu karena ada panggilan penting, dan dia berjanji akan segera kembali. Kasya berpikir dan berkata dalam hati.


Kenapa Bos mau kembali lagi? Lagian dari kemarin udah nemenin terus. Kenapa sih dia, haisss bodo ah!


"Ran, kita belum makan, tolong jagain dulu Byan ya. Mumpung dia masih belum bangun, aku mau beli makanan dulu." Kata Kasya.


"Ya, pergilah." Jawab Ranti.


Kasya segera pergi keluar Rumah sakit dan akan mencari tempat makan, tapi saat dia baru saja keluar tiba-tiba dari arah belakang ada yang menutup matanya dengan tangan.


Kasya terkejut dan menghentikan langkahnya.


"Hei! Siapa? Lepasin!" Sontak Kasya berteriak.


"Tebak, siapa?" Ucap suara seorang lelaki.


"Mana aku bisa tebak, juga tidak ada waktu buat nebak. Lepasin!" Kasya mulai kesal.


Tangan itu terlepas dari matanya, Kasya segera berbalik badan lalu dia melototkan kedua matanya tak percaya.


"Raditya! Dit... ini kamu. Benar-benar kamu?!" Kasya menutup mulutnya yang menganga lebar dengan kedua tangan.


"Yuhuu....i'm come back. I miss you darling, kakak ipar ku yang paling penyayang." Kata Raditya, lalu menarik Kasya dan memeluknya erat melepaskan kerinduannya.


Raditya adik tiri Randika yang berselisih usia yang tidak jauh dengannya, yang diusir ke Amerika bersama ibu dan ayahnya. Bahkan telah diancam oleh Randika agar jangan berani kembali ke Indonesia.


Kasya sebenarnya merasa tidak enak dipeluk oleh Raditya seperti itu, karena dia bukan lagi adik ipar tirinya apalagi Raditya bukan lagi lelaki muda kecil. Sekarang Raditya sudah terlihat menjadi seorang Pria dewasa, tapi jika mengingat kebaikan Raditya padanya dan kebersamaan mereka dulu akhirnya Kasya membiarkannya.


Lima tahun lalu dalam rumah tangga Kasya yang seperti neraka, Raditya lah yang selalu ada di sampingnya. Menghiburnya dan mengusap setiap air mata, dari semua penderitaan yang didapatkan dari Randika. Saat itu Kasya hanya berani menangis di belakang Randika, karena Kasya sangat mencintai Randika dan mencoba selalu berusaha memberikan yang terbaik agar Randika juga bisa mencintainya.


Tapi sayang semuanya percuma dan hanya air mata lah yang setiap hari dia dapatkan. Raditya tau semuanya dan Kasya selalu berkeluh kesah padanya tanpa Kasya tau sebenarnya Raditya sudah mencintainya sebelum Kasya menikah dengan Kakaknya Randika.


Raditya jatuh cinta pada pandangan pertama, saat dia masuk ke Universitas yang sama dengan Kasya. Saat itu dia baru masuk kuliah dan saat dia tau, bahwa ternyata Kasya akan menjadi calon kakak iparnya dia patah hati.


Tapi karena Raditya sangat menyayangi Randika meskipun Kakak tirinya itu membencinya, dia pun merelakan Kasya. Tapi tak disangka hanya penderitaan yang Randika berikan pada wanita yang dicintai itu, dan dari saat air mata Kasya keluar Raditya berubah jadi membenci Randika.


Setelah Ia diusir Randika keluar negeri, Ia tidak bisa berbuat apapun karena masih lemah. Tapi kali ini dia datang untuk membalas dendam untuknya dan untuk penderitaan yang Randika berikan pada Kasya. Karena Raditya tau semua cerita Kasya dari saat diceraikan sampai saat ini.


Raditya sibuk dengan kuliah dan bisnisnya selama 5 tahun ini, sampai setahun lalu dia berusaha mencari tahu kabar Kasya dan terkejut juga marah mendengar Kasya telah diceraikan dan menghilang.


Butuh waktu baginya melacak keberadaan Kasya dan akhirnya Kasya berada lagi di Jakarta. Akhirnya Raditya bisa dengan mudah menemukannya.


Dan sekarang disinilah dia sedang melepaskan rasa rindunya pada wanita yang masih sangat dia cintai, wanita yang namanya sudah terukir lama dalam hatinya.

__ADS_1


( Hayo kapal baru ☺️ Raditya selalu ada saat dulu Kasya menderita dan Nata selalu ada saat Kasya kesulitan saat ini. Ayo loh dipilih-dipilih 🤭 ).


^Bersambung^


__ADS_2